Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Keputusan Tiga Lelaki


__ADS_3

"Apasih yang orang itu bicarakan? Lama sekali dia membawa calon istriku",umpat Raya kesal


Dia bolak-balik mengintip ke arah ruang kerja Rio. Duduk lalu bangun lagi. Kesal hatinya menunggu lama. Lagi, dia mengintip ke ruang kerja di seberang. Hanya Rio seorang yang berjalan kearahnya.


"Maaf membuat mu menunggu", ucap Rio


"Rara dimana?",tanya Raya


"Dia ada dikamar nya. Tak perlu buru-buru, Bro. Santai saja. Silakan duduk"


Raya duduk diatas gazebo. Lalu Rio duduk bersebelahan dengan nya.


"Kali ini aku bicara sebagai seorang laki-laki sekaligus kakaknya Rara. Jadi tak perlu sungkan"


"Baiklah"


"Papaku dan papa nya Rara bersaudara sepupu. Rara adalah adik sepupu ku satu-satunya. Kami sejak kecil selalu bersama, saat Rara kelas lima sekolah dasar Bibi mengasingkan diri ke kampung. Rara jika ada masalah selalu berkeluh kesah padaku. Jujur saja aku agak terkejut dia tak menceritakan perihal dirimu padaku",jelas Rio


"Tapi tak masalah. Asalkan Rara bahagia apapun akan aku lakukan. Jadi sebagai seorang kakak laki-laki nya satu-satunya, aku ingin meyakinkan sesuatu. Tolong jawab pertanyaan ku dengan jujur",lanjut Rio


"Baiklah"


"Bagaimana perasaan mu yang sesungguhnya terhadap Rara?"


"Aku benar-benar menyayangi dan mencintai Rara dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku tak ingin menjalin hubungan yang main-main dengannya. Aku ingin menikah dengannya. Untuk itulah Rara memintaku menemuimu",jawab Raya tegas

__ADS_1


Rio menatap tajam kearah Raya, dan Raya tak gentar sedikitpun menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.


"Untuk menikah, tidak bisa semudah itu. Biar nanti papaku saja yang menjelaskan padamu. Memang saat ini wali nikahnya adalah Papa, tapi ada hal lain yang harus kalian fikirkan sebelum menikah"


"Apa itu?",tanya Rio


"Sabarlah. Papa sedang dalam perjalanan pulang kesini. Aku tadi memintanya untuk pulang karena masalah kalian berdua ini bukan masalah main-main"


******


Satu jam kemudian Benny Hendrawan, papa Rio, datang. Dia menyalami tamu istimewa kepaonakannya itu. Lalu mereka bertiga menuju lantai dua, menuju perpustakaan.


"Jadi kamu yang bernama Raya Aditama?",tanya Benny


"Benar"


"Ya, benar. Itulah tujuanku kesini"


"Kamu sudah menceritakan, Rio?", tanya Benny pada Rio


"Mengenai masalah itu belum, Pa. Rio rasa Papa yang lebih pantas untuk mengatakannya"


Raya terdiam. Dia sangat penasaran dengan apa yang hendak mereka katakan. Ada apa sebenarnya, pikir Raya.


"Begini nak Raya, aku sebagai paman dari Rara memang berhak sebagai wali nikahnya. Namun ada orang yang lebih berhak lagi menikahkannya. Dia adalah ayah kandung Rara"

__ADS_1


"Ayah kandung Rara?"


"Benar. Ernest Van Hoeberg adalah ayah kandung Rara. Hanya saja dia berada jauh di Siberia. Hingga saat ini tak pernah kembali. Hubungan nya dengan Eliza tidak begitu baik. Bahkan sampai saat ini Rara tidak mengetahui kalau ayah kandungnya masih hidup",papar Benny


"Jadi maksud kalian sampai saat ini Rara tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya. Tidak pernah sekalipun bertemu dengan ayah kandungnya?"


"Ya, bahkan sejak masih dalam kandungan ayah kandungnya sudah membuang Rara dan ibunya"


"Tapi Rara berhak tahu siapa ayah kandungnya sebenar nya?!", ucap Raya


Semua terdiam. Hening sesaat memikirkan perkataan Raya.


"Aku sudah berkali-kali membujuk Ernest untuk kembali dan menemui Rara. Namun mendengar nama putrinya sendiri dia tak ingin. Ernest adalah orang yang keras kepala. Memang secara agama dia tak bisa menikahkan putrinya. Namun paling tidak jika kalian menikah dia bisa hadir memberikan doa restunya",lanjut Benny


"Maaf, apa maksudnya tidak bisa menikahkan putrinya, tadi?"


"Ernest beda keyakinan. Dia kembali ke keyakinan nya sebelumnya setelah meninggalkan Rara dan ibunya",jelas Benny lagi


"Papa harus mencari paman Ernest dan mengatakan hal ini padanya. Bagaimanpun juga Rara adalah anak kandungnya",pinta Rio.


"Yah,,... Aku akan coba mencari dia. Besok malam aku akan ke Siberia mencarinya. Sementara ini jangan ceritakan apapun pada adikmu, Rio. Paling tidak aku tahu dengan pasti apa keputusan Ernest"


"Baik, Pa"


Raya terdiam. Dia tak menyangka kalau calon istrinya mempunyai masa lalu seperih itu. Betapa menderitanya Rara karena masalah ini, pikir Raya dalam hatinya. Ada secuil luka gores dihati mengetahui perhal ini. Dia tak sampai hati melihat Rara menderita karenanya.

__ADS_1


******


__ADS_2