Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 64


__ADS_3

Semua mata tertuju ke arah Fisha, demikian juga Hafidz, mereka semua tidak percaya bahwa Fisha, memang sungguh mencintai Hafidz


" Eekheeem, jangan terlalu memuji saya seperti itu Dek Fisha, saya hawatir kamu akan semakin tersakiti, bila saya tidak seperti yang kamu pikir." ucap Hafidz mengingatkan


" Yaa Eelaaah Ustadz,, Hati aku ini sudah kebal kali, bukan baru kali ini Ustadz nyakitin hati aku," ucap Fisha santai dan itu berhasil membuat yang lainnya tercengang dengan perkataan Fisha


" Saya minta maaf Dek Fisha".saya nggak ada niat buat nyakitin hati kamu." ucap hafidz merasa bersalah


" Nggak pp kok Ustadz, sudah biasa."!! hati dan perasaan aku itu sekarang sudah terbuat dari Baja."!! jadi tenang aja."!! ucap Fisha tersenyum menatap Hafidz


" Yaa Allah, kasihan benar k Fisha, hadeeh si Abang, tega bener." okey kita lihat." sampai dimana Abang akan bertahan seperti ini." batin Hafidzah, dirinya terenyuh mendengarkan perkataan Fisha terhadap Kakaknya


" Dari pada si Abang ini nolak Kakak, gimana kalau kakak, aku kenalin sama sepupunya aku, ganteng lho kak."!! seru Hafidzah memanas- manasi Hafidz dan menatap Fisha dengan tatapan penuh arti

__ADS_1


" Idih si adek, mau dikenalin sama siapa sih.?? nggak tau apa kalau perasaan Abangnya lagi nggak karuan begini." batin Hafidz mendongkol dengan kelakuan Adiknya


" Hmmm boleh juga sih, tapi aku ingin memastikan dulu, kalau lelaki yang ada dihadapanku ini, benar- benar tidak menginginkan aku." ucap Fisha menatap tajam ke arah Hafidz yang sibuk dengan pikirannya sendiri


Hanan dan Nana saling pandang lalu ikut tersenyum, keduanya merasa geli dengan kelakuan Fisha yang Blak- blakan, sehingga membuat Hafidz diam tak berdaya


Setelah berbicara demikian, Fisha melangkah mendekati Hafidz lebih dekat lagi, hanya tersisa dua jengkal jarak diantara keduanya, sehingga membuat Jantung Hafidz berdetak tak beraturan


"Aku sangat merindukanmu Ustadz."!! ucap Fisha pelan yang hanya bisa didengar oleh keduanya,


" Ya Allah jantung ini kok semakin deg- deg kan sih, Dek Fisha kenapa dirimu selalu menggodaku seperti ini" kamu nggak sadar." sedingin- dinginnya aku, aku tetap lelaki normal yang memiliki keinginan terhadap wanita." huffff." ampuni aku ya Allah." batin Hafidz menarik nafasnya panjang berusaha mengontrol jiwa kelakiannya yang kian menderu


" Astagafirullah hal adziim" Nggak enak sama yang lain Dek Fisha." ucap Hafidz memundurkan langkahnya

__ADS_1


" Debaran jantungnya kuat sekali Ustadz." ternyata Ustadz masih Normal rupanya " hehehe ucap Fisha terkekeh di ujung kalimatnya


Wajah Hafidz memerah, mendengar perkataan Fisha yang sering kali membuatnya tak berdaya itu


"Astagafirullah gadis ini, bisa- bisanya dia berkata seperti itu."nggak tau apa yaa." ini jantung udah nggak kuat nahan getarannya, tinggal menunggu meledak aja "!! gumam Hafidz menarik nafasnya Frustasi


" ekheem" Aku cinta kamu Fisha." tinggal bilang gitu aja kok susah Amat."!!seru Hafidzah


" Hmmm si Abang, diam kaku begitu, sudah kayak Zombie aja."!! tinggal bilang iya aku rindu kamu juga"kok berat bangeet." huuuu dasar Es Balok."!! ucap Fisha mendengus kesal melihat kakaknya yang diam seperti Patung


Sementara Hanan dan Nana hanya tertawa mendengar seruan Hafidzah, berbeda dengan Hafidz yang menatap tajam ke arah Adiknya yang turut ikut menggodanya


" Dasar si adek, taunya hanya ngomporin doang, nggak tau apa." ni hati mau meledak rasanya."" batin Hafidz menatap dingin ke arah Adiknya

__ADS_1


Sementara Orang yang ditatap hanya tertawa dengan jahilnya menatap kerahnya..


* Like, koment dan Vote juga yaa*


__ADS_2