Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 43


__ADS_3

Hafids yang mendengar pertanyaan Fisha hanya tertegun, bingung entah apa yang harus dijawabnya


" Kenapa dek Fisha bertanya seperti itu."?? tanya Hafids datar


" Yaeelaah Ustad, tinggal dijawab doang, susah amat." keluh Fisha mencibir


" Dek Fisha maunya saya jawab apa."??saya khawatir jawaban saya, hanya buat hati dek Fisha kecewa "ucap Hafids


" Ya meybe."!!


"*Aku selalu mencoba ada untuk kamu, hanya saja, kamu benar2 belum menyadarinya atau bahkan tidak?? ah sudahlah...


" aku dimatamu bagaikan Nun Mati diantara Idgham Bilagunnah Terlihat tapi tidak di anggap*." seperti sekarang ini." ucap Fisha dengan kalimat2 alaynya


" Ekheeemm" Ngutip dari mana."??


" Daripada dek Fisha ngabisin waktu,hanya ngehapalin kaliamat Nun Mati sama idgham bilagunnah itu,alangkah lebih baik lagi kalau dek Fisha ngehapalin tuh, huruf hijaiyah yang sudah terukir indah menjadi ayat suci al- quran," kali aja kan dek Fisha jadi Tahfids Qur'an bisa hapal 30 juz." ucap Hafids menahan senyumnya mendengar ungkapan2 puitis Fisha


" Iiih Ustad mah nggak asyik.." Ustaad tau nggak bedanya sayang sama Cinta."?? tanya Fisha lagi


" Nggak."!! ucap Hafids datar


"Kalau sayang untuk semua" tapi cintaku hanya buat Ustadz." ucap Fisha penuh semangat


" Eekheeem." Hafidz hanya berdehem tampa berkomentar sedikitpun

__ADS_1


" Hmmm Kalau Ustad sama Evan tau nggak bedanya apa."?? tanya Fisha


" Yaa nggak tau."!! ucap Hafids merasa tidak senang mendengar Fisha menyebut Nama Evan


" Bedanya.. kalau Evan ngejar2 cintaku.. kalau Ustad..".??? malah aku yang ngejar cintanya Ustad". ucap Fisha lesu dengan tatapan kosong


" Huuuumm." Gumam Hafidz lirih


" Saya pulang dulu." Assalamua'alaikum" pamit Hafids melangkah keluar


" Ustaad." ana Uhibbu ulaika." seru Fisha spontan dari balik pintu mendengar hal itu Hafids hanya tersenyum tipis


"Ada- ada aja si Fisha." ucap Hanan yang ikut mendengar seruan Fisha


" Emangnya apa artinya k Han."?? Tanya Zaki kepo


" Makanya yang rajin belajar.jangan hanya bukunya doank yang pintar tapi sipunya buku malah nggak maju2." ucap Hanan lagi


" Iya dech." nanti aku belajar yang giat." ucal Zaki lagi


Mereka bertiga pulang kerumah Pak Jamal setelah sampai Hanan dan Zaki langsung melemparkan tubuhnya ketempat tidur


" Mikirin apa sih Fids." serius amat tuh muka." ada apa."?? tanya Hanan berdiri disamping Hafids penasaran dengan apa yang dipikiran sahabatnya itu


" Nggak ada kok Naan." ucap Hafids yang masih termanggu dibalik jendela kamar

__ADS_1


Pikirannya melayang- layang sesekali terdengar tarikan Nafas panjangnya dan di hempaskannya kembali dengan sedikit kasar


" Apa sebenarnya yang mengganggu pikiran kamu Fids."??


" Apa kamu memikirkan Fisha."?? tanya Hanan sangat penasaran, karena selama ini dia tidak pernah melihat Hafids bersusah hati seperti itu


Hafids hanya menggeleng kepala tampa menyahut sedikitpun


" Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri Fids." Bisa- bisa hanya kamu sendiri yang akan terluka." ucap Hanan berusaha memahami apa yang sedang dirisaukan oleh sahabatnyan itu


" Karena Hasil akhir dari semua urusan dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah, Jika sesuatu itu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun , jika ia ditakdirkan bersamamu, maka kamu tak akan bisa lari darinya." ucap Hanan dengan kata2 bijaknya


Sementara Hafids masih saja dengan wajah tampa ekspresinya


" Daripada sakit dikemudian hari, dikarenakan cinta yang tak akan tergapai." lebih baik sakit diawal seperti ini." maka tidak akan ada penyesalan yang menyakitkan." ucap Hafids dengan wajah dinginnya


" Akupun sendiri bingung dengan perasaan ini." dia atau bukan, yang aku inginkan menjadi jodohku" ucap hafids lagi


" Kamu hanya belum mencoba Fidz." bahkan kamu sendiri pun belum pernah meminta kepada Allah." ucap Hanan menesehati


" Bagaimana kamu bisa tau dengan jodoh yang akan Allah pilihkan untuk kamu., sementara hatimu tertutup sangat rapat seperti itu." ucap Hanan lagi


" Sudahlah Naan." Nggak usah dibahas." ucap Hafids melangkah naik ketempat tidur


Matanya menatap langit- langit kamar, pikirannya pun melayang entah kemana" terdengar sekilas tarikan nafas panjang dan dihembuskannya secara perlahan

__ADS_1


Hanan melangkah ketempat tidur, melirik sekilas ke arah Hafidz." melihat sahabatnya seperti itu,dia tidak bisa berbuat apa- apa.". Hanan hanya menghempaskan Nafasnya kasar.


__ADS_2