Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 72


__ADS_3

Mendengar ocehan Fisha, kedua orang tuanya terbelalak kaget, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar


" Kamu nggak salah ngomong sayang."??? ucap mamanya kaget dan menatap Fisha tajam


" Iya beneran Maa, masa Fisha bercanda."!!! ucap Fisha


" Bukannya gitu sayang."!! masa iya wanita mau ngelamar pria.:!!! ucap Papanya tidak percaya


" Laah terus gimana, Ustadz ngomongnya gitu, Dia bakalan terima Fisha, kalau Fisha yang ngelamar."!! ucap Fisha menjelaskan


" Mana ada sayang." jaman sekarang cewek ngelamar cowok." jangan ngaco kamu."!! ucap Papanya dengan nada sedikit di Naikkan


"Terus gimana dong Paa, Fisha pengen Nikahnya sama Ustadz." ucap Fisha.lagi


" Ya kenapa nggak minta Ustadz aja yang ngelamar kamu, masa iya kamu ngelamar dia." atau jangan- jangan kamunya aja yang mau, tapi Ustadz aja nggak."!! ucap Papanya


" Iya sih Paa, tapi Fisha cinta sama Ustadz Hafidz."!!! seru Fisha dengan wajah lesu


" Kamu jangan malu - maluin papa sama mama dong." kamu ini anak semata wayangnya Papa dan juga Mama." ucap Papanya Lagi


" Pokoknya Fisha mau, Papa dan Mama lamarin Ustadz buat Fisha,!! kalau nggak sama Ustadz, mending Fisha jadi perawan Tua aja sekalian."!!! ucap Fisha dengan wajah sedikit dicemberutkan


" Ustadz itu nggak suka sama kamu sayang, kalau dia suka,dia.sendiri yang akan ngelamar kamu." bukannya minta kamu yang ngelamar dia." ucap Ibunya angkat bicara


Mendengar ucapan Ibunya, Fisha hanya terdiam merenungi setiap perkataan ibunya yang memang masuk di akal.

__ADS_1


" Sayang, kalau Ustadz memang jodoh kamu, pasti dia akan datang buat ngelamar kamu, bukannya kamu yang ngelamar dia, coba dipikirkan lagi." ucap Ibunya memberikan nasihat


" Sudah lebih baik kamu istirahat,nanti kita bicarakan lagi."!! ucap Ibunya lagi dan disambut anggukan oleh Fisha


Setelah berdebat dengan kedua orang tuanya, Fisha beranjak dari duduknya menuju kamar, sementara kedua orang tuanya masih Memikirkan apa yang direncanakan anaknya


" Bener- bener tuh anak, masa iya kita mau ngelamar Ustadz."!! ucap Papanya tidak habis pikir dengan kemauan anaknya


" Terus kita gimana Pak, kalau anak kita itu.masih kekeh dengan keinginannya."? tanya Mamanya bingung


" Ya apa boleh buat, Papa akan ketemu dengan orang tuanya dan membicarakan Hal ini." ucap Papanya lagi sesekali memijit kepalanya


" Huuu'uuum." ya sudah Pak, kita istirahat aja." ucap Mamanya beranjak kekamar di ikuti suaminya


Keesekon Harinya, sebelum kekampus Fisha sarapan bersama kedua orang tuanya,


" Ya Fisha kan, baru coba- coba aja Maa, nanti aja dech pakai hijabnya, kalau dah merit sama Ustadz." Heheehee." seru Fisha tertawa di ujung kalimatnya


" Pakai hijab aja, belum tentu Ustadznya Naksir apalagi kalau pakai baju kayak gini, entar Ustadznya nggak nengok- nengok lho." ucap Mamanya bercanda


" Seenggaknya Maa, Fisha ingin Ustadz suka sama Fisha apa adanya,. dan Fisha nggak mau pakai hijab hanya karena ingin disukai sama Ustadz." jadi biar aja gini dulu." seru Fisha menyudahi sarapannya


" Fisha pamit ya Maa Paa." ucap Fisha menyalami kedua orang tuanya dan bergegas keKampus, sementara kedua orang tua itu hanya menggelengkan kepala dengan tingkah anaknya


Sementara Hafidz dan Hafidzah telah lebih dulu kekampus dan sedang berdiri di Halaman bersama Nana dan Juga Hanan

__ADS_1


"Fisha kok belum nongol- nongol Ya, kemana tuh anak." seru Nana menengok ke arah Parkiran kampus


' Iya tumben Banget ya, K Fisha belum Nongol." ucap Hafidzah ikut berkomentar


Beberapa menit kemudian, orang yang ditunggu pun muncul, semua mata tertuju ke arah Fisha yang terlihat seksi hari itu,dirinya berjalan ke arah Nana dan yang lainny.sehingga membuat mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat


"Jilbabnya kemana nih."?? aku kira kemarin sudah benar- benar insyaf..eeh ternyata" seru Nana tidak percaya dengan yang dilihatnya sementara Hafidz dan Hanan yang melihatnya lansung membuang wajah.


" Kan masih coba- coba, gerah soalnya."!! ucap Fisha cuek dan memperhatikan Hafidz yang sedari tadi membuang wajahnya ketempat lain tidak mau menatap Fisha


" Astagafirullah dek Fisha, kenapa kamu berpakaian seperti itu."!! gumam Hafidz dalam hati


" Haii Ustadz apa kabar."??.sapa Fisha


" Seperti yang Dek Fisha liat." ucap Hafidz dingin


" Saya permisi dulu." ucap Hafidz yang masih tidak menatap Fisha melangkah.


" Ustadz tunggu, saya mau ngomong."!! ucap Fisha melihat Hafidz yang akan pergi


" Ada apa"?? tanya Hafidz dingin dan tak mau menatap Fisha


" Ustadz kenapa sedari tadi, tidak mau menatap saya, apakah saya begitu buruk."?? sehingga Ustadz nggak mau ngelihat saya."?? seru Fisha yang berjalan ke arah Hafidz yang masih membelakanginya


"Saya nggak ada Hak, buat melihat tubuh seorang wanita yang tidak halal bagi saya." ucap Hafidz dingin

__ADS_1


" Kan sebentar lagi, Saya akan ngelamar Ustadz."!!.seru Fisha dengan wajah cerahnya


__ADS_2