Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 57


__ADS_3

Mobil mereka melaju di keramaian kota, Masing- masing dari mereka terbuai dengan pikirannya sendiri.Hafidz tetap Fokus didepan kemudinya..


Hari ini seluruh perasaan dan emosinya terkuras Habis hanya kerena ulah seorang Fisha yang setiap saat tingkahnya selalu berubah- ubah sulit dimengerti, dan hal itu sekarang yang membuat Hafidz nampak berpikir keras tentang gadis itu..


" Apa yang sedang kamu Pikirkan Fidz."?? tanya Hanan yang melihat raut wajah Hafidz nampak gelisah


" Aku hanya bingung Naan, kok ada ya cewek tingkahnya seperti itu."?? ucap Hafidz mengeluhkan tingkah Fisha


" Eeekheeem, berarti sekarang sudah ada yang kepikiran nih."?? tanya Hanan menggoda


"Yaa hanya bingung aja, kok ada gadis kayak dia." ucap Hafidz ragu


" Dia cocok lagi sama kamu." dia orangnya ceria, dan kamu."??? boro- boro ceria. untuk senyum aja kamu kadang terpaksa." ucap Hanan dan hanya ditanggapi dingin oleh Hafidz


" Dia seperti itu, karena dia sangat mencintai kamu Fidz." dan sebenarnya kamu itu mencintai dia juga kan."?? hanya kamu tidak jujur dengan dirimu sendiri." ucap Hanan


" Nggak tau lah Naan, aku juga bingung dengan perasaanku sendiri." apakah cinta atau apalah aku sendripun bingung." ucap Hafidz yang benar- benar tidak tau dengan perasaannya


" Hmmmm, sebenarnya kalau dia sama pria lain perasaan kamu gimana."?? tanya Hanan mencari tau


"Kadang aku merasa rongga dada aku ini sesak, pengen marah dan entah apalagi." akupun bingung


" Nggak usah bingung, memang begitulah perasaan kita bila orang yang kita cintai, dekat sama orang lain." ucap Hanan tersenyum


" Emang kamu pernah."?? kamu kan sama aja sama aku." ucap Hafidz datar

__ADS_1


" Belum, hanya sering baca aja dibuku." ucap Hanan lagi


" Yaaaah aku pikir pernah."!! seru Hafidz


" Oh iya Fidz, teman- teman lain gimana."?? mau langsung di anterin kerumah mereka masing- masing atau gimana."?? tanya Hanan mengalihkan pembicaraan


" Di antar aja, itu sebagai bentuk tanggung jawab kita, kepada keluarga mereka juga."!! ucap Hafidz


"Oke siip. kebetulan mereka searah aja kok rumahnya, jadi kita sekalian jalan." ucap Hanan


" Terus kamu gimana sama Zaki."?? mau nginap dirumah aku aja atau gimana."?? tanya Hafidz yanfmg melirik ke arah Zaki yang sedari tadi tertidur


" Kita nginap dirumah kamu aja yaa" Besok baru balik." ucap Hanan


"Ya nggak pp, malah aku suka." ucap Hafidz datar


Mereka mengantar satu persatu teman- temannya,dirumahnya masing- masing setelah memberikan intruksi terlebih dahulu kepada sang sopiir.


Setelah selesai mengantar teman mereka yang lainnya, Hafidz dan Hanan melanjutkan perjalanan kerumahnya, tapi sebelum itu mereka mengantar Fisha dan juga Nana


" Assalamualaikum Maa" ucap Fisha memberi salam setelah sampai didepan rumahnya bersama Nana, Hafidz dan juga Hanan


"Waalaikum salaam"Jawab suara dari dalam sambil membuka pintu


" Sayang sudah pulang."?? Mama kangen tauu" ucap Ibu Fisha sambil mencium anaknya dan kaget melihat siapa yang bersama Fisha

__ADS_1


" Ustaadz Hafidz."?? Sapa ibu Fisha kaget melihat Hafidz


" Assalamualaikum Buk." ucap Hafidz dan Hanan bersamaan


" Waalaikum salaam"Terima kasih Ustadz sudah mengantar anak saya dan juga Nana." ucap Ibu Fisha


" Nggak masuk dulu Ustadz sama temannya."?? tanya Ibu Fisha menawarkan


" Terimah kasih, kami Hanya mengantar Dek Fisha sama Nana aja." ucap Hafidz


" Ekheem" Hanan hanya berdehem mendengar Hafidz masih saja menyebut Fisha dengan menggunakan embel- embel dek didepannya


" Ustadz itu maa,, masuk rumah kita ini kalau sudah jadi Anak mantu mama sama papa lho."!! ucap Fisha menahan Tawa melihat ekspresi Hafidz


" Fishaa"!! apa- apaan sih kamu Nak." ucap ibunya tidak enak


" Iih sih Mama nggak percaya." Ustadz itu calon suami aku." Ya kan Ustadz."?? ucap Fisha Mengerlingkan matanya ke arah Hafidz


Hafidz dibuatnya mati kutu didepan Ibunya, wajahnya memerah menahan malu, Hanan dan Hana yang menyaksikan peristiwa itu hanya bisa menahan senyum mereka


" Astagafirullah hal adziim, gadis ini bisa- bisanya dia ngomong seperti itu, didepan ibunya,tega bener dia buat aku dalam situasi ini.Ya Allah apa yang harus aku lakukan." pikir Hafidz bingung diam kaku tak berdaya


" Maafkan Anak saya Ustadz, dia memang suka jahil orangnya." ucap Ibu Fisha merasa tidak enak Hati


" Tidak apa- apa Buk, saya maklum," Dek Fisha kan baru gede" jadi jiwanya masih labil.

__ADS_1


" Dek Fisha jangan mikirin calon suami dulu. Belajar yang rajin, banyakin doanya." ucap Hafidz dingin dan melirik Fisha yang wajahnya sudah memerah


__ADS_2