
"Hai, Ra ... ", Sapa Raya saat bertemu Rara di stasiun televisi.
"Ooh... Selamat siang, Pak Raya"
"Lama tidak bertemu. Bagaimana kabar mu?"
"Baik, Pak",jawab Rara tersenyum
"Sedang ada jadwal kegiatan?"
"Oiya, satu jam lagi ada jadwal live music di chanel dua"
"Aku senang kamu kembali ke dunia hiburan lagi"
"Terima kasih, Pak"
Sella datang mendekati Raya yang sedang mengobrol dengan Rara. Hatinya tidak terima kalau ada perempuan lain mendekati tunangannya.
"Hai, sayang... Sudah lama menunggu"
Sella langsung menggandeng tangan Raya, dan Raya yang risih melihatnya melepaskan pegangan tangan itu. Namun Sella tak mau melepaskannya, dia semakin erat memegangnya.
"Apa-apan ini. Lepaskan aku!",gertak Raya
"Kamu Rara, bukan?"
"Iya",jawab Rara
"Kenalkan, aku Sella. Tunangan Raya Aditama. Awal tahun depan kami akan menikah",Sella mengulurkan tangannya.
"Selamat atas pertunangan kalian, aku turut bahagia",ucap Rara membalas jabatan tangan Sella.
Raya terdiam, wajah nya pias. Hatinya bagai telah disayat oleh sebilah belati. Sakit rasanya. Dia tak ingin melepaskan Rara. Namun, dia tak bisa menolak permintaan Papinya.
"Aku harap nanti kamu bisa hadir dalam pernikahan kami"
"Baiklah. Terima kasih atas undangannya. Saya permisi"
Rara meninggalkan mereka berdua. Entah kenapa ada rasa sedih dihatinya mendengar Raya dan Sella sudah bertunangan.
******
__ADS_1
(Ruang ganti studio)
Rara menyandarkan tubuhnya dibalik pintu. Entah kenapa dadanya merasa sesak. Hatinya begitu sedih.
"Ada apa ini? Kenapa aku ingin menangis?"
Airmatanya tak dapat terbendung lagi. Dia sendiri tak tahu kenapa dia menangis. Namun perasaan yang dia rasakan saat ini benar-benar membuat tubuhnya bergetar hebat.
Tok ... Tok...
Cekreeeeekkk ...
Rara buru-buru menghapus airmatanya, saat seorang kru televisi mengetuk pintu.
"Maaf mbak Rara, setengah jam lagi On Air. Harap bersiap-siap"
"Baiklah"
Rara menuju tempat make up, sedikit touch up riasannya agar terlihat fresh saat tertangkap kamera.
Live music berlangsung selama satu jam. Rara merupakan salah satu bintang tamunya. Dalam keadaan hati yang sedang tak menentu saat ini Rara berusaha profesional. Dia tetap tersenyum sepanjang acara. Tetap menampilkan penampilannya yang terbaik.
Itulah yang disebut artis, mereka adalah penghibur yang harus menghibur penonton, walaupun hati nya sedang rapuh dan juga butuh seseorang untuk menghiburnya.
******
Sejak kejadian tadi siang, Rara merasa ada sesuatu di hatinya. Ada bagian kecil dari hatinya yang terasa perih dan sakit.
Dia menutupi wajahnya agar tangis nya tak terdengar.
"Apa ini?"
"Kenapa aku menangisi laki-laki itu?"
"Kenapa aku harus bersedih untuk nya?"
Drr.... Dr...
"Halooo..."
"Ra...!! Kamu kenapa?",ucap Janna di ujung telepon
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa! Aku baik-baik saja, Jan"
"Jangan bohong, Ra. Suaramu sengau begitu. Kamu habis menangis? Apa yang terjadi, Ra? Katakan padaku"
Ditanya seperti itu makin pecah tangisan, Rara. Dia menceritakan semuanya pada sahabatnya, Janna. Diujung sana Janna hanya tersenyum.
"Aku kira ada masalah apa, Ra. Cuma itu toh?!"
"Kok cuma sih, Jan. Aku serius lo ini. Aku ini tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Kenapa aku merasa sakit hati dengan perempuan itu?"
"Kamu sakit, Ra. Sakit parah?"
"Haahh... Yang bener, Jan. Sakit apa? Parah sekali kah?"
Hahahhahaa....
Janna tertawa. Betapa lugu nya sahabat nya satu ini.
"Kok malah ketawa sih?!"
"Kamu tu sakit. Sakit cinta, sayangku ... "
"Sakit cinta?",Rara mengerutkan dahinya
"Iya. Kamu sedang jatuh cinta. Pada laki-laki yang dulu paling kamu benci. Kamu sedang patah hati. Karena laki-laki itu sudah bertunangan dan akan segera menikah"
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"
"Bagaimana perasaan dia padamu?"
"Mana aku tahu! Kalau tahu aku tidak begini, Janna!"
"Kalau begitu, ungkapkan perasaanmu yang sebenarnya padanya. Selanjutnya ya terserah apa yang akan terjadi. Yang penting kamu sudah jujur dengan perasaanmu sendiri"
"Aku takut, Janna"
"Ya, kalau begitu untuk apa kamu menangis. Ikhlaskan saja dia bersama perempuan itu"
"Jannaaaaa..... ",rajuk Rara
Rara lemas mendengar closing dari Janna. Apakah harus seperti itu. Aaah... Dia binggung. Baru kali ini dia seperti ini. Rasa nya sangat tidak nyaman sekali.
__ADS_1
******