Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Runtuhnya Hati Van Hoeberg - bagian pertama


__ADS_3

"Pengawal?", tanya Rara pada suaminya.


"Hmmm..."


"Ya, ampun Kak. Aku ini kan hanya ingin kerumah Bibi Josie. Masa harus pake bodyguard segala"


"Kalau begitu aku saja yang akan mengawalmu kesana?"


"Bukannya Kak Raya ada rapat koordinasi dengan pihak kementrian hari ini?"


"Batalkan saja. Aku akan mengantarmu kerumah Bibi Josie"


"Ya, ampun, Kak.. jangan begitu. Nanti perusahaan Kak Raya kena teguran dari mereka"


"Biar saja. Yang penting aku yakin kalau kamu sampai disana dengan selamat!",Raya bersikeras


Rara diam. Dia tak bisa menang dari suaminya kalau sudah ngotot begini. Akhirnya terpaksa Rara menyetujui pengawalan yang disiapkan Raya.


******


Josie heran melihat Rara datang dan turun dari mobilnya bersama dua orang laki-laki berjas lengkap dan berkacamata hitam. Tubuhnya tegap dan kuat.


"Pagi, Bibi Josie ... Apa kabar,Bibi?"


"Pagi, sayang. Bibi sehat-sehat saja. Bagaimana dengan mu? Apa lukamu sudah sembuh?"


"Bibi, tidak usah khawatir aku sudah baikan ko. Dokter keluarga sudah mengobatiku"


"Siapa mereka, sayang?!",bisik Bibi Josie melihat pada para pengawalnya.

__ADS_1


Rara memberi perintah agar kedua pengawalnya berada tidak terlalu dekat dengannya. Dia merasa risih dengan kehadiran laki-laki lain didekatnya selain suaminya.


"Mereka pengawal yang diperintahkan Kak Raya untuk menjagaku, Bi"


"Bodyguard?", tanya Josie


Rara mengangukkan kepalanya.


"Suamimu benar-benar sayang padamu, Ra. Bibi puji perhatiannya pada istrinya. Kamu beruntung sekali memiliki suami seperti Raya Aditama"


"Iya, Bi. Rara bahagia sekali bersama Kak Raya"


"Syukurlah, Bibi senang mendengarnya"


"Bi...",panggil Rara


"Ya, sayang. Ada apa?"


Josie diam dia tak menjawabnya. Dia tak menyangka kalau keponakannya akan menanyakan hal itu.


"Kenapa kamu mencari Ernest?",tanya Josie


"Aku ingin bicara dengannya. Aku mau memastikan apa sebenarnya keinginnya padaku"


"Kamu sudah pernah bertemu dengan sebelum ini, bukan"


"Ya, Bi. Beberapa kali. Ketika pertama kalinya aku bertemu dengannya dia sangat marah mendengar nama emak, apa sebenarnya yang terjadi diantara mereka, Bi. Sebenci itukah dia padaku? Bukankah aku ini anak kandungnya?",tutur Rara sedih


Josie lagi-lagi diam.

__ADS_1


"Rara mohon, Bi. Rara berhak tahu semuanya"


"Bukankah Rio sudah menceritakannya padamu?"


"Aku hanya mendengar sebagian cerita. Aku ingin semuanya, Bi. Ceritakan padaku. Aku mohon"


Rara menggenggam tangan Josie. Memohon dengan sangat padanya.


******


Josie menyerah. Dia akhirnya menceritakan pada Rara. Sejarah kelam kedua orang tuanya.


Waktu itu Eliza masih berusia 18 tahun. Masih muda dan cantik. Seorang penyanyi kampung yang memiliki suara emas. Dia diundang bernyanyi di Barak tentara Belanda bersama beberapa penyanyi lainnya. Dia bertemu dengan Ernest yang waktu itu sudah menikah dan memiliki anak.


Berberapa tahun kemudian setelah kematian Alexa, Ernest beretamu lagi dengan Eliza yang sedang manggung dalam sebuah acara di kampungnya. Ernest tertarik dengan suara Eliza yang indah dan wajahnya yang cantik. Eliza dan Ernest akhirnya saling jatuh cinta. Mereka mulai berpacaran, namun hubungan itu ditentang oleh keluarga Eliza.


Mereka tak ingin ,anak gadisnya menjalin hubungan apa lagi sampai menikah dengan orang asing yang usianya jauh diatas Eliza. Bahkan Ernest waktu itu berstatuskan seorang duda.


"Liz , mohon Bapak. Ernest orang yang baik. Izinkan Liz, menikah dengan nya?",pinta Eliza saat itu pada Bapaknya.


Sebagai orang timur yang memegang teguh adat dan tradisi orang tua Eliza tidak mengizinkannya. Menikah dengan orang asing akan menimbulkan banyak masalah, banyak sekali perbedaan diantara mereka, begitu pikir orang tua Eliza.


Namun jiwa muda Eliza menentang semua itu, dia nekad menikah dengan Ernest walau tanpa izin dari kedua orang tuanya. Akhirnya Eliza dibuang dari keluarga. Sebulan setelahnya Ibunya meninggal dunia karena shock melihat putrinya kawin lari dengan laki-laki asing. Belum empat puluh hari kematian ibunya, ayah Eliza pun meninggal dunia.


******


Awal pernikahan mereka berlangsung indah dan baik-baik saja. Kedua anak tiri Eliza sangat baik dan menerima Eliza dengan terbuka, begitupun sebaliknya. Eliza sangat menyayangi keduanya seperti anak kandung sendiri.


"Aku mohon , mommy, izinkan aku keluar dari kamar ini sekali saja. Aku ingin melihat indahnya dunia diluar sana", Russell memohon pada Eliza.

__ADS_1


Ernest membatasi pergerakan Russell sejak dia memderita kelumpuhan. Mungkin bagi Ernest itu adalah bentuk perlindungan darinya terhadapa anaknya. Namun bagi Russell itu adalah penjara hidupnya.


******


__ADS_2