Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 105


__ADS_3

Setelah pamit Sebentar Fisha berjalan menyusuri Halaman Pesantren yang sudah ramai dengan para tamu undangan yang merupakan Alumi dari Pondok Pesantren tersebut


Mata Fisha masih sibuk mencari sosok suaminya, namun tak terlihat dimana- dimana sehingga dirinya memutuskan untuk bertanya pada salah satu Ustadz yang kebetulan di kenalnya


" Assalamualaikum Ustadz." sapa Fisha tersenyum


" Waalaikum salam Fisha kamu sudah datang rupanya, bagaimana kabarmu."??tanya Ustadz Fattah


" Seperti yang Ustadz liat donk." saya datang bareng teman Ustadz soalnya saya takut entar diculik." Heeehee."!! ucap Fisha tertawa


" Kamu nih bisa aja."!! oh iya, terus kamu mau kemana nih."..? dari tadi saya perhatikan seperti mencari seseorang."? tanya Ustadz Fattah


" Benaar banget Ustadz." saya lagi nyari Ustadz ganteng yang kegantengannya nggak pernah pudar sepanjang waktu." Ustadz liat nggak."???? tanya Fisha Antusias


" Hmmmm Ustadz ganteng disini sih banyak, salah satunya ada didepan kamu."!! tapi kalau yang kegantengannya nggak pudar sepanjang waktu seperti yang kamu bilang..hmm."?? ucap Ustadz Fattah nampak berpikir mencari tau siapa sebenarnya yang dimaksud oleh Fisha


" Yang kamu cari Ustadz Almeer yaa."?? tanya Ustadz Fattah tiba- tiba setelah lima menit berpikir


" Waaah Ustadz Hebaat, kok tau saya nyari Ustadz Almeer."?? Ustadz punya Ilmu batin ya."?? tanya Fisha sekenanya


" Nebak aja."!! Ustadz Almeer kan emang sedari dulu ganteng."!! oh iya kalau kamu nyari dia, tinggal lurus aja dia di kantor sama Hannan dan Kyai Imran." ucap Ustadz Fattah sembari memohon diri melanjutkan tugasnya

__ADS_1


Setelah berbicara panjang lebar dengan Ustadz Fattah, Fisha melanjutkan misinya untuk mencari keberadaan suaminya. sekarang dirinya begitu khawatir, takut suaminya akan tergoda dengan wanita masa lalunya itu


Fisha melototkan matanya, ketika melihat didepan sana, suaminya sedang berbicara berdua dengan seorang gadis. wajahnya memerah menahan cemburu dan juga kekesalan


" Haaaiiis nggak tau malu banget tuh cewek." enaak aja mau sosorin laki gue." emangnya cowok didunia ini dah habis yaa, makanya mau nempelin suami gue." nggak bisa dibiarin nih.!! seru Fisha pelan sembari berjalan mendekati mereka


" Abiee."!! panggil Fisha tiba- tiba sehingga membuat Hafidz dan Davina terkejut melihat Fisha yang telah berjalan ke arah mereka


Hannan yang kebetulan sedang berdiri tidak jauh dari mereka pun ikut terkejut dan Khawatir akan terjadi perang diantara mereka


" Heyy Sayang,"!! sayang disini juga."?? tanya Hafidz sembari mengecup sekilas Pipi Istrinya, sesungguhnya dirinya sekarang sangat takut, kalau Istrinya berpikir buruk terhadapnya


"Vin kenalin dia AFisha istri saya dan Sayang Dia Davina teman Abee."!! ucap Hafidz berusaha mencairkan suasana


" Fisha tau kok, dia kan Mbak Davina teman Abie sewaktu sekolah yang nulis surat cinta buat Abie.' " Seru Fisha sehingga membuat wajah Davina memerah


" Iya benar saya menulis surat cinta buat Almeer dan berjanji akan menemui dia lagi dan mengatakan yang sebenarnya apa yang saya rasakan selama ini


" Aku mencintai kamu Almeer dari dulu sampe sekarang, dan itu tak pernah berubah, aku harap kamu mau membalas perasaanku" ucap Davina tiba- tiba


" Whaaat nggak salah dengar nih, pede banget dia bilang cinta sama laki gue."!! dikiranya aku ini patung comberan kali ya." gumam Fisha dalam hati

__ADS_1


" Duuuuh Mbak yang cantik tapi lebih cantik aku yaa, sorry nih Mbak, Almeer yang ini sudah beristri yaa, Mbak sih datangnya telat," Ustadz Almeer mana tahan dengan godaan dari wanita cantik kayak aku." seru Fisha sehingga membuat Hafidz terkekeh


" Maaf ya adek kecil, yang aku minta jawaban Almeer bukan kamu." Aku siap jadi Istri kedua kamu kok Meer."!! seru Davina menatap Hafidz dalam dan melirik Fisha tajam


" Shiit enak aja" kecil- kecil gini udah punya laki kaleess dan lakinya mau direbut lagi sama Mbak." seru Fisha sarkas


" Maaf Vin." saya nggak ada niat buat nambah istri, hanya dengan dia saja sudah cukup buat saya Bahagia." ucap Hafidz


" Tapi Aku juga ingin bahagia sama kamu Meer."!! aku ingin hidup sama kamu Meer." aku sangat mencintai kamu."seru Davina yang masih kekeh dengan keinginannya


" Si Mbak budeek yaa."??? suami gue itu nggak mau lagi nambah istri."!! entar kalau nambah istri jatah bulanan gue kurang lagi.


" dan satu lagi ya biar mbak tau, untuk dapetin cintanya butuh perjuangan dan doa Mbak, sampai- sampai saya harus mengurung diri dipenjara suci ini Mbak berbulan- bulan lamanya." dan sekarang Mbak datang hanya untuk ngerebut suami saya?? enaak benar hidup Mbak ya." nggak berjuang sama sekali dan dateng- dateng maksa pula."!! ucap Fisha panjang lebar terbawa emosi menatap tajam ke arah Davina


" Okey mungkin sekarang aku nggak bisa dapetin Hati Almeer, tapi kelak aku akan ambil lagi cintaku yang telah kau rebut itu."!! seru Davina berlalu meninggalkan mereka berdua


" Shiit "!! kayak nggak punya urat malu aja." maunya suami orang,."!! huuuuh dasar Perawan tua."!!! seru Fisha melampiaskan emosinya


" Heeyy..heeyy sayang liat Abie, jangan emosi kayak gitu Aah, apapun yang terjadi, Abee hanya akan punya sayang disamping Abee, nggak ada lagi wanita lain yang berhak bersandar disini." ucap Hafidz memeluk Fisha dengan erat berusaha menghilangkan emosi istrinya itu


" Ekheem..ekheeem." entar sampai dirumah aja, puas- puasin tuh pelukannya." aku jadi kepengen cepatan nikah kan jadinya." seru Hannan tiba- tiba yang sebenarnya telah lama memperhatikan mereka

__ADS_1


__ADS_2