Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 38


__ADS_3

Setelah obrolan panjang, keduanya tertidur terbawa mimpinya masing2.


Keesokan harinya setelah melaksanakan sholat subuh bersama, Fisha dan Nana membantu Ibu Marni menyiapkan makanan setelah semuanya beres keduanya berangkat menuju balai desa.


Hari itu mereka di undang untuk bergabung dalam Musyawarah yang dipimpin lansung oleh Kepala Desa.


" Assalamualaikum semuanya.." sapa Pak Kifli


" Waalaikum salaam." jawab semuanya. sementara Fisha yang baru datang bersama Nana mengambil tempat disamping Hafids dan juga Zaki


" Begini Bapak dan Ibu sekalian serta Adik2 mahasiswa-i.semua." sebelumnya saya mau memberikan info sedikit mengenai Penceramah yang kita sepakati bersama kemarin itu, tidak bisa hadir."


" Sementara acara Isra dan Miraj ini sebentar malam kita laksanain." kira2 gimana solusinya."?? ucap Pak Kades meminta pendapat


" Barangkali dari Adik2 mahasiswa ada idenya." silahkan."!! ucap Pak Jamal menimpali


" Ustad Hafids aja Pak."!! seru Fisha tiba2 dan semua mata tertuju ke arahnya


" Maksudnya."?? tanya Pak Jamal bingung


" Ya maksud saya." Ustad Hafids aja yang ceramahnya." kalau soal ceramah doang maah Ustad paling jago dech " ya kan Ustad."?? seru Fisha memuji2 Hafids

__ADS_1


" Nggak usah berlebihan kayak gitu dek Fisha." ucap Hafids lirih merasa tidak enak hati


" Ooh yaa." kok saya baru tau." Kaponakan saya ini seorang Ustad rupanya." terus gimana Hafids mau."?? ucap Pak jamal sambil bertanya kepada Hafids


" Insya Allah Pak saya bisa bantu." ucap Hafids tersenyum


" Oke baiklah." besok juga kita ada kegiatan lomba yang dilaksanain oleh Karang taruna. ada lomba voly ball.sepak bola, takraw dan balap karung." jadi saya berharap semuanya bisa ikut bergabung dalam kegiatan ini..


" Kita lomba antara mahasiswa vs karang taruna." ucap Pak Jamal. dan disambut tepuk tangan oleh semua yang hadir


Setelah musyawarah selesai, mereka belum juga membubarkan diri. mereka terbuai dengan obrolan masing2


Fisha yang sedari tadi duduk berdekatan dengan Hafids tersenyum .dirinya sibuk dengan pikirannya sendiri.,


" Yaa Allah indah bangeet ciptaanMu." ucap Fisha dalam Hati dan tetap fokus menatap Bibir Hafids yang merah


" Huuuff, uuuh masih perawan nggak sih tu bibir."?? iiiih bikin salfok aja." lirih Fisha pelan sesekali tersenyum geli dan masih saja fokus menatap Hafids. sementara yang ditatap merasa risih sendiri


"Ustaad pernah ciuman nggak sih."?? tanya Fisha spontan dan berhasil membuat seisi ruangan heboh mendengar pertanyaan Fisha sementara Hafids terkejut dibuatnya


" Astagaa gadis ini ", nggak ngira2 kalau nanya." keluh Hafids dalam hati

__ADS_1


" Aah Fisha suka benar kalau nanya."!! seru Zaki yang membuat Fisha tersadar


" Maksudnya."?? tanya Fisha Bingung


" Ya aku juga penasaran pengen tau." ucap Zaki cengengesan


" Kamu nguping yaa."?? tuduh Fisha


" Yaa elaah siapa yang nguping."?? semua pada dengar kalii." ucap Zaki tidak terima


" Masak sih."!? tanya Fisha tidak yakin


" Beneran kali." ucap Zaki lagi


" Kenapa bertanya seperti itu dee Fisha "?? nggak enak lho sama yang lainnya." tanya Hafids dengan tatapan dinginnya


" Hmmmm penasaran aja." Habisnya Bibir Ustad bikin aku salfok sih." seru Fisha tersenyum jahil sesekali memperhatikan wajah Hafids


Sementara Hanan Zaki dan Nana hanys tersenyum geli mendengar pernyataan Fisha


" Astagafirullah hal aziim." nggak baik lho ngomong kayak gitu." ucap hafids kageet dengan wajah memerah menahan malu

__ADS_1


" Dijawab aja kenapa sih Ustad."!! ucap Fisha lagi


" Nggak ada yang perlu dijawab dek Fisha." Kalau nggak ada lagi, saya pulang dulu." permisi."!! ucap Hafids bangkit dari duduknya dan melangkah keluar


__ADS_2