Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 110


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Fisha dan Hafidz tinggal dirumah orang tuanya, kedua mama dan mertuanya saling bergantian memasak makanan kesukaannya, sehingga membuat Fidzah menggerutu kesal karena sering dikerjai membuat cemilan untuknya juga


" Rakus benar sih Fish." semuanya pengen dimakan." ucap Fidzah mendengus kesal karena baru beberapa saat dirinya duduk Fisha malah meminta dirinya membuat Mie ayam Pangsit


" Yeeeah jangan gitu dong," ini semua kan keinginan kaponakan kamu Dek." ucap Fisha nyengir


" Bilang aja emaknya yang pengen makan, jangan mengambing hitamkan dedek bayi yang masih suci dalam perut itu."!! seru Fidzah sewot


" Iiiih nggak percaya bangeet."!! coba sini dengarin sendiri perutnya." ucap Fisha membela diri


" Heeeh emangnya dia ngomong apa."?? paling hanya suara perut kamu aja tuh yang bunyii." seru Fidzah namun mengikuti anjuran Fisha untuk mendekatkan telinganya diperut Fisha yang sudah membesar


" Ada kan dia ngomong., minta dibuatin Mie ayam."?? ucap Fisha berusaha menahan tawa


" Iya dia ngomong sih, katanya Aunti nggak usah dibuatin, hanya mama aja tuh yang pengen makan." dedek nggak ngerasain tuh kunyah yang enak2." liat aja tuh badannya mama sudah kayak badak." entar Ayahnya Dedek cari istri baru lagi." ucap Fidzah meniru gaya bicara anak balita


" Hmmmm si dedek jangan gitu donk, emangnya.dedek nggak kasihan apa liat mama dah ngiler nih sedari tadi." ayo Aunti buatin donk."ucap Fisha mengelus perutnya dan menatap mengiba pada Fidzah


" Haaaaaiiis dasaar rakuuus." untung loe hamilin kaponakan aku Fish, kalau nggak kamu dah aku bikin umpan ikan Paus." nyusahin bangeet." baru aja duduk."!!

__ADS_1


" Emangnya tuh makanan ditaruh dimana sih."??makanya makan tuh dikunyah jangan langsung ditelan ."ucap Fidzah menggerutu namun sudah beranjak kedapur membuat Mie pangsit kesukaan Ibu Hamil


Lima menit kemudian Fidzah sudah selesai membuat mie ayam Pangsit dan menaruhnya didepan Fisha


" Silahkan Bumil dicicipi makanannya dan dihabisin yaa, kalau nggak habis aku nggak akan buatin kamu lagi." ucap Fidzah dengan nada mengancam sambil berjalan kedapur dan balik lagi sembari membawa lima porsi jumbo mie ayam pangsit dan menaruhnya lagi dihadapan Fisha


" Ini Punya siapa Dzah."?? tanya Fisha


" Yaah punya kamulah." Habisin tuh."!!! ucap Fidzah menahan tawa


" Gileee aja." ini banyak banget Dzah."!! gerutu Fisha menatap Lima porsi jumbo mie ayam


Fisha menyantap Mie ayam Dihadapannya sudah Tiga porsi dihabiskannya, keringat bercucuran terlihat jelas membasahi permukaan Hijabya yang sudah basah,dirinya sudah tidak mampu lagi bergerak karena sudah sangat kenyang


" Abieeeeee tolongin Fisha dong makan mie ayam ini, Fisha dah kenyang bangeet, Fisha dah nggak kuat loh Bieee" Plaseee bieee.cepat pulang donk." ucap Fisha berteriak merengek


" Ada apa sayang."?? Suami kamu masih dikantor lho."!! apa ada yang sakit."?? kita kerumah sakit yaa."?? tanya Mama Nia panik di ikuti Mama Rania berdiri disampingnya


" Nggak kok Maa, Fisha hanya kenyang aja." Tapi itu loh Maaaa, Mie ayamnya Belum Habis Maa." ucap Fisha merengek

__ADS_1


" Laah teruss apa masalahnya belum Habis."?? kan tinggal disimpan aja sayang."?? ucap Mama Nia


" Tapii Fidzah minta Fisha Buat Habisin entar kalau nggak habis nggak dibuatin lagi." ucap Fisha yang sejak hamil begitu manja


" Adeeeeeek kok gitu sih." tau aja Kakak iparnya lagi sensi gini aaah." teriak Mama Rania namun hanya ditertawakan oleh Fidzah dari arah dapur


" Dasar cengeeeeng."!!!! kemana tuh Bar-barnya." sekarang jadi Lebay plees alay melambaiii." ucap Fidzah duduk dihadapannya


" Biarin aja week," yang penting disayang tuh sama Mama Rania dan Abang Mu yang tersayaaaang." Panggil Abang aja lagi Aaah sama Ustadz Hafidzz." Ucap Fisha memanas- manasi Fidzah yang memang tidak suka Fisha Ikut memanggil Hafidz dengan sebutan Abang


" Terserah." !! ucap Fidzah ngambek sehingga membuat Mama Rania dan Mama Nia tersenyum dengan tingkah mereka berdua


Waktu Ashar telah tiba, meskipun dengan perut besarnya Fisha masih bisa melaksanakan kewajibannya untuk sholat. dirinya sholat berjamaah bersama keluarganya


" Biee kita belanja yuuk." ajak Fisha setelah sholat ashar, dan menyiapkan Teh Manis untuk suaminya dan mencuim pergelangan tangan suaminya ,yang kebetulan Hafidz baru pulang dari kantornya


" Bentar yaa sayang, Abee mandi dulu terus sholat ashar, baru itu kita pergi ya." ucap Hafidz menyeruput Teh Manis dihadapannya sambil bergegas kekamar


" Iyaa Biee." Fisha Mau siap- siap juga." ucap Fisha mengikuti suaminya kekamar

__ADS_1


__ADS_2