Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Maukah Kamu Menikah Denganku?


__ADS_3

Gedung UKM bidang seni fakultas pertanian. Tempat biasa Rara dan teman-temannya berkumpul. Mereka membahas hasil ujian tadi.


Juna, Robert, Harry, Janna dan Rara duduk di depan tangga pintu masuk UKM. Robert terlihat lemas. Dia pesimis nilainya semester ini, dia akhir-akhir ini dia sibukkan dengan kegiatan sosial ya di PMI.


Juna biasa-biasa saja, sedangkan Harry yang calon dokter terlihat antusias.


Drrr.... Drrr...


Dering ponsel Rara, semua mata tertuju padanya.


"Kamu dimana, sayang?",tanya Raya di ujung ponselnya


"Di gedung UKM. Ada apa?"


"Disebelah mana, sayangku. Aku sudah di kampusmu. Di depan tugu fakultasmu"


"Ooo... Dari sana lurus saja, lalu belok kanan, setelah bundaran belok kanan lagi. Gedungnya yang berwarna hijau. Aku ada didepannya"


"Baiklah, tunggu aku. Jangan kemana-mana"


Rara mematikan ponselnya. Dia tersenyum.


"Ehmm..." Juna menggoda


"Eeh... "


"Telepon dari pacarmu, Ra", goda Juna lagi.


Gadis berbaju merah muda itu hanya tersenyum malu.


"Eh, pacar??? Siapa? Kenapa aku tidak tahu!?", protes Janna.


"Apasih Jan, sewot aja kamu ini"


"Siapa?", desak Janna


Belum Rara menjawabnya, porsche Macan 2.0 berwarna silver berhenti tepat di depan mereka. Semua mata melotot melihat mobil sport mewah itu parkir dihadapan mereka. Semua menduga-duga siapa yang mengendarainya. Rara tentunya sudah paham dengan mobil itu, mobil kesayangan Raya. Raya turun dari mobilnya dengan stelan Jas hitam dan dasi biru langitnya serta kacamata hitamnya. Gaya nya sangat eksekutif membuat semua orang melotot padanya.

__ADS_1


Rara mengahampirinya.


"Kenapa bapak bawa mobil sendiri?",bisiknya.


"Tidak apa-apa sayang, aku sudah baikan kok"


Sayang? Semua orang terkejut mendengarnya. Siapa orang ini? Kenapa dia memanggi Rara dengan sebutan sayang.


"Siapa mereka?", tanya Raya


"Ooo.... Mereka teman-teman ku. Ayo aku kenalkan dengan mereka"


Rara mengajak Raya mendekati Janna dan yang lainnya. Dia memperkenalkam satu persatu temannya pada Raya.


"Raya. Raya Aditama. Calon suami Rara",ucap Raya saat menglurkan tangan kepada teman-teman Rara.


Sontak saja semua orang yang ada disitu nyaris terkena serangan jantung. Mereka berusaha meyakinkan diri masing-masing apakah mereka tidak salah mendengar. Raya Aditama si penakluk dunia bisnis hiburan bisa bersama Rara dan sekarang ada dihadapan mereka. Dan dia adalah calon suami Rara?!!!!


Bukan saja teman-temannya yang terkejut, Rara pun tak kalah kaget nya mendengar pernyataan Raya. Tapi dia berusaha menutupi nya didepan semua orang.


Setelah berpamitan, Raya dan Rara masuk kedalam mobil. Raya membukakan pintu mobil untuk kekasih hatinya. Semua yang melihatnya memandang kagum. Untuk seorang laki-laki dewasa berusia empat puluhan tahun, Raya termasuk yang paling gagah dan tampan. Pebisnis sukses dan kaya raya.


******


"Kenapa bapak tadi mengatakan hal itu didepan teman-temanku?", protes Rara dalam mobil


"Tentang apa?", Raya fokus dengan kemudi mobilnya.


"Bahwa anda adalah .... "


"Calon suamimu?", ucap Raya


"Ya"


"Kenapa?"


"Lah kenapa harus kenapa?", sewot Rara

__ADS_1


"Itu kenyataannya, sayang. Aku ingin segera melamarmu dan kita akan segera menikah"


"Apa??! Menikah? Kenapa seenaknya memutuskan sendiri?"


"Kamu tak mau menikah denganku?"


Rara diam. Wajahnya tersenyum sipu.


"Bukan begitu maksudku, Pak"


"Lalu???"


"Kenapa bapak tidak memberitahu aku sebelumnya?"


Raya tersenyum. Dia menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Aku akan mengatakannya sekarang!"


"Eeh.. "


Raya keluar dari mobilnya, membukakan pintu untuk Rara. Lalu mengajaknya ke sebuah taman didekat situ. Ditengah hamparan bunga-bunga dinaungi oleh lembayung senja yang menguning. Raya berlutut dihadapan Rara. Dia mengeluarkan kotak kecil dari dalam saku jasnya. Membukanya dan menyodorkannya pada Rara.


Sebuah cincin berlian indah bermata putih nan cantik. Tak kalah cantiknya dengan perempuan yang ada dihadapannya.


"Rara... ", Raya menggenggam tangan Rara.


"Aku Raya Aditama, yang saat ini berlutut dihadapanmu, aku sangat menyayangimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Hari ini disini disaksikan bunga-bunga dan matahari senja. Aku meminta mu untuk menikah denganku"


"Mau kah kamu menikah denganku, Rara Pratiwi?", pinta Raya


Blussss... Wajah Rara merah merona, dia tak menyangka kalau Raya seberani ini meminta nya menikah dengan nya. Rara jadi salah tingkah dibuatnya.


"Ra ...", Raya menunggu jawaban Rara.


"Iya, aku mau menikah dengan mu"


Raya tersenyum bahagia penuh kemenangan, diambinya cincin berlian itu lalu disematkan di jari manis tangan kiri perempuan kesayangnya itu. Raya berdiri lalu menarik tubuh Rara dalam dekapannya. Burung-burung senja yang terbang cemburu melihat mereka berdua. Senja jadi semakin indah bagi sepasang kekasih yang tengah berbahagia ini.

__ADS_1


******


__ADS_2