Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Kejujuran Masa Lalu


__ADS_3

"Ada apa, sayang. Kamu menangis? Katakan padaku ada apa?"


Raya panik saat dia menelepon Rara dan suaranya terdengar parau. Bahkan dia terisak saat Raya menanyakan apa yang terjadi.


"Tunggu disitu. Aku akan segera kesana!"


Tanpa pikir panjang Raya melarikan mobil nya menuju rumah keluarga Hendrawan. Raya memarkirkan mobilnya bersamaan dengan Rio sampai di rumah. Kedua lelaki itu turun dari mobil masing-masing. Raya bergegas menghampiri Rio.


"Apa yang terjadi dengan Rara?", tanya Rio


"Rara?", Rio mengerut alisnya


"Tadi aku menelepon nya. Tapi dia tak bicara apapun. Dia hanya menangis. Makanya aku bergegas kesini"


Rio tak menjawab pertanyaan Raya. Dia bergegas masuk kedalam rumah. Raya mengikuti langkah cepatnya. Mereka naik kelantai dua, melewati lorong disebelah kanan lalu menuju kamar pertama.


Tok .. tok...

__ADS_1


Cekreeeeekkk ...


Rio dan Raya menyerobot masuk. Mereka melihat Rara duduk dilantai di pinggir tempat tidur, matanya masih basah dan sembab. Raya memeluknya. Wajahnya pias, ada ketakutan dihatinya mengkhawatirkan keadaan Rara.


Rio melihat ponsel dan foto yang tergeletak di atas tempat tidur. Dia paham apa yang telah terjadi. Dia tak banyak bicara. Dia duduk bersisian dengan Raya dan Rara. Rio menghapus airmata yang ada dipipi adik kesayangannya. Dia tak bisa bicara apa-apa lagi, hati nya tak kuat melihat Rara menangis seperti ini.


"Minumlah", Raya mengambilkan segelas air agar Rara lebih tenang.


Rara mengatur nafasnya. Menguatkan hatinya.


"Kak Rio, aku mohon katakan padaku sejujurnya. Apa maksud semua ini? Siapa mereka?"


Rara mengambil ponsel dan foto tadi. Rio membaca isi email Rara lalu meletakkan ponsel itu diatas meja.


"Jangan bohongi aku lagi, Kak!"


Rio menarik nafas panjang. Mungkin ini adalah waktunya Rara mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


"Baiklah, Kak Rio akan mengatakan semuanya. Ini memang hak mu untuk mengetahui kebenarannya. Ayo ikut Kak Rio"


Rio mengajak mereka ke perpustakaan di pojok lantai dua. Dia membuka sebuah lemari besar. Didalam ada sebuah kotak kecil persegi. Dia mengeluarkan sebuah handycam lalu menghubungkannya kelayar televisi besar yang ada diruangan itu.


*****


Untuk adikku tersayang Starla Van Hoeberg


Matahari memang tak akan bersinar lagi pada hari-hari kami. Dan cantik nya rembulan malam tak akan menemani lagi kebersamaan kita. Saat kami membacanya mungkin kamu sudah dewasa dan mengerti artinya kehilangan. Sama seperti aku yang bersedih kehilangan hari-hari indah bersamamu. Tapi aku yakin kamu cukup mengerti pengorbanan kami untukmu, tak perduli apa yang terjadi pada keluarga ini, namun kamu tetap adik kecil kesayanganku. Aku berharap saat kamu mengetahui kebenaran ini, hatimu sudah cukup kuat untuk menerimanya, cukup tegar untuk bertahan walaupun seorang diri. Percayalah darah yang sama telah mengalir pada tubuh kita, itu tak akan memutus rasa sayangku padamu. Mungkin takdir Tuhan lebih mutlak untuk aku jalani. Sampai bertemu lagi di surga. Bidadari cantikku. Adikku tersayang. Starla Van Hoeberg (Rara Pratiwi).


******


Video itu berisi foto-foto bayi Rara bersama dua anak laki-laki bule yang ada di foto dalam kopee tadi. Russell Van Hoeberg dan Dave Van Hoeberg .


Rara menatap Rio penuh tanya. Rio paham arti tatapan mata adiknya itu.


"Russell Van Hoeberg dan Dave Van Hoeberg adalah Kakak tirimu. Anak kandung Ernest Van Hoeberg, ayah kandungmu dan Alexa Van Hoeberg almarhumah istri pertamanya"

__ADS_1


Raya dan Rara membelalak kan mata. Tidak percaya dengan apa yang di dengar nya dari Rio. Sebuah kejujuran masa lalu yang baru mereka ketahui.


******


__ADS_2