Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 60


__ADS_3

Sudah dua minggu lamanya setelah kepulangan mereka dari Desa" sejak itu pula Hafidz belum pernah sekalipun pergi kekampus


Hafidz disibukkan dengan menyusun skripsinya, dia ingin cepat- cepat menyelesaikan skripsinya tersebut, agar dirinya bisa Fokus untuk kuliah S2 nya, yang sudah di ikutinya sejak semester tahun lalu


" Fidz kapan kamu kekampusnya."?? tanya Ibu Rania tiba'tiba sudah berada dalam kamarnya karena memang tidak tertutup


" Insya Allah besok Maa, mangnya kenapa Ma."?? tanya Hafidz yang masih Fokus dengan keybord laptopnya


" Itu lho, Si adek minta didaftarin di kampusnya kamu."!! ucap Ibu Rania


" Lho emangnya nggak kuliah di Jakarta."??tanya Hafidz kaget


"Ini nih akibatnya kelamaan di Musholla kampus, si adek itu sudah minta surat pindah kesini." makanya mau daftar ditempat kamu." jelas Ibu Rania


" Oh gitu." ya pergi aja sendiri." dekat aja kok kampusnya." ucap Hafidz datar


" Aah kamu nih." si adek kan baru mau daftar." ditolongin kenapa si Sayang."?? ucap Ibu Rania penuh kelembutan


" Iya dech Maa, tapi nanti besok Maa Insya Allah." ucap Hafidz


" Heeeeyy Abangku yang ganteng."!! sapa Hafidzah merangkul Hafidz dari arah belakang


" Apa sih Dek."nggak usah alay yach."!! ucap Hafidz dingin


" Iiih Abang Nih, gimana mau dapat Istri kalau kayak gini." sungut Hafidzah melepaskan rangkulannya

__ADS_1


" Emang Benar yach, adek mau kuliah disini."?? kan sudah semester 5, kok pindah."?? tanya Hafidz datar


" Emangnya Abang Nggak mau yaa, Fidzah disini."?? tanya Hafidzah


" Bukannya gitu." aneh aja." sudah bertahun- tahun adek ninggalin kota ini."eeh tiba- tiba nongol lagi." ucap Hafidz tampa.melihat ke arah Hafidzah


" Kan Fidzah pengen ketemu calon Iparnya Fidzah." Hehheee."!! seru Fidzah tertawa


" Eekheeem." Hafidz hanya berdehem tampa menoleh


Ibu Rania yang melihat perdebatan kedua Anaknya, hanya tersenyum, sudah bertahun lamanya, Ibu Rania tidak mendengarkan kedua anaknya berdebat


" Hmmmm Bang pinjam ponselnya ya." ucap Hafidzah sambil mengambil ponsel Hafidz yang terletak di atas ranjang


" Mama sama Adek keluar dulu ya Sayang." ucap Ibu Rania mengelus pundak Anaknya lalu beranjak keluar dari kamar


" Ditutup pintunya Maa." ucap Hafidz tampa menoleh


Sesampai diluar Hafidzah sibuk Mengotak atik.ponsel milik Hafidz..


" Whaat."??? Maa nggak salah nih."?? Bang Hafidz ngoleksi foto cewek."!! seru Hafidzah memperlihatkan galeri Foto yang hampir dipenuhi wajah gadis cantik kehadapan Ibunya


Foto Fisha yang sudah memenuhi Hampir semua isi Folder Ponsel Hafidz, sementara Hafidz tidak pernah tau akan Foto tersebut, karena selama ini dia jarang membuka galerinya


" Jangan- jangan ini cewek yang dimaksud sama Hanan dan Zaki yaa."!! ucap Ibu Rania.penasaran

__ADS_1


" Mungkin Maa." Iih cantik Banget." Si Abang.matanya Buram kali yaa." cewek cantik gini masak di PhPin doank." seru Hafidzah bingung dengan Sifat yang dimiliki Abangnya..


" Adek punya ide nggak." soalnya Mama pengen banget ketemu gadis ini."!! tanya Ibu Rania yang makin jatuh Hati ketika melihat foto- foto Fisha


" Aaahaaa adek punya Ide.,tapi entar aja." takut gagal." heehee" seru Hafidzah tersenyum sumringah


" Pokoknya Mama harus bisa ketemu gadis ini." cantik banget cocok sama Abang kamu." ucap Ibu Rania tersenyum


" Maam coba liat dech ada inbox nya juga." Wuiih" Calon Istri" aduuuh Abangku itu ternyata sweet juga." seru Hafidzah dengan mata melotot membaca isi Inbox tersebut.. Sementara Hafidz sudah benar- benar lupa dengan inbox tersebut


" Makanya Adek bantuin Mama, mungkin Abang Kamu itu perlu pertolongan, kan Adek tau sendiri, Abang selama ini nggak pernah dekat dengan cewek." pinta Ibu Rania berharap


" Tenang Maam, serahin semuanya sama adek." okey."!! Seru Hafidzah tersenyum.ke arah Ibunya


Setelah puas mengacak- acak isi ponsel Abangnya, Hafidzah melangkah kembali kekamar Abangnya


" Baaang.. Fldzah masuk yaa." seru Hafidzah dari luar kamar dan melangkah masuk.kekamar Hafidz


" Hmmmm" Hafidz hanya bergumam tanpa bersuara


" Ini Bang ponselnya." Calon Iparnya Fidzah cantiik bangeet." seru Hafidzah berlalu dan bergegas keluar dari kamar


Sementara Hafidz bingung dengan seruan Adiknya Tadi.Ya Hafidzah adalah adik kandung dari Hafidz.


Hafidzah terpaksa ikut Paman nya di Jakarta, Karena Pamannya tidak.memiliki Anak perempuan dan dia sangat menyanyangi Hafidzah seperti Anak kandungnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2