
Setelah sang adik keluar, Hafidz termenung sendiri, ada sesuatu yang menganjal pikirannya. sehingga membuat dirinya tak Fokus lagi mengerjakan Skripsinya
" Kenapa pikiran ini tiba- tiba teringat gadis itu."?? sudah dua minggu ini tidak melihat dia, apakah dia mencariku."?? dasar Gadis Aneh,kalau ngomong suka blak- blakan." tapi Cantik sekali." batin Hafidz lalu tersenyum sendiri membayangkan tingkah Fisha yang selalu menggodanya
" Astagafirullah hal adziim, apa yang aku pikirkan."?? lirih Hafidz tersadar dari lamunannya dan segera beranjak keluar dari kamar
Sejak selesai subuh, Hafidz tak pernah keluar dari kamar, dirinya sibuk dengan aktivitasnya sendiri
" Makan dulu sayang." Ucap Ibu Rania yang melihat Hafidz berjalan kedapur
" Lagi Malas Maa,pengen Ngeteh aja nih." ucap Hafidz duduk dimeja makan lalu mengambil gelas
" Mama buatin ya sayang." ucap Ibu Rania sambil menuangkan Teh panas kegelas yang berada di hadapan Hafidz
" Padahal Hafidz bisa sendiri lho Maa."
"Maa Kenapa Nggak ngambil Art aja sih, biar Mama nggak kecapean ngurus rumah"?? ucap Hafidz meskipun dirinya sering kali membantu, bahkan Hafidz menyiapkan sendiri keperluan Pribadinya,
Kamar adalah salah satu Aset pribadinya yang dia tak mau disentuh oleh orang lain, dari menyapu, mengepel, mengganti seprei bahkan lainnya dilakukannya sendiri
" Mama masih kuat kok sayang, lagian Kamu sama Adek kan suka bantuin Mama." jadi nggak capek sayang."!! ucap Ibu Rania penuh kelembutan
" Papa sama Adek kemana Maa."?? tanya Hafidz yang sedari tadi tidak melihat keduanya
" Hmmm kelamaan merem.dikamar sih." Papa lagi Ke Kantor ada Meeting katanya." si Adek paling dikamarnya." ucap Ibua Rania
" Ooo" Hafidz hanya ber O ria menanggapi perkataan Ibunya sambil menyeruput Teh nya
__ADS_1
" Hmmm, Kira - kira kapan nih sayang bawah calon mantunya Mama kesini."?? tanya Ibu Rania Tiba- tiba sehingga membuat Hafidz kaget
" Uhuuk- uhuuk." Hafidz terbatuk mendengar pertanyaan Ibunya
" Gimana mau bawah calonnya Maa, kalau calonnya aja nggak ada." ucap Hafidz datar
" Gadis yang tempo hari itu juga boleh kok, cantik lagi" ucap Ibu Rania tersenyum
Flash Back on
Hafidzah memperlihatkan Foto- foto Fisha ke ibunya, sontak saja Ibu Rania kaget melihat wajah cantik terpanpang digaleri fotonya anaknya itu.
" Mama kenal sama dia."?? tanya Hafidzah heran melihat ekspresi wajah Ibunya
" Iya, Mama pernah liat dia sekali" anaknya cantik, kayaknya cocok tingkahnya sama Abang kamu yang Sedingin Salju itu." ucap Ibu Rania tersenyum
" Mama Ingat, kamu pernah bilang dia itu ABG labil,karena godain kamu waktu itu." ucap Ibu Rania mencoba mengingat kembali kejadian beberapa Bulan Lalu
" Mama masih ingat aja." padahal Hafidz sendiri sudah lupa."!! ucap Hafidz datar tampa ekspresi
" Hafidz keteras dulu Maam." ucap Hafidz melangkah keluar menuju teras yang berada di samping rumah sembari duduk menyeruput teh manisnya
Hafidz menikmati pemandangan Yang ada diteras belakang itu, banyak ditumbuhi bunga beraneka warna, ada kolam ikan dan juga kolam berenang memenuhi areal samping rumah tersebut.
Sementara Fisha sibuk mencari buku- buku yang berada diperpustakaan, sesekali matanya sibuk melihat sekeliling, barangkali sosok yang dicarinya akan ditemukannya
" Hufff."!! Ustadz kemana sih, kok nggak kelihatan sih,."!! hmmm Di Inbox aja Aah."
__ADS_1
To: Calon Suami
💌 Asslamua'laikum Ustadz..
" Calon Istri."??Hafidz Melotot kaget melihat Notif pesan yang masuk itu
"Astagafirullah, aku lupa mengganti namanya kemarin" gumam Hafidz Mengotak- atik nama kontak Buat Fisha tersebut bingung sendiri tidak tau harus digantinya apa, dan memutuskan untuk membiarkannya
To: Calon Istri
💌"Wa'alaikum salaam" Ada apa dek Fisha."?? tulis Hafidz membalas Pesan Fisha tersebut
"To : Calon Suami
💌 Sudah dua minggu aku nggak liat Ustadz, kapan kekampus."?? tanya Fisha
" To : Calon Istri
💌 Insya Allah besok" mangnya Ada apa."?? balas Hafidz datar
" To" Calon Suami
💌 Kangeen lah." Ustadz kangeen kah sama aku."?? balas Fisha lagi dan itu berhasil membuat mata Hafidz melotot kaget melihat isi pesan tersebut, wajahnya memerah tiba- tiba perasaan aneh pun datang menghampiri dirinya
"Duuh kenapa sih nih jantung nggak bisa di ajak kompromi, wajah ini juga, kenapa ikut panas."?? ini baru pesannya aja sudah buat nih jantung nggak karuan, gimana kalau dah ketemu."?? gumam Hafidz dalama Hati
" Astagafirullah Hal.Adziim" Nih otak kenapa pikirannya sekarang suka kemana- mana yaa."?? gumam Hafidz dan enggan membalas pesan tersebut, dirinya bingung entah apa yang harus dijawabnya
__ADS_1