
Dua bulan berlalu sejak putus kontrak nya dengan Raya Entertainment, pengaruh pemberitaan para pewarta pun sudah mulai berkurang. Rara agak sedikit lega. Sekolah nya pun bisa lebih tenang. Karena dia harus menghadapai persiapan ujian akhir sekolah beberapa bulan lagi.
Sore hari yang nyaman, sepulang sekolah dia langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Sungguh nyaman hidup ini tanpa para pencari sensasi itu. Rara duduk santai sambil menatap gedung-gedung pencakar langit dari balik jendela apartemen nya. Secangkir coklat panas menghangatkan tubuh dan hatinya.
Ting.... Tooong...
Suara bel pintu memecah kesunyiannya itu. Rara bangkit mengintip interphone di depan pintu masuk. Terlihat seseorang dari layar.
"Shina?" gumamnya. Sejenak Rara berfikir. Mau apa perempuan itu tiba-tiba datang pada nya.
Tiiiing .... Toooong.....
Sekali lagi bel pintu berbunyi. Rara membukakan pintu nya.
"Hai, Ra. Apa kabar?" sapa Shina.
"Shina. Mimpi apa kamu kesini. Tumben aja"
"Jangan sinis begitu dong. Aku kan ingin bertemu dengan mu. Sudah lama sekali kita tidak bertemu sejak akhir audisi kemarin." ujar Shina sambil tersenyum
"Sepertinya begitu."
"Apakah kau tak mengizinkan aku masuk kedalam?"
"Masuklah!" ajak Raya.
__ADS_1
Shina masuk kedalam apartemen, lalu duduk disofa. Rara sejenak mengambilkan softdrink untuk Shina.
"Sudah lama ya kita tidak ngobrol seperti ini. Kangen masa-masa dikarantina dulu. Bagaimana kabarmu, Ra?"
"Kabarku baik." jawab Rara singkat.
"Eh, ngomong-ngomong kamu sibuk apa sekarang, Ra?"
"Ooh, aku sedang fokus dengan sekolahku. Lagi break dulu sementara."
"Oiya, aku mau ajak kamu party, seorang kenalanku seorang produser, akan mengadakan pesta kebun. Kalau kamu mau kamu bisa ikut aku. Besok malam aku jemput. Acaranya di villa luar kota."
"Tapi aku kan, tidak kenal dengan mereka?" Rara ragu-ragu.
Benar juga katanya, dari pada dia suntuk di apartemen, lebih baik dia mencari suasana baru. Lagi pula sekolah sedang libur dua hari ini.
"Baiklah, aku ikut."
"Naaah... Gitu dong. Sampai besok ya."
******
Besok malam nya Shina menjemput Rara di apartemen nya. Rara sudah berpakaian rapi. Shina menyetir sendiri mobilnya, mereka menuju villa di luar kota. Dalam waktu dua jam mereka sudah sampai di tujuan. Villa itu besar, berlantai dua. Persis sekali seperti rumah-rumah yang ada di sinetron. Halamannya luas. Di belakangnya ada taman yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Disana ramai orang-orang berkumpul. Semuanya asyik berjoget mengikuti irama musik. Disebelah kanan ada sebuah meja prasmanan.
Rara menaburkan pandangannya pada sekelilingnya. Tak seorangpun yang dia kenal disitu.
__ADS_1
"Mereka siapa, Shina?" tanya Rara.
"Ooo... Mereka orang-orang dari rumah produksi. Mereka para kru tivi dan juga agen pencari bakat. Ini pesta kecil yang rutin mereka adakan."
"Tapi ko wajah mereka asing sih, aku sama sekali tak mengenal seorangpun dari mereka."
"Tenang saja. Nanti aku perkenalkan kamu sama seorang produser hebat." Shina mengajak Rara bergabung ke tengah orang-orang yang sedang berdansa itu. Rara merasa tidak nyaman dengan situasi itu. Tak lama ada seorang laki-laki berperawakan tinggi besar, berusia sekitar lima puluh tahuanan. Dia menyapa Shina.
Seperinya Shina pun sudah kenal dan akrab dengan lelaki itu. Mereka berciuman pipi lalu berpelukan.
"Ra, kenalkan. Ini Johan. Johan Excel. Prosuder film yang sangat terkenal itu."
"Oom Johan, ini Rara. Temanku yang aku ceritakan itu"
Johan mengulurkan tangannya pada Rara. Dia menyambut uluran tangan Johan dengan sikap ramah.
"Selamat malam Nona Rara. Senang bisa mengenal perempuan secantik kamu"
"Selamat malam, Oom. Terima kasih atas undangannya"
Mata Johan sangatlah liar, dia memandang Rara dengan penuh nafsu, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rara pun merasa risih dibuatnya. Dan tanpa sungkan Johan sering mencoba untuk merangkul punggung Rara, namun gadis berambut panjang itu selalu menghindar.
Pesta itu berlangsung sampai dini hari. Pukul dua malam mobil mereka baru beranjak dari Villa. Dan lagi-lagi Shina yang mengemudikannya. Dengan keadaan separuh mabuk dia menyetir mobil dan mengantar Rara sampai apartemennya.
******
__ADS_1