Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 44


__ADS_3

Hafids masih terjaga disepertiga malam, Matanya sangat sulit untuk dipejamkan,Hatinya gundah gulana,"hanya terdengar tarikan nafasnya yang menderu..


" Astagafirullah hal aziim, Ya Allah kenapa mata ini sulit untuk dipejamkan."!! gumam Hafids lirih memaksakan menutup matanya


" Ada apa dengan ku."?? hati ini sangat perih rasanya." terus kenapa bayang2 gadis itu bersama pria lain selalu memenuhi pikiranku."?? keluh Hafids bangun dari tidurnya dan duduk ditepi ranjang


Sudah dua jam lamanya Hafids termanggu sendiri ditepi tempat tidur, dirinya kemudian beranjak melangkah kekamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat malamnya


Disela sholat malamnya Hafids mencurahkan segala kegundahan hatinya pada Sang Khalik


"Ya Allah berilah hamba petunjuk tentang apa yang hamba rasakan ini." jikalah rasa ini untuk orang yang bukan jodohku, maka tenangkan hati ini, namun bila sebaliknya, maka jagalah hati ini sampai waktu yang Engkau tentukan." Ucap Hafids dalam doanya


Setelah menyelesaikan Sholat malamnya, Hafids melanjutkannya dengan melantunkan Ayat2 suci Al- Quran." Hanan yang mendengar Lantunan ayat2 suci itupun terbangun dan bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat malamnya...


Keesokan Harinya Mereka semua berjalan- jalan menuju Pantai untuk menikmati Udara pagi


" Assalamualaikum Ustaad." Sapa Vanya mendekati Hafids yang sedang duduk ditepi pantai


" Waalaikum salaam" Jawab Hafids


" Boleh duduk disini."?? tanya Vanya


" Silahkan, ini milik umum kok."!! ucap Hafids datar mempersilahkan Vanya untuk duduk


" Hmmmm, besok lusa Ustad balik kekota yach."?? tanya Vanya


" Insya Allah." ucap Hafids singkat

__ADS_1


" Kenapa nggak tinggal disini dulu sebentar, kitakan belum terlalu saling mengenal" ucap Vanya mengutarakan maksud hatinya


" Maksudnya."?? tanya Hafids tidak mengerti


" Saya ingin Ustad tinggal disini lebih lama." biar kita saling mengenal." ucap Vanya


Mendengar pernyataan Vanya, Hafids hanya terdiam kaku tampa ekspresi


" Whaat."?? O.M.G maksud kamu apaan."?? tanya Fisha tiba2 yang sudah berada di hadapan mereka, menatap ke arah Vanya dan berpindah menatap Nanar ke arah Hafids


"Ya maksudnya, Aku ingin Ustad tinggal disini, karena aku cinta sama Ustad." ucap Vanya terus terang


" Jangan mimpi dech."!! Ustad itu calon suami aku tauu" iy kan Ustad sayang."?? ucap Fisha bergelayut manja di Lengan Hafids.


" Astagafirullah hal aziim".Hafids terkejut bukan kepalang, wajahnya memerah menerima perlakuan Fisha yang seperti itu, matanya melotot menatap ke arah Fisha dan hanya dibalas senyuman oleh Fisha


" Ya iyalah." ucap Fisha lagi melepaskan tangannya dari lengan Hafids


" Aku tuh Nanya nya ke Ustad, bukannya ke kamu." paham."!! ucap Vanya


" Jawab jujur Ustad."ucap Vanya lagi


" Tidak ada yang perlu saya jawab."!! ucap Hafids dingin


" Kalau Fisha memang calon istrinya Ustad, kenapa nggak jujur aja."?? atau jangan2 Fisha memang bukan calon nya yaa." ucap Vanya melirik ke arah Fisha


mendengar ucapan Vanya, Hafids hanya tertegun, bingung sendiri. entah apa yang harus dijawabnya

__ADS_1


" Ya sudah kalau memang Ustad nggak mau jawab." berarti Ustad memang nggak ada hati tuh sama Fisha ya kaan."?? ucap Vanya


" Lagian Fish, kamu kan dekat banget tuh sama Evan, kenapa nggak sama dia aja."?? tanya Vanya


Mendengar Nama Evan di cocokkan dengan Fisha, Hafids merasa ada yang aneh dihatinya


" Astagafirullah, ada apalagi dengan hati ini" keluh Hafids dalam hati


" Haaii Fish." sapa Evan tiba- tiba sudah berdiri dihadapannya


" Eeh Evan." disini juga."?? tanya Fisha


" Iyyaa." tadi aku kerumah Pak Kades nyari kamu."tapi kata ibu Marni kalian disini


" memangnya ada apa."? kamu nyariin aku." ?? tanya Fisha


" Ya pengen ketemu kamu." aku kangen sama kamu." semalam aja, aku nggak bisa tidur karena mikrin kamu."


" Aku cinta sama kamu Fisha." ucap Evan jujur


Hafids yang mendengar pernyataan cinta Evan ke Fisha, hanya terdiam kaku." wajahnya memerah menahan segala kesakitan yang dirasakannya saat ini..


" Saya permisi dulu." ucap Hafids pamit melangkah meninggalkan ketiga orang itu dengan tatapan keheranan melihat perubahan diwajah Hafids yang tidak seperti biasanya.


Hafids berusaha menutupi perasaanya, dirinya sudah tak sanggup mendengar kalimat2 cinta Evan untuk Fisha


" Astagafirullah hal aziim, Kenapa sesakit ini yang hamba rasakan.Toloong hamba ya Allah, hilangkan sakiit dari hati ini ya Allah." keluh Hafids menepuk- nepuk dadanya sendiri

__ADS_1


Sementara Fisha ikut terdiam mendengar kejujuran Evan." Entah apa yang harus dijawabnya.":dia takut jawabannya akan menyakiti hati laki- laki itu


__ADS_2