
Semua mata tertuju ke arah Fisha, menunggu jawaban yang akan diberikannya, kedua belah pihak terlihat tegang, namun tidak dengan Fisha, dirinya sekarang terlihat cuek dan santai senyum- senyum sendiri
" Ya eelah Ustadz," nggak usah ditanya kalii, Nikah sekarang aja aku mau kok."!! kenapa nggak dari kemarin- kemarin aja ngelamarnya."?? ucap Fisha tersenyum
Mendengar ucapan Fisha, Kedua keluarga itu hanya tersenyum, terutama Ibu Rania yang merasa lucu dengan tingkah Bakal Anak mantunya itu,.
" Yaa eelah Fisha, dah kebelet Nikah yaa.??. seru Nana yang kebetulan Ikut Hadir dalam acara itu
" Yaa Allah gadisku ini, dalam situasi seserius ini pun dirinya masih sempat- sempatnya bercanda kayak gitu."!! ucap Hafidz dalam hati menatap tajam ke arah Fisha yang berada tidak jauh dari hadapannya
" Berarti Dek Fisha Setuju menikah dengan saya."?? tanya Hafidz
" Ya iyalah,, masa Nolak."!! ucap Fisha spontan sehingga mengundang gelak tawa dari kedua belah pihak,terutama dari keluarga Hafidz, mereka tidak pernah menyangka, seorang Hafidz yang sifat dinginnya minta ampun itu bisa takluk sama cewek bar- bar kayak gitu
" Alhamdulillah."!! ucap mereka semua serentak
tiga puluh menit kemudian acara lamaran telah selesai, kini mereka berdikusi mengenai penentuan penetapan Hari dan tanggal pernikahan,setelah berdikusi panjang lebar akhirnya mereka bersepakat, pernikahan akan digelar lima hari lagi..
" Kok lama bangeet sih." kenapa nggak besok aja."!! ucap Fisha spontan tanpa sadar sehingga membuat mamanya menyikut dirinya
" Haiis kamu nih, nggak sabaran banget dech." komplain aja dari tadi." entar Nak Ustadznya Ilfil lagi liat tingkah kamu kayak gini."!! ucap Mamanya berbisik
" Yaa maaf Maa, keceplosan tadi."!! ucap Fisha menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menatap ke arah Hafidz yang menggeleng kepalanya memberi isyarat
__ADS_1
Rona bahagia sangat terlihat jelas dari wajah Fisha, dirinya tiada henti menatap ke arah Hafidz yang tengah mengobrol dengan kedua orang tuanya.
Setelah segala Rangkaian acara lamaran selesai, semua keluarga dari pihak Hafidz pun memohon ijin untuk pulang..
2 hari kemudian setelah acara lamaran, segala persiapan hampir selesai,dari fithing baju pengantin, dekorasi panggung dan lainnya telah selesai,Kini keduanya tengah berada di salah satu Toko Emas terbesar dikota itu untuk membeli cincin pernikahan mereka..
" Dek Fisha pilih aja, mana yang Dek Fisha sukai." ucap Hafidz setelah sampai disalah satu toko perhiasan
" Baik Ustadz."!! ucap Fisha dan memilih sepasang cincing yang diatasnya terdapat ukiran hati..
" Yang ini aja Ustadz gimana"?? tanya Fisha memperlihatkan cincin yang dipilihnya tadi
" Dek Fisha suka."?? tanya Hafidz dan mendapat anggukan dari Fisha
" Apa aja Ustadz" asal Ustadz ikhlas ngasihnya." ucap Fisha tersenyum
" Adek sendiri mau beli apa."?? tanya Hafidz kepada Adiknya yang sengaja mereka ajak untuk menemani mereka
" Nggak ada Bang." entar aja kalau mau merit mintanya sama calon suami aja." ucap Hafidzah tersenyum dan disambut tawa oleh Fisha
Setelah memilih dan membayar belanjaan, mereka pulang kerumah masing- masing, yang sebelumnya telah mengantar Fisha terlebih dahulu kerumahnys
Tiga hari kemudian Hari yang ditunggu- tunggu pun tiba," Gedung yang menjadi tempat perhelatan pernikahan mereka kini dipenuhi tamu Undangan
__ADS_1
Tamu undangan dibagi menjadi dua tempat." tamu lelaki dan wanita duduk terpisah
begitupun Hafidz dan Fisha yang duduk secara terpisah
Beberapa Menit kemudian, setelah acara dibuka, Lantunan ayat suci pun terdengar sebagai pembuka dari acara tersebut, tidak lama kemudian Proses Ijab Kabul pun dimulai terdengar suara Hafidz yang begitu Fasih dalam mengucapkan kalimat- kalimat ilahi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan rasa cintanya kepada sang calon istri
" Ahmad Almeer Hafidz Al - gifarry, "saya Nikahkan engkau dengan Anak saya bernama Fawa' Afisya Dzikra Ahmad binti Tami Ahmad dengan Mas kawin berupa seperangkat alat sholat ditambah dengan 25 gram emas dibayar tunai" ucap Pak Tami memulai proses ijab kabulnya
" Saya terima Nikah dan kawinnya Fawa' Afisya Dzikra Ahmad binti Tami Ahmad dengan Mas kawin dan mahar tersebut dibayar Tunai karena Allah Taala" Ucap Hafidz jelas dan lantang
" Bagaimana para Saksi."?? Sah.. Sah..Sah."!! ucap yang lainnya
" Alhamdulillah." ucap Hafidz merasa lega
Kini Hafidz berdiri dihadapan Fisha, untuk saling memasang cincin." setelah itu Fisha mengenggam tangan Hafidz dan menciumnya, sementara Hafidz perlahan membacakan sepenggal ayat sembari mencium kening Fisha perlahan
" Huuuhii so sweet banget sih suamiku ini.." akhirnya dapet ciuman gratis juga" makasih ya Allah akhirnya orang yang aku kejar- kejar kini jadi suamiku sekarang." nggak sia- sia aku kabur kemaren." eeh pas pulang dapet bonus..wkwwkkw." ucap Fisha dalam hati sambil tersenyum
****Like vote dan koment yaa****
__ADS_1