Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Bertemu Dengan Sang Idola


__ADS_3

Hari ini Rara izin dari sekolah untuk mengikuti audisi ajang pencarian bakat. Pukul sepuluh pagi dia sudah dalam antrian panjang. Dan tibalah gilirannya di panggil dengan nomor dada 1415. Begitu Rara masuk kedalam, disana ada Joe sang bintang baru juga dua orang artis senior lainnya.


"Hai...", sapa Joe.


"Hai ..."


"Nama kamu siapa? Umur brp?"


"Namaku Rara Pratiwi. Umur 13 tahun"


"Oouw... Kita seumuran ya"


Rara tersenyum.


"Silakan nyanyikan lagu wajibnya dulu"


Rara menarik nafas panjang perlahan. Mencoba menenangkan hatinya, menata jiwanya. Jika sedikit saja dia grogi, akan fatal akibatnya.


Joe memperhatikan gadis berambut panjang itu. Cantik sekali, pikirnya. Joe ingat kalo mereka adalah teman satu kelas. Rara memiliki suara sopran yang cantik. Joe sangat menikmati nyanyian Rara. Untuk lagu bebasnya rara menyanyikan lagu ciptaan nya sendiri. Aku Yang Terlupa.


Aku Yang Terlupa


Waktu yang tak pernah bersahabat dengan ku


Dunia yang selalu memusuhiku


Sahabat yang telah menghilang dari sisiku


Hanya kesendirian yang menyapaku


Dentang jarum jam hanya bergurau menatapku


Seolah mengejek ketidak berdayaanku


Aku yang terlupa, aku yang terluka


Bersemayam dalam keaendirian

__ADS_1


Menanti cahaya yang datang menjemputku


Aku yang terlupa, aku yang berduka


Mencoba tersenyum walau dalam sakit


Menanti pelangi diujung lembayung


Penjiwaan yang luar biasa membuat Joe dan dua orang see juri lainnya terharu bahkan menangis. Mereka memberikan standing ocassion buat Rara. Dan dia dinyatakan lulus kebabak berikutnya.


******


Saat jeda istirahat dibelakang ruang ganti Joe melihat Rara yang sedang duduk seorang diri di sudut ruangan.


"Hai, Ra"


Rara mengangkat kepalanya. Dan dia sangat terkejut melihat siapa yang menyapanya.


"Joe .."


Rara mengangukkan kepalanya.


"Suara kamu bagus, Ra"


"Terima kasih"


"Semoga kamu bisa lolos ke final ya"


"Aamiin ..."


"Kamu sendirian? Atau bersama pacar?"


Hahhh... Pacar??!! Jiaaaahhh... Ni cowok to the point amat ya, batin Rara. Dia hanya tersenyum menatap Joe dari dekat. Wah.. kalo begini gantengnya maximal.


"Lah, ko malah bengong?"


"Eh, engak ko. Aku sendirian. Kenapa Joe?"

__ADS_1


"Bagus dong kalo gitu"


"Bagus gimana maksudmu?!"


"Ya kalo kamu ga punya pacar berarti ga ada yang marah dong kalo aku duduk dekat kamu?"


Buuuuummmmm...


Wajah Rara mendadak bersemu merah. Barukali ini ada cowok yang nyablak begini.


"Kamu tu barangkali nanti dimarah pacar mu?


Hahahhahahah.... Joe ngakak dibuatnya, sampai kru tivi yang lewat menoleh ke arah mereka.


"Aku juga single loh. Mereka itu cuma fans aku aja. Ga ada yang istimewa"


"Masa sih"


"Suwer deh", Joe menunjukkan dua jarinya berbentuk hurup V


Gadis manis berambut panjang itu tertawa melihatnya.


"Ternyata artis terkenal seperti kamu itu, tidak jaim ya. Masih mau berbaur dengan orang awam, Salut deh"


"Jangan berlebihan ah. Aku kan manusia biasa juga. Sama seperti kamu. Seperti orang kebanyakan. Aku malah senang di anggap sebagai Joe teman sekelas mu dari pada Joe si artis pendatang baru"


"Eeh...?!"


"Kenapa?"


"Kau ingat kalau kita sekelas"


"Tentu saja. Kamu kan murid baru pindahan dari kampung itu bukan? Tentu saja aku ingat. Kamu duduk tepat didepanku"


Joe tersenyum manis menatap Rara. Rara menunduk mengalihkan pandangan nya dari tatapan mata Joe. Tidak kuat hatinya lama-lama begini. Andai saja Janna tau bisa ****** aku, pikir Rara dalam hati.


******

__ADS_1


__ADS_2