
Hafidz tersenyum mendengar penuturan Fisha sekaligus mencubit kecil pipinya istrinya itu." dirinya begitu gemas bahkan begitu kagum dengan wanita itu, yang masih terlihat cantik walau baru bangun tidur
" Sayang bersih- bersih gih, liat tuh ilernya." ucap Hafidz tersenyum kecil menunjuk ujung bibir Istrinya
" Biariiin weeek."!! huuaaa.'"ucap Fisha sengaja menghembuskan nafasnya ke arah suaminya lalu beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi
" Ckckck." untung nggak bau sayang, kalau bau kan bahaya." bisa2 Abee pingsan nggak bisa sholat lagi." seru Hafidz terkekeh dengan tingkah istrinya itu
Tidak lama kemudian Setelah membersihkan diri dan mengambil air wudhu, kini keduanya telah selesai mengerjakan Kewajiban mereka masing2
**
Tanpa terasa waktu telah berlalu hampir setahun lamanya, begitupun usia pernikahan Hafidz dan juga Fisha yang sudah hampir setahun namun belum juga ada tanda2 adanya momongan
Dan kini keduanya telah menyelasaikan Studinya masing- masing, Hafidz dengan gelar masternya dan Fisha dengan gelar sarjananya, yang tinggal setahun lagi akan mengambil gelar masternya juga.
" Bang sudah hampir setahun lho kalian nikah, kapan nih kasih cucu buat mama dan juga papa."?? tanya Mama Rania setelah melihat anak dan juga menantunya tengah duduk santai diteras bersama kedua orang tua Fisha
" Sabarlah Maa,Insya Allah."!! ucap Hafidz
" Kurang Nancep kali Maa, makanya Fisha belum Hamil- hamil." seru Fisha spontan tanpa sadar Sehingga membuat Kedua orang tua belah pihak saling menatap dan tersenyum
" Apa sih sayang." kok gitu ngomongnya."?? ucap Hafidz dengan wajah memerah
" Kurang Lakii kali si Abang." makanya sampe sekarang Fidzah belum juga dapat ponakan."!! ucap Hafidzah cuek ikut mengompori
__ADS_1
" Hussst si adek apaan sih."!!sok tau banget."!! ucap Hafidz dingin kesal dengan Adiknya sementara Fisha dan lainnya hanya tertawa
" Makanya yang semangat donk bikinnya biar Mama dan juga Mama Nia cepat punya cucu
"!! ucap Mama Rania
" Emangnya Bikin Anak mainan."!! ucap Hafidz dengan wajah datar menahan malu dengan ucapan2 Mamanya
" Kurang sering kali bikinnya, kalau perlu tiap malam, biar cepat ada isinya."!! ucap Mama Nia ikut menimpali.sehingga membuat Hafidz salah tingkah
" Iyaa kali Maa, dengar Tuh Bie tiap malam bikinnya, bukannya sebulan sekali yaa biar cepat meleduk gitu lho."!!! seru Fisha terkekeh menatap suaminya yang wajahnya telah memerah
" Haaaaah."!!!! jadi kalian gitu2nya sebulan sekali."?? tanya Mama Rania serta yang lainya Kaget
" Owaaalah gimana cepat punya Anak kalau gitu, lebih sering dong." nggak sabar nih mama dan papa sudah kepengen nimang cucu." ucap Mama Nia ikut menimpali
" Hmmmm nanti buat Dedeknya tiap Hari." ucap Hafidz beranjak dari duduknya menuju kamar, Fisha yang sudah mengerti dengan sifat suaminya itu pun ikut beranjak menyusul suaminya
" Abie marah yaa."?? tanya Fisha yang sudah berada dikamar dan duduk disamping suaminya
" Abee nggak marah sayang, hanya pengen.siap- siap aja."!! ucap Hafidz
" Emangnya Abie mau kemana."?? tanya Fisha penasaran
" Mau ketempat tidur sayang, tadi katanya mau bikin Cucu buat Mamanya." Ayoo sekarang aja."!! ucap Hafidz yang telah bersandar ditepi ranjang dan menepuk tempat disampingnya
__ADS_1
" Hiiisss apaan sih Abie." jangan modus dech."!! seru Fisha menatap suaminya tajam
" Siapa yang Modus, beneran kok." ayo sini." tiap hari lho bikinnya." seru Hafidz membalas menjahili Fisha dan menatap wajah Fisha yang telah memerah menahan malu
" Nggak mau Aah." ucap Fisha
" Lho kok nggak mau." ayo sini.Dosa lho nolak suaminya." ucap Hafidz namun terkekeh dalam hati
"Mampuss guee." siang bolong gini lagi." malu bangeett." gumam.Fisha dalam hati
" Serius Bie.???tanya Fisha ragu- ragu
" Yaa iyalah sayang, masa bo'ongan." ucap Hafidz, ingin rasanya dirinya tertawa melihat ekspresi Istrinya yang telah duduk disampingnya sambil memejamkan matanya
Hafidz mendekatkan wajahnya di depan wajah Fisha lalu mengecup Kening dan juga pipi Istrinya itu sambil berbisik,.sehingga membuat wajah Fisha memerah setelah mendengar bisikan dari suaminya itu
**Seminggu kemudian Hafidz mengajak Fisha pergi Ke sebuah Rumah yang berdiri dikawasan Elite yang tidak terlalu Jauh dari Rumah kedua orang tua mereka
Setelah hampir sejam perjalanan keduanya Akhirnya sampai di Areal perumahan tersebut
" Woow ini Istana apa rumah sih." gede bangeet."!!Ini rumah siapa Bie."??? tanya Fisha kagum dengan kemegahan rumah itu
" Ini rumah kita sayang." ini Hadiah buat Istrinya Abee." seru Hafidz tersenyum melihat ekspresi istrinya
" What."!??? sejak kapan Abie beli rumah ini, kok Fisha nggak tau." ucap Fisha Kaget tidak percaya
__ADS_1
" Sebelum Abee ke Kairo sayang,Ini sudah lama Abee siapin buat bakal calon Istrinya Abee, jadi Sekarang rumah ini punya sayang." ucap Hafidz tersenyum yang melihat istrinya yang hanya melongo
" Serius Bie." Berarti Abie punya duit banyak donk." eeh tapi ngomong2 ini kes apa kredit nih."?? seru Fisha spontan sehingga membuat Hafidz terkekeh