Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Si Tuan Muda Manja


__ADS_3

Keadaan Raya makin hari makin membaik. Dia sudah diperbolehkan pulang, tinggal menunggu masa pemulihan. Raya meminta Rara untuk tinggal di rumahnya sampai dia pulih. Roy pun juga tinggal bersama mereka.


"Habiskan makanan mu, biar cepat sembuh"


Rara dengan telaten menyuapi Raya yang bertingkah sangat manja.


"Ini susu hangat. Minumlah. Habis ini aku harus berangkat nanti aku terlambat",ucap Rara


"Apa?! Kamu tidak boleh pergi?!", Raya mulai manja pada Raya


Raya mendekap Rara dari belakang.


"Apa-apaan ini, Pak Raya. Malu dilihat orang!?"


Roy yang baru turun dari lantai dua melihat mereka sambil tersenyum. Wajah Rara tersipu malu dipergoki seperti itu oleh Papinya Raya.


"Kamu harus bersabar menghadapi anak ini Rara, dia memang sangat manja",ucap Toy tersenyum


Rara hanya tersenyum malu-malu.


Drr... . drr...


Pesan WhatsApp masuk dari Janna. Dia mengatakan sebentar lagi dia sampai di kampus. Hari ini Rara ada ujian di kampusnya. Dan dia tak boleh datang terlambat, kalau tidak dia tidak akan dapat nilai dari dosen killer tersebut.


"Pesan dari siapa?", tanya Raya menyelidik.


"Aku harus pergi. Nanti aku terlambat. Bahaya jadinya"


"Kami tidak boleh pergi",cegah Raya


"Kalau tidak berangkat sekarang aku bisa terlambat?!"

__ADS_1


"Kamu mau kemana, Nak?", tanya Roy.


"Hari ini ada jadwal ujian di kampus, kalau aku terlambat habis sudah"


"Ujian? Kampus? Kamu kuliah?",tanya Roy lagi.


Dia cukup terkejut mendengarnya. Begitu juga Raya.


"Iya. Tingkat dua, semester empat"


"Kenapa kamu tak cerita padaku?!",protes Raya.


"Karena bapak tidak tanya. Ya...ampun nanti saja wawancara nya, sudah mepet nih"


"Hans ...", panggil Raya pada asistennya itu.


"Ya, tuan muda"


"Tolong kamu antar Rara ke kampusnya. Pastikan dia tidak terlambat. Hati-hatilah"


Rara bergegas menaiki mobil. Hans mengantarnya menuju kampus tepat pada waktunya. Rara langsung masuki ruang kelas dan mulai ujiannya hari ini.


******


"Raya ...", panggil Roy


"Ya, Pi.."


"Papi ingin bicara serius dengan kamu. Ini pembicaraan antar lelaki"


"Baik, Pi"

__ADS_1


Raya duduk di sofa, bersisian dengan Papinya.


"Apa kamu serius menjalin hubungan dengan Rara?"


"Tentu, Pi. Raya tak pernah main-main terhadap Rara"


"Kamu tahu banyak perbedaan diantara kalian. Usia kalian terpaut jauh, dua puluh tahun. Dunia kalian juga berbeda. Dia seorang artis yang di puja banyak orang. Sedangkan kamu pengusaha sukses yang cukup mumpuni. Selain itu kalian juga dibesarkan didunia yang berbeda. Latar belakang keluarga yang berbeda. Kami harus bisa membimbing dia kelak",papar Roy


"Sebagai laki-laki kamu lah yang bertanggung jawab dalam keluarga. Papi ingin ini jadi yang pertama dan terakhir bagi mu. Apa kamu sanggup?", tantang Roy


"Raya sanggup, Pi. Raya sudah paham dengan semua konsekuensinya"


"Kalau memang tekadmu sudah bulat. Papi minta lamar dia. Dan kalian segera menikah"


"Menikah?",Raya terkejut


"Kamu tidak mau?"


"Mau!! Tentu saja Raya mau, Pi"


"Kalu begitu, lamar dia dan menikah bulan ini juga. Kalau tidak, lebih baik tidak sama sekali. Papi tunggu kabar baiknya"


"Baiklah, Pi. Terima kasih".


Raya tersenyum bahagia mendengar ultimatum Papinya itu. Tentu saja dia akan segera melaksanakan titah Papinya dengan senang hati. Karena inilah yang selama ini ia impikan. Menikah dengan Rara.


******


Pesan WhatsApp yang masuk ke ponsel Rara membuat perempuan manis itu terkejut.


"Tunggulah disana, aku akan menjemputmu, sayang"

__ADS_1


"Jemput? Dasar edan. Bukan dokter menyuruhnya istirahat malah mau menjemput. Dasar tuan muda keras kepala", batin Rara.


******


__ADS_2