Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Tak Bisa Menghindarinya


__ADS_3

Nama Rara Pratiwi makin dipandang orang dalam industri hiburan makin menanjak. Popularitasnya tidak bisa dibilang remeh lagi. Jadwal show nya juga lumayan, bahkan kontrak nya dengan pihak label rekaman juga tidak tanggung-tanggung.


Waktu terus berganti, Sella semakin ngotot mengejar cinta Raya. Berbagai cara dia lakukan untuk menarik perhatian Raya, namun tampak nya Raya tak mau berpaling dari nya. Dan akhirnya Sella berhasil membujuk Papi nya Raya untuk mengadakan pertunangan mereka.


"Papi ... Aku sudah bilang kalau aku ... ",ucap Raya


"Tidak mencintai Sella, bukan. Jangan bicarakan cinta saat ini Raya. Ingat tugas mu, kamu harus menikah dengan Sella. Pernikahan akan di adakan tahun depan. Dan akhir bulan ini kamu akan bertunangan dengan Sella"


"Pertunangan?"


"Ya, pertunangan kamu dan Sella. Papi sudah mengatur semuanya. Kamu hanya tinggal mengikutinya saja"


"Kenapa, Pi?"


"Apa maksudmu?"


"Kenapaa Raya harus bertunangan bahkan menikah dengan Sella"


"Papi sudah sering bilang padamu, Jika kamu menikah dengan Sella maka ..."


"Maka perusahaan kita akan semakin maju dan melebarkan sayapnya. Bukan begitu, Papi"


"Benar!"


"Sepenting itukah perusahaan itu untuk, Papi?"


"Hmm..."

__ADS_1


"Lebih penting dari perasaan ku, anak kandung Papi sendiri. Iya, Pi", ucap Raya


"Baiklah kalau itu mau, Papi. Aku akan menurutinya. Sella bisa mengambil ragaku tapi tidak dengan hatiku. Papi bisa memakai diriku, jiwa ragaku sebagai alat pemuas keinginan Papi. Tapi ingat,Pi. Mulai saat ini Papi akan benar-benar kehilangan hati anak kandung Papi sendiri. Tidak akan ada Raya Aditama yang dulu. Anggap saja aku sudah mati. Hatiku sudah mati. Sama seperti Papi yang mengubur hati nuraninya demi pekerjaan",papar Raya setengah putus asa


"Maafkan aku, Pi. Selamat malam"


Raya melangkah meninggalkan ruangan.


"Tunggu dulu!",panggil Papinya


Raya menghentikan langkahnya.


"Apa ada perempuan lain yang kamu cintai?"


"Iya",jawab Raya singkat


Dia sudah tidak ada pilihan lagi, dia memutuskan untuk menghancurkan dirinya sendiri dalam neraka yang dia sebut pernikahan terpaksa. Asalkan Papinya bisa senang dengan kemajuan perusahaan itu sudah cukup. Dia tidak perduli lagi dengan perasaannya.


******


"Anda baik-baik saja, tuan",tanya Hans


"Tidak, Hans. Bahkan kau tau dengan pasti itu!"


"Apakah anda yakin dengan keputusan yang anda buat, Tuan?"


"Ya, aku yakin",jawab Raya

__ADS_1


"Benarkah?"


"Asalkan perusahaan bisa berkembang dan makin melebarkan sayapnya akan ku lakukan"


"Lalu bagaimana dengan perasaan anda. Bagaimana dengan Nona Rara Pratiwi?",tanya Hans tepat mengenai hati Raya


Pertanyaan Hans sukses membuat Raya tersadar, tersentak dari luapan emosinya. Dia merasakan sesak pada dadanya, rasa sakit yang luar biasa di dalam hatinya.


"Apa tuan sudah melupakannya?",tanya Hans lagi


"Tidak! Tidak akan pernah"


"Anda tak bermaksud menghancurkan diri sendiri, bukan?!"


Raya tak menjawabnya. Hanya tersenyum penuh kesedihan. Mata nya tak bisa berdusta. Kesedihan dan kerinduannya pada soerang perempuan yang dia cintai dalam diam. Yang batasan diantara mereka tak bisa dia tembus.


******* 


  


Dan hari pertunangan pun tiba. Ballroom hotel mewah yang di sewa mereka ramai dengan tamu-tamu penting. Mulai dari pengusaha hingga para pejabat. Semua mengucapkan selamat pada pasangan yang bertunangan. Sella sangat sumringah namun tidak halnya dengan Raya. Wajah dinginya tetap terpancar.


"Selamat Pak Raya, Atas pertunangan anda"


Semua ucapan selamat itu hanya dibalas dengan senyuman kecil, dan wajah dinginya. Hans tahu pasti apa yang ada di hati tuan mudanya. Dia hanya memasang topeng berpura-pura bahagia di depan semua orang.


******

__ADS_1


__ADS_2