
Setelah dipersilahkan duduk, ketiganya ikut duduk semeja bersama Evan dan Fisha
Tidak lama kemudian, makanan yang dipesan pun tiba, mereka berlima menikmati makanannya masing2
" Fish cobain dech, enak lho."!!! ucap Evan sambil menyuapkan potongan daging ke mulut Fisha dan itu berhasil membuat wajah Hafids memanas menahan perasaannya sendiri
" Gimana enak nggak."?? tanya Evan menatap ke arah Fisha dengan tatapan hangatnya dan di angguki oleh Fisha
Melihat kedekatan mereka Hanan dan Zaki saling tatap dan sesekali saling bisik.
Sementara Hafids yang sedari tadi diam, terlihat gelisah, dan mulai tak tenang." semua itu terlihat dari sikapnya yang tidak biasanya
" Bahaya nih, dikit lagi Bom Waktunya bakalan meledak nih."!! bisik Zaki ke Hanan
" Huuu.uumm liat tuh wajah Ustad kamu memerah." bisik Hanan dan melirik ke arah Hafids dengan ekor matanya
" Ekheem." saya permisi kekamar kecil dulu." Ucap Hafids berdiri dari tempatnya menuju toilet yang ada ditempat itu
Dirinya sungguh tak tahan melihat adengan yang terjadi tepat didepan matanya.
" Yaaa Allah.. ada apa dengan perasaanku ini."??apakah hamba berdosa memiliki perasaan seperti ini." keluh Hafids pada dirinya sendiri sambil menatap wajahnya dibalik cermin
Hampir setengah Jam Hafids di dalam toilet guna menenangkan Hatinya yang kacau balau
__ADS_1
dan itu Membuat Hanan dan Zaki tampak Khawatir dan menyusul Hafids di toilet
"Fids ada apa. "?? tanya Hanan tiba2 yang sudah ada di belakangnya
" Nggak ada apa2 kok." hanya nggak enak badan aja."!! jawab Hafids
" Kamu cemburu."?? tanya Hanan sarkas
" Aku nggak punya hak buat cemburu sama dia Naan."jawab Hafisd yang kekeh dengan pendiriannya
" Berhenti buat bohongin perasaan kamu sendiri Fids."!! itu semua hanya akan nyiksa diri kamu sendiri." ucap Hanan
" Siapa yang bohongin perasaan sendiri Naan.?? siapa bilang aku cemburu.? tanya Hafids balik berusaha menyembunyikan perasaannya
" Yaa lagi pengen aja."sudahlah nggak usah dibahas." Ucap Hafids melangkah keluar menuju tempat mereka tadi diikuti Hanan disampingnya
"Kok lama Ustad di toiletnya."?? tanya Fisha Heran
" Ooh itu, masih ngobrol tadi sama teman." ucap Hafids dingin
" Ooh gitu." sahut Fisha singkat
" Hmmm Kalian berdua sudah jadian yaa."?? tanya Zaki tiba2 menatap ke arah Fisha dan Evan bergantian
__ADS_1
" Enggak kok." hanya teman aja." ya kan Van."??jawab Fisha Singkat merasa khawatir takut lelaki yang Berada didepannya itu akan benar2 tidak mencintai dia
" Kamu tau nggak Van."? Kalau Fisha ini sudah punya calon suami lho."!! ucap Zaki ngasal sengaja memanas- manasu Evan
" Kalau boleh, jangan sering keluar berdua begini lho."!! entar calon suaminya ngambek lho."?? Ya kan Ustad".?? ucap Zaki sambil melirik ke arah Hafids
" Uhhuk.uhhuk." batuk Hafids terkejut mendengar ocehan Zaki
" Minum dulu Ustad." ucap Fisha sambil menyodorkan Gelas berisi air ke arah Hafids
Mendengar ocehan Zaki." Fisha dan Hanan hanya tersenyum
" Hmmm tapi kan calonnya nggak ada disini."?? jadi nggak pp dong. sekali2 ngajak Fisha jalan." lagian seperti kata orang." sebelum janur kuning melengkung." berarti Fisha masih bisa dimiliki oleh orang lain." ucap Evan kesal dengan ocehan Zaki
" Gimana nggak lihat, wong orangnya sedari tadi duduk disini."ucap Zaki ikut kesal dan membuat semua mata tertuju ke arah Zaki
" Maksud kamu."??,tanya Evan curiga
" Nggak usah didengarin." Zaki emang suka gitu." orangnya suka bercanda
" Ooh gitu." Baguslah.berarti aku masih punya harapan donk buat ngajak Fisha jalan.." ya kan Fish."?? Ucap Evan menatap ke arah Fisha dan membuat Fisha merasa tidak enak..
Hafids menatap tajam kearah Fisha.tatapan keduanya bertemu." ada sesuatu disana." yang tidak mampu mereka ungkapkan
__ADS_1
Setalah makan mereka berlima keluar dari warung makan menuju mobilnya masing2