
Melihat keduanya yang baru turun,Nana dan Hafidzah saling pandang lalu tersenyum
" Cieeeeh yang sudah jadi penganten baru." nggak sabar nih pengen cepet- cepet punya ponakan."!! seru Hafidzah mengoda Abangnya dan juga Fisha yang kini sudah resmi menjadi kakak iparnya
" Apa siih Dek ngasal banget kalau ngomong."!! ucap Hafidz menatap ke arah adiknya datar
" Laah emang bener kok." emangnya Abang nggak mau yah punya momongan."?? ucap Hafidzah nyengir sehingga membuat wajah Fisha Dan Hafidz memerah saling menatap salah tingkah
" Benar tuh Dzah." apalagi sekarang lagi Musim Hujan." enak tuh."!! pas banget tuh buat dedek bayi." hehehe." seru Nana tertawa ikut menggoda keduanya
" Shiit."!!umpat Fisha kesal karena digodain oleh kedua sahabatnya itu, sementara Hafidz hanya memasang tampang dingin tampa ekspresinya menatap Tajam ke arah adiknya dan Nana bergantian, lalu berjalan melangkah berkumpul dengan keluarga yang lainnya
" Fisha ngomong- ngomong kalian dah ngapain aja tadi." cerita donk."!! tanya Nana penasaran
" Yaa nggak ngapa- ngapain."!! biasa aja kok."!! ucap Fisha kesal
" Masak sih berdua aja dikamar nggak ngelakuin apapun."!! kalian dah gini belum."?? tanya Nana menautkan kedua jarinya memberi isyarat
" Iidiih pikirannya ngeres aja."!! sana nikah biar tau ngapain aja kitanya."!! belum juga bobo bareng dah pada Nanya aja."!! ucap Fisha Ketus,...sementara Hafidzah hanya tersenyum mendengar segala pertanyaan yang dilontarkan Nana kepada Kakak Iparnya itu
" Entar kamu Dah siap belum malam pertama dan bikin Dedeknya."?? tanya Nana serius
" Iiih Nana jadi merinding tauu." kalian berdua nggak usah pulang dulu, temanin aku yaa."?? ucap Fisha merinding sendiri membayangkan apa yang akan terjadi sebentar Nanti
__ADS_1
" Masak iya kita bobo di antara kalian berdua siih, kalau kayak gitu gimana mau cepat dapat dedeknya." seru Nana sewot
" Nggak usah keras- keras kali Naa, entar kedengaran sama yang lainnya" gerutu Fisha kesal
" K Fisha aneh banget."!! kalau kita temanin Kakak bobo, kasihan dong Abangnya Fidzah nggak dapat jatah."!!bisa- bisa aku lama dapat ponakannya."!! hhehheeh" seru Hafidzah tertawa
Dicandain seperti itu Wajah Fisha memerah menahan malu, percuma mengajak mereka tidur bersama yang ada dirinya hanya diolok oleh kedua gadis itu
Sementara Hafidz yang duduk di antara keluarganya Hanya menyimak apa yang mereka Katakan dan sesekali berkomentar namun Pandangannya tidak bisa terlepas dari Gadis berhijab putih yang kini sudah sah menjadi Istrinya itu
" Nggak usah gitu kali Natapnya Meer, entar dipuasin tuh natapnya ditempat tidur." ucap Bang Mirza yang kebetulan turut hadir di acara pernikahan mereka
" Mumpung Udah halal Za, kemarin- kemarin kan kalau natap nggak boleh kelamaan."!! belum Halal jadi sekarang dianya balas dendam."!! ucap Hanan ikut menimpali
" Kalian berdua ini Bisa aja."!! ucap Hafidz datar
" Kok Abang ngomongnya gitu."?? tanya Hafidz
" Yaa bukannya setahun yang lalu, dia sama Evan pernah janjian."!! ucap Mirza mengingat kembali kejadian yang tahun lalu
" Oooh itu, pernah dengar kok." ucap Hafidz dingin
" Jangankan Evan Meer, Abangmu ini jatuh cinta juga kalii, tapi sayang dah ditolak mentah- mentah, karena cintanya dah mentok sama kamu."!!
__ADS_1
" Kira- kira apa yang buat dia jatuh cinta sama kamu, Jujur aku bingung sendiri."!! padahal soal ganteng kita 11 12 lho."!! ucap Bang Mirza bingung
" Abang Hafidz itu gantengnya dari dalam juga Bang, kalau Abang Mah cewek yang disukai dimana- mana."!! seru Hafidzah tiba- tiba telah berdiri di antara mereka bersama Fisha dan juga Nana
" Yaa elaah si Adek, nggak usah buka kartu Abang juga kali, entar yang lain pada dengar, nantinya cewek- cewek nggak ada yang dekat Abang."ucap Mirza mengeluh
" Emang benar kok" kalau Abang Hafidz sukanya hanya satu orang." ya kan Bang."?? tanya Hafidzah melirik ke arah Hafidz
" Heeeuuuum" gumam Hafidz menatap ke arah Fisha yang pura- pura cuek tidak melihat tatapan suaminya
" Duduk disini Deek." ucap Hafidz menepuk kursi disampingnya
" Ekkkheeem pengantin baru, pengennya dempetan terus, entar aja dempetnya ditempat tidur." ucap Mirza tersenyum menggoda Hafidz dan lansung saja mendapat tatapan dingin dari Hafidz
" Nggak disini aja sama Fidzah dan Nana." ucap Fisha salah tingkah melirik sekilas ke arah suaminya
Waktu telah berputar dengan cepat tampa sadar jam telah menunjukkan pukul 12 malam, semua anggota keluarga telah pulang kerumah masing- masing, sehingga tinggalah mereka berdua ditempat itu
Fisha bergegas masuk kedalam kamar dan mengganti pakaianya dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut
Sementara hafidz hanya melihat tingkah istrinya itu bingung, dan perlahan menarik nafas panjangnya
__ADS_1
" Gadis Aneeh." belum nikah aja pedekatenya minta ampun, sekarang sudah jadi suami malah dicuekin seperti ini." ucap hafidz dalam hati menatap ke arah Istrinya yang sudah tertutup selimut