
Setelah semalaman mereka sibuk dengan pikirannya masing- masing, pagi itu mereka tengah disibukkan dengan persiapan acara perpisahan yang akan digelar sebelum keberangkatan mereka sore nanti
Mereka sibuk dengan bagiannya masing- masing, ada yang menyapu halaman, mengatur kursi bahkan ada yang membantu warga lain memasak didapur.
Acara perpisahan mereka kali ini digelar didepan rumah Pak Kades.
" Fish ngapain disini."?? tanya Nana yang melihat Fisha bersandar di depan mobilnya yang berada digarasi sambil memegang kamera
" Biasalah Naa, Hobi baru muncul nih." ucap Fisha sambil memotret Nana
" Ya elaah, sejak kapan punya Hobi ginian."?? tanya Nana
" Sejak hari ini, pengen aja ngoleksi Wajah ganteng Ustadzku itu." ucap Fisha sambil membidikan kemeranya ke arah Hafidz yang tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya
" Ngapain Fish ngoleksi Wajah Ustadz sih."?? mending ngoleksi wajah aku."!! seru Nana mencibir
"Buat dipelet nih." biar dia ngejar- ngejar aku balik." capek juga rasanya, ngejar- ngejar dia terus." seloroh Fisha cuek
" Hari gini Fish, masih percaya gituan."?? nggak nyangka aku." ternyata cewek cantik dan cerdas seentero kampus bisa percaya gituan."!! hellowwww jaman sudah berubah kaleesss."!! seru Nana meledak - ledak
" Biarin."!!! kali aja mujarab ya kan."?? ucap Fisha cuek dan berjalan ke arah Mirza yang sibuk memperbaiki spanduk
" Bang perlu bantuan nggak."?? Tanya Fisha menghampiri Mirza
__ADS_1
" Boleh, emangnya nggak pp."?? nggak ada yang keberatan kan."?? tanya Mirza yang menoleh ke arah Fisha yang tengah menatap kearahnya
" Nggak lah bang.:" siapa juga yang keberatan." ucap Fisha datar
" Kali aja tuuh." ucap Mirza melirik dengan ekor matanya ke arah Hafidz
" Mana mungkin Bang."!! dia sudah terang- terangan kok Nolak aku." ucap Fisha sedikit gusar
" Dia itu cinta sama kamu" hanya aja dia terlalu kaku kalau soal beginian." ucap Mirza lagi
" Taulah Bang."!! Es balok kayak begitu. mana peka dengan perasaan cewek." ucap Fisha tersenyum
" Seandainya Suatu saat Almeer nggak nerima kamu" apakah Kamu mau jadi istrinya Abang"?? tanya Mirza serius
Tampa mereka sadar.Hafidz sedari tadi memperhatikan mereka dan mendengar apa yang diucapkan Mirza, dan itu semua berhasil membuat perasaannya campur aduk, gelisah tak menentu
" Astagafirullah hal adzhim..sekali lagi perasaan ini merasakan sakit." entah sampai kapan, kesakitan ini akan berakhir." Gumam Hafidz bergegas berlalu dari tempat itu dirinya tak akan sanggup mendengar jawaban Yang akan diberikan Fisha kepada Mirza
" Maafkan aku Bang" sekiranya aku tak berjodoh dengan sepupunya Abang itu, tapi aku nggak bisa nerima Abang." ucap Fisha menatap ke arah Mirza
"Memangnya kenapa."?? tanya Mirza kaget dengan ucapan Fisha
" Mana mungkin aku menikah dengan orang yang menjadi bayang- bayang lelaki yang aku cintai." cukuplah sekali aku mencintai wajah yang seperti ini."!! ucap Fisha mencolek wajah Mirza
__ADS_1
" Maksudnya."?? tanya Mirza bingung sendiri
" Wajah Abang sangatlah mirip dengan Ustadzku itu.." yaa meskipun lebih gantengan Ustadzku sih." Heheehe." ucap Fisha sembari tertawa diakhir kalimatnya
" Tapi Abang sangat berharap, kamu jadi jodoh Abang lho." ucap Mirza penuh keseriusan
" Udahlah deh bang" nggak usah ngareep."Abang itu udah aku anggap Abang aku sendiri." seru Fisha lagi
" Hmmmm.. okey lah." Abang nggak bisa maksa.." ucap Mirza dengan Nada kecewamya
Setelah selesai memasang spanduk" Fisha berjalan menghampri Hafidz yang sedang duduk mengotak - atik. laptop didepannya sesekali terlihat berpikir lalu mengetik..
" Lagi ngerjain apa Ustadz., serius banget."?? tanya Fisha lalu duduk disampingnya dan menatap Hafidz tajam
"Duuuh kok tambah ganteng aja sih." Ya Allah jadikan dia jodohku, kalau dia bukan jodohku, kan sayang banget harus jadi jodoh orang lain." harus Jadi jodohku Ya Allah." nggak pp maksa dikit Ya Allah." gumam Fisha tersenyum geli dengan pikirannya sendiri
" Ada apa Dek Fisha."?? nggak baik lho Dek Fisha duduk bersama saya disini." entar apa kata orang." ucap Hafidz tampa menoleh sibuk dengan kertas yang dihadapannya
" Iya Ustadz selalu peduli dengan yang dipikirkan orang- orang" tapi nggak pernah peduli dengan apa yang aku rasakan saat ini" ucap Fisha mencurahkam isi hatinya
" Kalau nggak ada yang penting untuk dibahas biarkan saya sendiri." ucap Hafidz dingin yang masih enggan membuka hatinya
" Apakah perasaanku ini tidak penting buat Ustadz."?? apakah karena ada wanita lain yanh sedang Ustadz tunggu kedatangannya."?? sehingga Ustadz enggan memberikan Hati Ustadz buat aku."??? tanya Fisha berusaha tegar
__ADS_1