Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 108


__ADS_3

Sebulan kemudian pola makan Fisha sudah tidak terkontrol lagi, dirinya memakan apa saja yang dirasanya sangat enak dan menggiurkan, sehingga membuat Hafidz tidak peecaya dengan apa yang terjadi pada istrinya itu


" Biee entar jalan yaa, Fisha pengen makan Bakso Pake Lobster yang dipinggiran jalan itu lo Bie." ucap Fisha sedikit merengek duduk disamping Hafidz


" Iya sayang, tapi nanti yaa, Abèe kerjain Dokumen ini dulu ya." ucap Hafidz sembari mengotak atik laptop dihadapannya


" Tapi jangan lama- lama Bie," dah pengen bangen nih." ucap Fisha lagi sambil bersandar dipundak Hafidz


" Iya bentar nggak lama kok, sayang mandi dulu gih, kita siap- siap sholat magrib dulu." ucap Hafidz lembut sambil mengecup sekilas pucuk kepala istrinya


" Janji ya, awas aja kalau nggak." ucap Fisha dengan nada mengancam lalu beranjak kekamarnya dan hanya dibalas anggukan oleh Hafidz


Selesai magrib kini Fisha telah bersiap dan duduk diruang tamu sambil menunggu suaminya


" Abieee ayoo." sudah nggak tahan nih dah pengen banget makan Bakso." ucap Fisha dengan nada merengek


" Entar dikit ya, ngirim File ini dulu soalnya sudah ditungguin sama teman." ucap Hafidz


" Keburu Habis lo Bie," ayooo cepetan."!! seru Fisha sambil menarik tangan Hafidz yang masih mengotak Laptop


" Sabar dikit sayangg, lagian Baksonya nggak akan habis juga masih jam segini." okey bentar ya." bujuk Hafidz mengelus pipi Fisha yang terlihat kesal


Tidak lama kemudian kini keduanya telah sampai didepan Warung Bakso yang terletak tidak begitu jauh dari tempat tinggal mereka.


Fisha dan Hafidz segera turun setelah memakirkan mobilnya diseberang jalan, Fisha berlari kecil agar cepat sampai diwarung tersebut.wajahnya cukup ceria dan bersemangat


" Paak pesan Bakso dua Porsi ya." ucap Fisha setelah masuk kedalam warung tersebut

__ADS_1


" Duuuh Neeeng dah Habis Baksonya barusan" ucap Pak Damar penjual Bakso tersebut


" Masaa sih Paak." liat lagi donk pak, kali aja masih ada." ucap Fisha memelas


" Beneran lo Neeng udah Habis." ucap Pak Damar setelah melihat kembali Dandang Bakso tersebut


" Udah Habis lo sayang, lain kali aja kita belinya ya." bujuk Hafidz setelah melihat Perubahan wajah Fisha yang terlihat sedih


" Abiee sih kelamaan..Hiks.Hiks." ucap Fisha terisak


" Kok Nangis sayang, cuma Bakso aja lo." sampe segitunya sih."? ucap Hafidz sangat heran dengan sifat istrinya akhir- akhir ini yang suka ngambek, doyan makan yang enak- enak dan ngemil coklat serta ice cream padahal selama ini dirinya tidak pernah makan- makanan seperti itu


" Ini gara- gara Abie." Dari tadi di ajak nggak mau," tuh sekarang dah Habis kan." Fisha pengen banget makan, dah lapar juga..Hiks. hiks.'"ucap Fisha yang masih terisak


" Gimana kalau kita cari makanan yang lain aja." Bujuk Hafidz


" Nggak mauuu." ucap Fisha sambil berlari masuk kedalam mobil dan di ikuti Hafidz


Dalam kebingungannya Hafidz memutuskan untuk menghubungi Mama Rania via telpon dan menceritakan perihal Istrinya yang suka ngambek


"Mama Rania : Kalian sudah ke dokter kandungan belum Bang."??


" Hafidz: Belum Sih Maa, emangnya apa hubungannya Fisha yang suka ngambek sama dokter kandungan."??


" Mama Rania:Istri kamu itu Hamil Bang." makanya periksa dulu dong,"


" Hafidz: Masak sih Maa.?? tapi selama ini Fisha nggak ada tuh mual- mual.?? hanya suka ngambek dan doyan makan aja maa

__ADS_1


" Mama Rania: Mama juga dulu gitu kok Bang waktu Hamil Kamu." makanya periksa dulu, apalagi kalian nikah sudah setahun lebih lho." Mama dah pengen banget nimang cucu nih."


" Hafidz: Iya maa, ya sudah nanti Abang kabarin lagi." Assalamualaikum."


" Mama Rania": Iya sayang, mama Tunggu kabar baiknya." Waalaikum salam."


Hafidz menatap Istrinya yang masih telungkup di atas ranjang sembari menarik nafas


" Sayang jangan kayak gini dong, kita makan yang lain aja ya." besok Abie janji akan beliin sayang apa aja." tapi sekarang kita makan yang ada aja yaa." ucap Hafidz sambil mendudukan tubuh Fisha dan membawanya kepelukannya


" Maafin Abee yaa." ucap Hafidz mengecup kening dan menyaput air mata yang masih mengalir dipipi istrinya itu


" Nggakpp kok Bie" Fisha yang salah tadi." nggak bisa lagi ngontrol keinginan Makan Fisha," ucap Fisha manja


Keesokan Harinya Fisha berkutat didapur guna memasak sarapan untuk mereka berdua.Fisha makan begitu lahapnya sehingga membuat Hafidz geleng- geleng kepala dan tersenyum kala mengingat ucapan ibunya semalam


Setelah makan dan membersihkan Dapur Fisha buru- buru mengambil timbangan yang berada di bawah lemari kamarnya


" Aaaaaaaah Abiee..abieee sini liat dech...tidak mungkiin." teriak Fisha sehingga Hafidz yang berada dilantai bawah segera bergegas naik kekamar


" Ada apa sayang. "?? tanya Hafidz panik mendengar suara teriakan Fisha yang begitu keras


" Abiee liat ituu." ucap Fisha sambil menunjuk jarum timbangan yang menunjukkan angka 65


" Pantesan Berat sayang kemarin waktu digendong, ternyata gendong karung beras." heheehe." ucap Hafidz terkekeh di ujung kalimatnya


" Iiiih Abiee,"Fisha.gendut ya Bie"?? tanya Fisha melihat tubuhnya dari balik cermin

__ADS_1


" Sayang nggak gendut kok, masih langsing aja." oh iya sayang kita kedokter yuuk." kali aja tuh perutnya dah ada kembarnya Abie." ucap Hafidz yang melihat perut istrinya kelihatan mulai naik beberapa senti dari biasanya


" Iya juga sih Biee, akhir - akhir ini Fisha doyang makan loh." tapi kalau dah ada dedek bayi." kok Fisha nggak mual- mual tuh."?? seru Fisha yang mulai menyadari pola makannya yang naik tujuh puluh lima persen dari biasanya


__ADS_2