Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 29


__ADS_3

Hafids merenungi kembali segala ucapan2 Hana." tampa menyadari Hana yang memperhatikan dirinya tengah tersenyum ke arahnya..


" Mikirnya ntar aja kali Stad." masak saya di anggurin ditinggal ngelamun sendiri." ucapan Hana membuyarkan kembali lamunannya


" Eeh maaf lupa."!! ternyata masih ada kamu disini." Ucap Hafids menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Huu"uum nggapp kok." ooh iya ustad." setelah wisuda nanti." mau lanjut studi S3 yach."?? tanya Hana


" Belum kepikiran." entar aja mikirnya." kamu sendiri."?? tanya Hafids


" Belum kepikiran juga ." pengennya sih masuk kelas Fast track., biar sekalian jalan." ucap Hana


" Naah itu bagus." kenapa nggak ikut aja." biar sekalian jalan S1 sama S2 nya." kalian kan tahun depan masuk semester 7.cuma 5 tahun aja udah bisa lulus S1 sama S2 nya."ucap Hafids


" Ustad mah enak." Cerdas,"!! IPK nya aja hampir 4." jadi wajar aja ustad bisa lolos masuk kelas percepatan." Nah saya.?? IpK aja dibawah standar." Keluh Hana


" Yaa caranya belajar sungguh- sungguh dan intinya aktif dalam perkuliahan.' biar cepat kelarnya." Ucap Hafids memberi masukan


" Dengar- dengar sih Fisha mau ikut Kelas Fast Track juga." wajar sih." orangnya cerdas kayak Ustad." IP nya aja semester kemarin 3.90." Ucap Hana mengagumi kecerdasan Fisha


Mendengar ocehan Hana tentang Fisha, membuat Hafids teringat kembali akan Fisha" yang entah sampai kapan akan menghindarinya seperti itu


" Kamu pasti bisa juga kok." semangat donk."!! Ucap Hafids menyemangati Hana dan mengalihkan pikirannya terhadap Fisha

__ADS_1


" Terimah kasih Ya Ustad atas dukungannya." ya sudah saya permisi dulu." Assalamualaikum." ucap Hana pamit dan meninggalkan Hafids yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri..


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. setelah melaksanakan sholat ashar. " mereka berkumpul di Rumah Pak Kades sesuai dengan kesepakatan.


" Assalamua'alaikum semuanya." sapa Hafids membuka pertemuan mereka


" Waalaikum' salaam." jawab mereka serempak


" Begini." sebentar malam." dilapangan Desa akan dilaksanain kegiatan rutin desa." kira2 kitanya bagaimana."?? ucap Hafids meminta pendapat


" Apa kita ikut berpartisipasi atau hanya sekedar jadi penonton."?? tanya Hafids lagi


" Sebaiknya kita kita ikut aja Ustad." disinilah tugas kita." kita terjun langsung pada kegiatan itu." agar suatu saat kita nggak kaku ketika kita akan mempraktekannya ditempat kita nanti." ucap Fisha yang akhirnya membuka suara


Semua mata tertuju kearahnya yang duduk dibelakang antara Nana dan Hana tampa memperlihatkan wajahnya


" Hmmm gimana ada pendapat yang lain."?? tanya Hafids sambil melirik sekilas ke arah Fisha yang menyembunyikan wajahnya dibalik jilbab..


" Kita setuju aja ustad ,apa yang dikatakan Fisha tadi." menurut saya itu bagus." biar kita lebih mengenal lagi tradisi yang ada didesa ini." ucap Zaki membuka suaranya


" yang lainya gimana??? tanya Hafids meminta kepastian


" kita setuju ustad." ucap mereka serempak

__ADS_1


" okey jadi keputusan akhirnya." kita ikut partisipasi. dan sebaiknya sebentar sesudah isya kita sudah berada dilapangan..


" Dan buat yang lainnya." jangan lupa untuk.mengambil beberapa dokumentasi." ucap Hafids


" Ada.pertayaan.??? tanya hafids


" Enggak ada Ustad." ucap mereka serempak


" Yaa Sudah kalau tidak ada pertanyaan, sebaiknya kita bubar dan menyiapkan diri untuk sebentar nanti." ucap Hafids menutup pertemuan


" Tapi sebelum bubar, yang punya tugas bagian koordinasi masyarakat segera menjalankan tugasnya."Ucap Hafids menatap ke arah Hanan


" Siap Boss. "!! seru Hanan tersenyum jenaka


Setelah pertemuan mereka bubar dan balik ketempat masing2. Hanya tinggal Nana, Fisha dan Hafids ditempat itu..


" Dee Fisha sebentar." panggil Hafids setelah melihat Fisha yang akan beranjak masuk kedalam rumah


" Ada apa Ustad."?? tanya Fisha pura- pura cuek. "


Sesungguhnya dirinya sudah tak tahan lagi menanggung kerinduan ingin menatap lebih lama wajah lelaki yang kini ada didepannya itu." tapi karena sikap gengsinya yang tinggi. dia enggan untuk memperlihatkan semua itu..


" Saya pengen ngobrol sebentar."!! ucap Hafids

__ADS_1


" Maaf Ustad, saya sibuk."!! ucap Fisha berbohong dan berlari masuk kedalam rumah


mendengar ucapan Fisha yang menolak mengobrol dengannya membuat hati Hafids kecewa." sementara dikamarnya Fisha berlonjak - lonjak kegirangan karena hafids telah menyapanya dirinya


__ADS_2