
Ballroom Raya Entertainment hari ini sangat meriah. Seluruh staff dan kru televisi berkumpul, mereka merayakan kesuksesan acara Anugrah Musik Nasional yang diadakan beberapa hari lalu. Para pengisi acara dan nominator pun diundang. Para pejabat dan beberapa nama beken dijajaran artis top juga hadir. Mereka mengucapkan selamat atas berhasil dan suksesnya acara tersebut.
"Selamat malam, Pak Raya. Selamat atas sukses nya acara kemarin", sapa Joe saat bertemu Raya.
"Terima kasih, selamat juga atas keberhasilanmu semalam sebagai artis pria favorit"
"Terima kasih, Pak. Semua berkat anda"
"Oiya, pernampilan duet mu semalam juga luar biasa. Cemestry ny sungguh terasa sekali. Apa kamu punya hubungan khusus dengan Rara Pratiwi? Sepertinya kalian sangat akrab", pancing Raya
"Kami sudah lama saling mengenal, Pak. Makanya kami terlihat akrab"
"Kalian sepertinya lebih dari sekedar teman. Aku kira kalian adalah sepasang kekasih",ucap Raya sambil tersenyum kecil.
"Bapak bisa saja. Rara tak pernah membiarkan aku masuk kedalam hatinya. Kami hanya sekedar sahabat lama"
"Bukankah kamu menyukainya?",selidik Raya.
"Bapak benar. Saya sangat mencintai nya. Bahkan saya pernah beberapa kali menyatakan parasaan saya padanya, namun dia selalu menolaknya"
Panas hati Raya mendengar ucapan Joe. Namun dia berusaha sekuat hati menahan perasaan cemburunya.
"Dasar kurang ajar kamu, Rara sekarang adalah milikku. Awas saja sampai kamu melewati batasan mu", batin Raya.
Hans yang dari tadi berdiri dibelakang Raya memperhatikan kelakuan tuan mudanya. Dia paham benar apa yang dipikirkan tuan mudanya itu. Rasa cemburu yang dia ciptakan sendiri.
"Anda sendiri yang memancing api pada diri anda, tuan muda", ucap Hans dalam hati.
******
"Kak ... ",panggil Rara
__ADS_1
"Hmmm... "
"Makan malam sudah siap. Mau makan sekarang?"
"Ya",jawab Raya
Raya bangun dari duduknya. Turun menuju ruang makan. Rara mengambil piring yang ada didepan suaminya, mengisinya dengan secentong besar nasi dan lauk pauk.
"Hmmm...masakanmu adalah masakan terenak, sayang. Lezat sekali. Terimakasih"
"Mau tambah lagi?",tanya Rara
Raya menyodorkan piringnya. Kalau begini bisa cepat buncit perutku, pikirnya.
Drrr.... Drrr...
Handphone Rara berbunyi. Dia menuju dapur. Melihat layar ponsel nya.
Raya yang memperhatikan gerakan mulut istrinya, mengambil ponsel Rara. Melihat layar ponsel itu.
"Aku tak suka saat makan ada gangguan seperti ini. Apalagi dari laki-laki ini"
Raya men-turn off handphone Rara. Lalu melanjutkan makannya. Rara tak dapat berbuat banyak dia menuruti saja perintah suaminya itu.
******
Akhir-akhir ini Joe merasa heran, kenapa Rara jarang sekali mengangkat teleponnya, membalas pesannya. Joe mencarinya ke apartemen Rara, namun dia tak menemukan siapapun disana.
"Hari ini seharusnya dia ada jadwal pentas di channel dua. Tapi tumben dia belum kelihatan? Biasanya satu jam sebelumnya dia sudah dilokasi"
Rara tiba sesaat sebelum naik panggung, hari ini dia direpotkan dengan kemanjaan suaminya. Acara live hanya berlangsung selama satu jam. Rara buru-buru memasuki ruang ganti. Malam ini dia janji makan malam dengan Papi mertuanya.
__ADS_1
Cekreeeeekkk. ...
"Hi, Ra... ",sapa Joe
Rara melihat ke arah pintu. Joe masuk menghampirinya.
"Kamu baik-baik saja, Ra?", tanya Joe
"Iya, aku baik-baik saja, Joe. Kenapa?"
"Kamu yakin?"
"Iya", jawab Rara yakin
"Aku sangat mengkhawatirkannya mu, Ra. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada mu"
Joe mendekat kearah Rara. Dia merapatkan dirinya kearah Rara. Rara berusaha menghindarinya. Namun Joe keburu memegang tangannya, lalu memeluk tubuhnya.
Braaakk....
Raya menyeruak masuk kedalam ruang gantik. Dia mencengkram kerah baju Joe dan nyaris meninjunya.
"Kak Raya, jangan ... ",teriak Rara
Raya berhenti lalu melemparkan tubuh Joe kedepan. Joe bangkit dan hendak membalas pukulannya tadi namun Rara dengan cepat berdiri dihadapan Raya. Menghalangi pukulan Joe.
"Enyah kamu dari sini!",bentak Raya
Dengan sekali perintah Raya, beberapa security datang menyeretnya keluar ruang ganti. Joe kesal dan tidak terima. Dia tidak tahu kenapa Raya berbuat begitu. Kenapa Rara begitu membela laki-laki itu, pikirnya.
******
__ADS_1