
Sepuluh hari berlalu, Rara sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya. Pagi-pagi dia sudah rapi dan berangkat kekantor diantar dengan seorang supir. Nama Rara masuk dalam deadline utama koran bisnis bulan ini. Banyak orang yang memujinya. Bahkan juga di berbagai infotainment dalam negeri. Para fans nya mengkhawatirkan jika Rara akan berhenti dari dunia hiburan.
Dan berita itu pun sampai pada Joe. Dia tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu Rara di kantornya.
"Apa anda sudah ada janji, Pak?",tanya resepsionis kantornya.
"Tidak. Aku hanya ingin membicarakan hal penting dengan Rara. Tolong disampaikan pada nya"
"Baiklah tunggu sebentar"
Tak lama resepsionis itu mempersilakan Joe untuk naik ke ruangan CEO dilantai tiga.
Cekreeeeekkk ...
"Selamat siang bu CEO"
Rara tertawa.
"Kamu jangan mengejekku, Joe"
"Aku tak mengejekmu, Ra. Inilah kenyataan yang aku lihat. Rara Pratiwi artis penyanyi top ternyata seorang CEO muda yang sukses. Aku senang melihat mu seperti ini",puji Joe
"Kamu bisa saja. Duduklah"
__ADS_1
"Aku baru tahu kalau kamu punya hubungan kekerabatan dengan keluarga Hendrawan pengusaha sukses itu"
"Kakek ku dengan orang tuanya Paman Benny Hendrawan kakak beradik kandung. Mereka berasal dari Belanda dan menikah dengan penduduk lokal lalu merintis usaha nya dari nol di sini. Jadi seperti itulah ceritanya"
"Apa kamu berniat meninggalkan dunia bintang yang telah membesarkan namamu, Ra"
"Tidak. Aku belum berfikir seperti itu. Hanya sedikit menyesuaikan dengan pekerjaan ku sekarang"
Joe mengangukkan kepalanya tanda mengerti. Dia menggeser posisi duduknya. Dia berniat lebih mendekat ke arah Rara. Namun Rara lebih dahulu menggeser posisi duduknya.
"Ra ...",tanya Joe
"Ya ..."
"Apa aku masih punya kesempatan kedua untuk masuk kehati mu?"
"Maaf, Joe. Aku tidak bisa",ucap Rara
"Apa sudah ada laki-laki lain dihatimu?"
"Ya",jawab Rara singkat
"Apa semua ini ada hubungannya dengan Pak Raya? Katakan Rara. Sejak kapan kamu dekat dengannya. Apa hubunganmu dengannya?"
__ADS_1
"Joe, aku mohon jangan mendekati ku lagi. Biarkan lah kita tetap menjadi sahabat seperti biasanya. Aku tak bisa menerimamu?"
"Aku tak akan membiarkan Raya menggodamu"
"Menggodaku?"
"Ya"
"Joe... Aku ingin mengatakan sesuatu hal padamu. Aku akan jujur padamu. Aku mohon kamu harus bisa menerima kenyataan ini?"
"Kenyataan apa? Kalau kamu lebih memilih laki-laki berengsek itu?"
"Dia suamiku, Joe!"
Joe nyaris melompat dari duduknya. Matanya melotot mendengar ucapan Rara.
"Suami? Kamu jangan bercanda, Ra!"
"Aku tidak bercanda. Aku dan Raya Aditama sudah menikah beberapa bulan lalu. Kami belum mengumumkan pernikahan kami lantaran ada beberapa hal yang harus kami lakukan terlebih dahulu. Kak Raya suamiku, Joe. Aku sudah menjadi milik orang lain. Jadi aku mohon lupakan aku",pinta Rara
"Aku tidak percaya!"
"Joe, masih banyak perempuan diluar sana yang lebih baik dariku. Aku yakin suatu saat kamu pasti bisa menemukan orang yang benar-benar tulus mencintaimu. Jadi, lupakanlah aku, Joe. Aku sudah menjadi milik orang lain. Aku tak bisa menghianati cinta Kak Raya padaku. Dia begitu baik padaku. Aku sangat mencintai nya"
__ADS_1
Rara menunjukan cincin kawin yang melingkar di tangan kanannya. Bagaikan petir yang menyambar disiang hari. Wajahnya pias. Dia tak percaya dengan apa yang didengarnya. Pupus sudah harapannya untuk merebut hati perempuan pujaan sejak dahulu itu.
******