Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 50


__ADS_3

Melihat Ekspresi wajah Hafidz yang sedemikian rupanya ,Hanan tau apa yang harus dilakukannya sekarang ini,.sejenak berpikir lalu menatap Tajam ke arah Hafidz.. menelusuri apa yang diinginkan oleh sahabatnya itu..


" Eekheem rupanya ini sudah larut, kami harus pulang dulu" Ucap Hanan mengalihkan suasana yang sedari tadi berhawa dingin dan tegang


"Cepat banget pulangnya, masih jam 10 lho."!! ucap Mirza


" Iya Mir,besok kita pulang, jadi harus istirahat." ucap Hanan


" Kok pulang besok sih, kenapa nggak seminggu lagi disini." udah lama lho kita nggak ketemu." ucap Mirza merasa keberatan


" Abang Mirza yang telat datangnya, kita disini sudah dua.minggu lho." Ucap Hafidz akhirnya angkat bicara meskipun masih dengan wajah dingin tampa ekspresinya


" Hmmmm terserah lah" emangnya.pulangnya jam berapa."?? tanya Mirza lagi


" Sore dikit lah." Habis ashar, biar bisa lihat suasana malam diperjalanan." ucap Hanan menimpali


" Kami permisi dulu, Budee, Bang." Assalamualaikum" Ucap Hafidz berpamitan sesekali melihat ke arah Kamar yang ditempati Fisha dan Nana. Kedua gadis itu tak kunjung keluar setelah masuk tadi


"Waalaikum salaam" .jawab Ibu Marni dan Mirza bersamaan

__ADS_1


Ketiganya pun pulang meninggalkan Rumah Pak kades" Sementara Fisha yang berada dalam kamar,sedari tadi hanya meneteskan air matanya


" Sudahlah Fish" Jeleek tau kalau nangis kayak gini." ucap Nana mengelus pundak Sahabatnya


" Ustadz tega sama aku Naa." kenapa dia nggak pernah bilang, kalau ada wanita lain dihatinya" ucap Fisha masih terisak dalam kesalah pahamannya


" Aku harus bilang apa Fish., gini aja dech, tenangin Hati kamu dulu, terus kalau udah tenang" kamu tanya langsung ke Ustadz." ucap Nana membujuk


" Apalagi yang harus aku tanya Nana, semuanya sudah jelas." perempuan itu akan datang menemuinya." Ucap Fisha masih terisak


" Ya sudah kalau begitu, lebih baik lupakan Ustadz aja, mungkin dia bukan jodoh kamu " ucap Nana lagi


" Mana bisa Naa, aku sangat mencintainya" sakit rasanya Naa harus melihat orang yang kita cintai musti sama orang lain." ucap Fisha yang mulai tenang


"Haaaiiiss kayak kuda aja, nyengir sendiri." sungut Fisha kesal


" Naah gitu donk." ini baru Fisha yang aku kenal" tapi tumben ya kamu nangis, selama ini nggak pernah liat lho."


"Nangisnya pun gara- gara cinta..duuh segitu sakitnya yaa" cinta kita ditolak" ucap Nana ngeri sendiri

__ADS_1


"Kira-kira kalau aku bilang cinta ke k "Hanan diterima atau ditolak nggak yaa.??oh No..No tidak bisa." Fisha aja yang tangguh bisa nyesek kayak gitu, apalagi aku yang hatinya kayak kapas selembut sutra kayak gini." bisa- bisa aku mati berdiri dech."!! ucap Nana membatin tampak berpikir dengan serius


" Mikirin apa Naa."?? kenapa mukanya Masam gitu."?? ucap Fisha yang melihat Nana aneh


" Nggak kok." hanya mikirin besok kita akan ninggalin kampung ini." ucap Nana berbohong


" Iyaa nich"meskipun kita disini hanya sebentar tetapi banyak kenangan yang tercipta" yang bakalan sulit untuk dilupakan" ucap Fisha murung


" Benar banget Fish" apalagi kita disini sudah kayak saudara sendiri" ucap Nana ikut merasakan kesedihan Fisha


" Oh Iya Fish." gimana sama Evan" bukankah dia cinta sama kamu"?? tanya Nana


"Aku harus apa Naa, aku tidak mencintai dia" kan kamu tau sendiri" cintaku ke Ustadz sudah setinggi gunung dan selebar samudera mungkin." ucap Fisha lagi


" Aaah lebay bangeet sih, mana ada cinta sampai segitunya" ucap Nana dengan dahi sengaja dikerutkan


" Perasaan itu hanya akan dirasakan oleh orang yang sedang mabuk cinta Naa." orang nggak jatuh cinta mana faham."!! ucap Fisha seakan menyindir


" Yaa elaah Fish" nggak usah segitu kali nyindirnya." nyesap banget dijantung." ucap Nana lagi menatap Fisha kesal

__ADS_1


" Udahlah kita tidur yuuk"ngantuk ni mata." minta pelarian" ucap Fisha mengakhiri kalimatnya


"Hayy guysss mampir ..tapi jangan lupakan tinggalkan jejak yaa, berkat kalian Nulisnya jadi semangat Niih"Like, Koment dan vote juga yaaa😍😍😍


__ADS_2