Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 22


__ADS_3

Ibu Marni bingung melihat keduanya yang terdiam lesu tanpa kata..


" Kalian kenapa"?? tanya Ibu Marni menatap ke arah keduanya


" Enggak ada apa- apa kok Bu."!! hanya kaget aja dengar pertnyaan Ibu."!! ucap Fisha


" Sudah , enggak usah dipikirin, "kalau jodoh nggak akan kemana kok." ucap ibu Marni memahami


" Sekarang, daripada kalian diam dan wajahnya ditekuk kayak gitu, mending kita anggkat makanan ini kedepan." titah Ibu Mari


" Siiiip dech."ucap Fisha dan Nana bersamaan sambil mengangkat makanan kemeja depan


Setelah semuanya beres, keduanya berdiri didepan rumah ditepi jalan melihat warga yang lalu lalang, sesekali tersenyum ke arah mereka


" Selamat pagi Paaaak ...Buuu." sapa Fisha dan Nana berbarengan


" Selamat pagi juga Eneeng- eneeng yang Cantik."balas Ibu- Ibu yang disapa oleh keduanya tadi


"Mau kemana Buu."?? tanya Fisha


" Kita mau kekebun Neeng." metik cengkeh." ucap salah satu Ibu


" Ooh Iyaa, hati- hati Buu." ucap Fisha melambaikan Tangan


Setelah mengobrol panjang lebar dengan beberapa warga keduanya Balik kedalam rumah


" Buu kita pamit mau ke Balai dulu." ucap Fisha berpamitan

__ADS_1


" Kalian enggak sarapan dulu."?? tanya Ibu Marni


" Entar aja Buu" tanggung sudah jam 9." entar teman2 protes lagi, kita jam segini belum nongol2 juga." ucap Fisha


" Oh iya entar, di ajak juga teman2nya kesini buat makan siang".!! ucap ibu Marni


" Okey dech Buu." senangnya punya Ibu Kades kayak gini." ucap Fisha dan Nana Kompak


" Kalian nih bisa aja.".!! ucap Ibu Marni membelai wajah Fisha dan Nana bergantian


" Ibu berasa punya dua anak gadis aja."!! seru Ibu Marni lagi merasa senang dengan kehadiran keduanya dirumah itu


" Anggap aja kita ini anak Ibu, yaa kan fish."?? ucap Nana melirik ke arah fisha


" Benar bangeet."!! Ibu enggak nyesal kok punya anak kayak kita." secara kita kan cantik."!! ucap Fisha dengan tampang manisnya


" Anak- anak sekarang, Narsisnya minta ampun" tapii, beneran cantik sih."ucap Ibu Marni lirih setelah melihat keduanya keluar


Keduanya berjalan kearah Balai, dimana teman- teman mereka sudah lama berkumpul menunggu kedatangan mereka


"Duuuh.." Tuan Putri baru nongol aja".!! seru Sinta yang melihat keduanya baru datang


"Enggak usah sirik kali yaa".ucap Fisha cuek


" Siapa yang sirik coba." hanya ngasih tau aja." kita kesini tuh mau ngapain," bukan buat Tepos atau nyantai."!! ucap Nana sewot


" Hadeuuh"!! seraah dech." malees gue nanggapin orang nyinyir kayak elo." Baaaii."!! ucap Fisha melangkah meninggalkan Sinta

__ADS_1


" Haiii Fish". dari mana aja"? kok baru kelihatan."!!tanya Evan yang kebetulan bergabung bersama mereka


" Heii kamu disini juga rupanya" kita barusan dari rumah." habis bantu- bantu Ibu Kades." ucap Fisha


"Ooh gitu." BeDewey ni siapa,? kok baru lihat."?? tanya evan lagi menatap ke arah Nana


" Ooh kenalin Saya Nana" ucap Nana langsung memperkenalkan dirinya sendiri


" Saya Evan." ucap Evan menjabat tangan Nana


" Kalian ngobrol dulu yaa." aku mau nyamperin Ustadku tersayang dulu." bisik Fisha ketelinga Nana dan di angguki oleh Nana


" Van aku tinggal dulu yaaa." ucap Fisha melangkah ke arah Hafids yang tengah serius dengan kertas- kertas yang ada ditanganya meninggalkan Evan dan Nana yang masih mengobrol


" Selamat pagi Ustadku yang tampan." sapa Fisha duduk tepat dihadapan Hafids


" Ucapin salam kalii dee fisha." kita sesama muslim loh."!! ucap Hafids yang masih sibuk dengan kertasnya menebak suara yang menyapa dirinya tampak melirik sedikitpun


" Kok tau aku Fisha," kan ustad nggak liat."!! tanya fisha penasaran


" taulaah.. siapa lagi coba yang berani nyapa kayak gitu."!! ucap Hafids tampa melirik


" Oooh berarti maksud Ustad." suara aku sudah tersave dengan rapi yang di pikiran Ustaad."!! ucap Fisha menggoda Hafida


"iyaa bener ,"suara dee Fisha sudah tersave dengan baik dipikiran," jadi kalau suatu saat saya hilang ingatan, suara dee Fisha yang pertama akan ter blacklist dari pikiran saya." terhapus tanpa sisa."ucap Hafids cuek


" Ooh jadi gitu." saking enggak sukanya Ustad ama aku yaa." sampe segitu ngomongnya." ucap Fisha berusaha menahan sesak didadanya

__ADS_1


__ADS_2