Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 45


__ADS_3

Melihat Fisha yang berdiri kebingungan, Evan menatapnya heran.


" Kamu kenapa Fisha, kok diam aja."?? tanya Evan menyentuh pundak Fisha


" Nggak pp kok."!! lirih Fisha lesu


"Hmmm aku tinggal yaa." aku mau nyamperin Nana dulu." ucap Fisha menunjuk ke arah Nana yang sedang bermain air ombak


" Naa kita berenang yuuk." ajak Fisha menghampiri Nana


" Malees Fish," oh iya tadi aku liat Vanya dekatin Ustadz kamu tuh." ngapain dia."?? tanya Nana


" Hmmm iya nich." kayaknya aku selama disini punya banyak saingan dech." keluh Fisha dengan wajah lesunya


" Maksudnya."?? tanya Nana menautkan kedus keningnya


" Vanya jatuh cinta juga sama Ustadz, kayaknya kesempatan aku buat ngerebut hatinya Ustadz semakin kecil.


" Apalagi si Hana, dia kan cocok banget sama Ustadz Hafidz, udah cantik solehah, pake jilbab besar lagi, nggak kayak aku.".keluh Fisha sendu


Nana melihat kedalam mata Fisha, terbesit ada duka disana yang berusaha dia tutupi dengan tingkahnya yang jaim..


" Duuuh sayangku, my sweety, tapi ada satu yang nggak dia punya..." ucap Nana menjeda kalimatnya tersenyum menyentuh wajah sahabatnya itu

__ADS_1


" Apaan tuh."?? tanya Fisha dengan wajah sendu


" Panggilan khusus Ustadz ke kamu." dan tentunya yang lebih penting adalaaah punya sahabat kayak aku." ucap Nana merangkul pundak sahabatnya itu


" Bisaa aja."!! tapi makasih ya sudah jadi sahabat aku selama ini."


" Oh iya maksud kamu dengan panggilan khusus Ustadz ke aku itu apa."?? tanya Fisha


" Kamu sadar nggak sih selama ini, Ustadz manggil kamu apa.'?? tanya Nana


"Hmmm, dek Fisha, mangnya kenapa."?? tanya Fisha bingung


" Naah itu dia."!! kalau dipikir kita- kita kan seumuran sama kamu, dari Hana sampai ke aku, itu umurnya sama."!! kenapa Ustadz manggil kita namanya doang., sedangkan kamu sendiri dipanggil dek Fisha, terdengar mesra tauu." ucap Nana menjelaskan


" Huuuumm." kalau dia memang punya perasaan ke aku, seenggaknya dia beri aku penjelasan, agar aku tau dia juga suka sama aku." ucap Fisha


" Iya juga sih." tapi Fisha aku yakin dia bakalan jodoh kamu." hanya butuh kesabaran aja." jangan mudah menyerah ya My Wonder women." ucap Nana lagi


" Oh iya Fish, menurut kamu k Hanan itu gimana."?? tanya Nana malu- malu


" Whaaat."??? ada angin apa nih nanya- nanya k Hanan.? Jangan- jangan... Huummm." seru Fisha tersenyum mencoba menggoda Nana yang tersipu malu


" Apaa sih." kenapa tuh liatnya kayak gitu "?? tanya Nana melihat ke arah Fisha yang tengah tersenyum geli

__ADS_1


" Haaah akhirnya Sahabatku ini keluar juga dari pertapaannya." seru Fisha meledek


" Haaaiiss memangnya aku pendekar Sibuta Dari Goa Hantu apa."?? ujar Nana mendengus


" Haaaahaa memang iya." ucap Fisha sambil berlari di atas air


Keduanya berkejar- kejaran dipantai seperti anak kecil , sesekali keduanya saling menyiram dengan air laut


" Subbhanallah, alangkah indahnya pemandangan yang terjadi dihadapanku ini" gumam Hafids lirih memperhatikan Fisha yang berlari- lari sambil tertawa bersama Nana


" Astagafirullah hal aziim." apa yang aku pikirkan." ampuni Hamba Ya Allah." ucap Hafidz lirih yang tersadar dengan ucapanya sendiri


Sekilas tergurat senyum dari wajahnya, tampa menyadari Hafidz sedari tadi memperhatikan dirinya yang tersenyum sendiri


" Alangkah indahnya ketika cinta itu telah di Halalkan,menyelipkan cinta dan senyuman untuk orang yang belum Halal itu, adalah sesuatu yang teramat sangat menyakitkan hati."


"Mengganggu ketentraman jiwa, sehingga tidurpun menjadi tak lena."Bayangan si empunya cinta senantiasa menari- nari dipelupuk mata, dan Sholat malam lah yang akan menjadi tempat tumpuan keluh dan kesah," di akibatkan cinta terpendam yang tak mampu di ungkapkan." Apakah kamu merasa bahagia dengan perasaan seperti itu Fidz,"?? tanya Hanan tiba- tiba setelah menyelesaikan kalimat nya


" Aku hanya Manusia biasa yang diciptakan untuk mencintai Allah melebihi dari apapun."kalaupun rasa yang terpendam itu sangat menyakitkan, biarlah aku sendiri menanggungnya," ucap Hafidz dengan wajah dinginnya


" Tapi Fidz..."


" Sudahlah Naan, nggak usah dibahas." kalau dia memang jodohku, Allah akan memberikan dia padaku dengan CaraNya sendiri." ucap Hafidz

__ADS_1


__ADS_2