Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Pengumuman Resepsi


__ADS_3

"Kamu yakin mau datang, sayang?",tanya Raya


"Ya, Kak. Aku bosan dirumah"


"Kalau begitu,nanti malam aku akan mengantar mu"


"Ya"


Malam harinya Rara dan Raya sudah berada di ballroom Grand Internasional Hotel di pusat kota tempat di selenggarakan nya malam penganugrahan festival musik asia. Banyak artis top dan ternama dari asia yang hadir disana. Rara dan Raya yang datang dan keluar dari satu mobil yang sama menjadi pusat perhatian publik dan media masa.


Disela acara Joe didapuk untuk menyanyi dan mengisi aja sebagai pembaca nominasi. Raya melotot melihay kehadiran Joe disana. Dan kebetulan sekali dia membacakan nomisnasi album terbaik. Dan Rara lah yang menjadi pemenang nya.


"Selamat, Ra. Aku senang melihatmu lagi", bisik Joe saat Rara naik keatas panggung menerima plakat.


Rara hanya tersenyum dan mengangguk. Raya dari kursinya memperhatikan itu. Dia beruasaha mengontrol emosinya, paling tidak jangan sampai acara ini selesai, pikirnya. Dia tak mau kehilangan harga diri dan reputasinya di depan publik internasional yang hadir pada acara itu.


******


Selesai acara para pencari berita menunggu Rara Pratiwi di luar ruangan. Rara menggandeng tangan Raya. Begitu melihat mereka keluar Ballroom, pihak media menyerbu mereka. Banyak pertanyaan yang diajukan.


"Selamat malam Mbak Raya, selamat atas keberhasilannya sebagai album terfavorit di asia"

__ADS_1


"Bagaimana komentar nya, mbak Rara?"


Rara tersenyum menghadapi pertanyaan para wartawan. Dia menjawab satu persatu dengan santun dan tetap ramah. Itulah yang membuat nya disukai banyak orang.


"Pak Raya, belakangan ini anda dan Rara terlihat begitu dekat. Apakah ada hubungan istimewa diantata kalian berdua"


"Kalian berdua sering terlihat bersama, bisa di klarifikasi berita ini, Pak Raya?"


Joe memperhatikan mereka berdua dari jarak yang tak begitu jauh. Raya tahu kalau Joe sedang memperhatikan mereka.


"Pak Raya, apa benar kalau gosip yang beredar kalai anda ada berpacaran dengan Rara Pratiwi?"


Raya Aditama tersenyum mendengar pertanyaan wartawan tadi.


"Kalian berdua terlihat begitu mesra"


"Apa benar berita yang kami dengar, Pak Raya"


"Begini. Aku Raya Aditama dan Rara Pratiwi tidak sedang berpacaran"


Haalaaaaahhh .....

__ADS_1


Riuh terdengar suara wartawan. Rara hanya diam mendengarkan apa yang akan suaminya katakan.


"Kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu"


Raya menunjukkan cincin pernikahan yang melingkar dikedua jari manis mereka.


"Dan sekarang Rara sedang mengandung anak pertama kami. Untuk itu Aku memintanya mengurangi jadwalnya yang padat demi anak yang ada dalam kandungannya"


Semua mata yang mendengarnya membelalak, mereka tak menyangka akan hal itu. Apalagi sekarang Rara sedang mengandung. Joe begitu terpukul mendengar kehamilan Rara. Artinya ini adalah ucapan perpisahannya kepada perempuan yang dicintainya sejak dulu itu.


"Kenapa kabar bahagia ini terkesan disembunyikan dari publik, Pak Raya?"


Raya tersenyum. Kali ini sikapnya tenang dan ramah terhadap para pencari berita.


"Bukan kami bermaksud menyembunyikan kabar bahagia ini, kami bermaksud merayakam resepsi pernikahan kami setelah Rara wisuda, namun karena ada beberapa masalah kami baru akan menyelenggarakan resepsi itu minggu depan bertepatan dengan ulang tahun Rara"


Kali ini Rara yang terkejut mendengarnya. Pesta resepsi pernikahan di hari ulang tahunnya. Bahkan sampai diumumkan di publik.


"Ini kejutan sekaligus hadiah ulang tahunku untuk istriku tercinta. Kalian juga bisa ikut ambil bagian dalam acara tersebut"


"Terima kasih, Pak Raya"

__ADS_1


Raya berpamitan pada awak media. Mereka menuju lobi dan masuki mobil. Raya membukakan pintu mobil untuk istrinya. Lalu dia mengambil posisi dibelakang kemudi. Mereka menghilang dari kehingar-bingaran festival itu dan kembali kerumah.


******


__ADS_2