Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 109


__ADS_3

Pukul sepuluh pagi Fisha dan Hafidz siap- siap berangkat menuju Rumah Sakit kasih Ibu untuk berkonsultasi dengan Dokter Kandungan..


Setengah jam perjalanan, kini keduanya telah sampai dirumah sakit, dan berkonsultasi langsung dengan dokter khusus Kandungan yang kebetulan sudah mengenal Hafidz


" Assalamua' alaikum Dok." ucap Hafidz dan Fisha bersamaan


" Waalaikum salaam" Silahkan duduk Fidz" sapa Dokter Arin mempersilahkan Fisha dan Hafidz untuk duduk


" Makasih dok." ucap Fisha dan Hafidz bersamaan


" Apa yang bisa saya bantu nih Fidz, periksa kandungan istri kamu yach.?? tanya dokter Arin menggoda Hafidz


"Dok saya itu belum hamil- hamil lo, saya datang kesini mau konsultasi aja, akhir- akhir ini saya doyan makan dok, entah nafsu makan saya naik atau emang ada bayi disini." seru Fisha menjelaskan panjang lebar


" Oh seperti itu." kamu mual- mual juga nggak."?? tanya Dokter Arin


" Nggak dok." malah saya maunya makan yang enak- enak dok, sampai- sampai suami saya ini juga pengen saya makan." heheehe." seru Fisha terkekeh


" Kamu nih bisa aja," ya udah kalau gitu kamu saya periksa dulu yach" silahkan baring dulu." ucap Dokter Arin


" Baik dok." ucap Fisha mengikuti perintah dokter arin


Setelah pemeriksaan Selesai dokter Arin tersenyum, menatap Fisha dan Hafidz secara beegantian


" Bagaimana Hasilnya dok, kok dokter senyum- senyum aja." tanya Fisha antusias


" Iya Dok gimana Hasilnya."?? tanya Hafidz ikut penasaran


" Selamat yaa, kalian berdua akan menjadi orang tua." ucap Dokter arin tersenyum


" Iiih si Dokter bercanda dech"selama ini aku nggak ada rasain apa- apa lo dok."!!! seru Fisha tidak percaya

__ADS_1


" Usia kandungan kamu sudah mau masuk bulan Kedua, jadi doyan makan juga nggak pp kok." heheehe." ucap dokter arin terkekeh


" Apa."?? mau dua bulan dok."?? Alhamdulillah..Allahu Akbar." terimah kasih ya Allah.." ucap Hafidz mengucap syukur sambil memeluk Fisha


"Alhamdulillah.. Hmmmm Abie jadi terharu dech." bentar lagi Fisha jadi Ibu ." hehe." ucap Fisha menangis Haru terbenam dalam pelukan Suaminya


" Ekheeem." Duuuh senangnya.".tapi.dirumah aja ya pelukannya," kasihan lo orang yang masih jomblo." seru dokter Arin yang masih sendiri meskipun sudah Berumur tiga puluhan lebih


" Maaf dok yaa." terlalu senang soalnya." habisnya sudah setahun lebih nikah nanti sekarang dapat." seru Fisha


" Iya Nggak pp." dijaga kandungannya yach banyak makan buah biar bayinya sehat." ucap Dokter Arin


" Iya dok." kalau begitu kami permisi dulu." Assalamuaalaikum." ucap Hafidz melangkah keluar di ikuti Fisha


Tiga bulan kemudian kini perut Fisha semakin membesar karena usia kandungannya kini telah menginjak empat bulan Lebih dan hari itu Keduanya ingin mengunjungi keluarganya


"Biee kok pakaian Fisha banyak yang udah nggak muat dech, celana Fisha juga.Terus Fisha Pakai apa nih."?? ucap Fisha mengeluh


" Bie nggak ada nih, terus gimana dong masa Fisha pake gini."?? ucap Fisha menunjuk Baju Daster yang dipakainya


" Ya pakai itu aja, sayang tetap cantik kok pakai itu." hehhee" sahut Hafidz terkekeh


" Iiih Abie bukannya nolongin, malah tertawa," ini semua gara- gara Abie tauu." ucap Fisha kesal


" Kok gegara Abee sih."?? tanya Hafidz heran


" Ya iyalah perut Fisha jadi gede gini kan karena Abie." coba kalau Abie nggak...." seru Fisha terpotong


" Hussst.... ." nggak boleh ngomong kayak gitu


Emangnya sayang nggak mau ya kita diberi keturunan."?? tanya Hafidz

__ADS_1


" Mau lah Biee." Abisnya Fisha kesal baju Fisha sudah nggak ada yang muat." Maafin Fisha ya." ucap Fisha


" Sayang pakai ini aja dulu." entar kita belanja dech." kita borongin semua tuh pakaian yang gede- gede. " ucap Hafidz membujuk


" Iih mentang- mentang banyak duit yach." ucap Fisha mencibir


" Nggak kok." daripada pakaian sayang udah nggak ada yang muat." ucap Hafidz


Hampir sejam mereka berdebat, akhirnya Fisha bisa menemukan pakaian yang pas ditubuhnya.Keduanya berangkat kerumah orang tua Fisha dan disana telah berkumpul keluarga Hafidz juga


" Sini Nak " ucap Mama Nia setelah melihat Fisha dan Hafidz baru masuk dan menciumi anak dan menantunya itu


" Bagaimana bayi kamu sayang." udah nendang- nendang belum."?? tanya Mama Rania ikut menciumi Fisha


" Belum Sih Maa" maaa Fisha pengen makan ayam goreng masakan Mama Nia dan Sayur pecel buatan Mama Ra juga." soalnya dedek bayi pengen makan itu."seru Fisha memeluk manja kedua perempuan itu


" Hmmmm ini yang doyan." Dedek bayinya atau ibunya nih."?? tanya Mama Rania


"Pasti Ibunyalah Maa." emangnya Bayi dalam perut bisa makan ayam goreng dan sayur pecel gitu."?? seru Fidzah


" Ya iyalah..bilang aja sirik." Adek kan belum nikah- nikah." week." makanya cepetan tuh minta dinikahin sama Kang Bebebznya yang masih di awan- awan katanya." seru Fisha nyengir meledek Fidzah


"Haaaaiis sombong." ucap Fidzah kesal


" Sudah- sudah." nggak usaha berantem ." Si adek kalau dah Nikah dan ngidam juga, apapun yang adek mau," nanti mama dan Mama Nia buatin deh." ucap Mama Rania


" Dengar tuh Dzah." Dzah kaponakannya nih pengen dibuatin rujak lo."!! ucap Fisha menatap Fidzah


" Ini mah bukan Bayi nya tapi mamanya aja yang rakus." liat tuh badannya dah kaya badak aja."!! ucap Fidzah meledak namun sudah beranjak memnbuatkan rujak buat Fisha


" Biariiiiin." cepetan tuh dibuat." kaponakannya dah pengen makan rujak nih." teriak Fisha sehingga kedua mama itu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang seperti anak kecil

__ADS_1


****Vote yang banyak dan Like juga yaa****


__ADS_2