Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 106


__ADS_3

" Sudah jangan cemberut begitu" entar kecantikannya hilang lagi." ucap Hafidz melonggarkan pelukannya


"Bikin ngiri aja."!! ucap Hannan berjalan mendekati keduanya


" Makanya cepat dihalalin, kasihan tau gantungin anak orang melulu."!! seru Fisha yang emosinya sudah stabil kembali


" Iya, rencananya minggu depan sih Insya Allah, doain yaa "!! sahut Hanan


" Siap K Hanan." Doa Fisha selalu di kabulin Allah kok,"!! seru Fisha tersenyum


"Assalamualaikum" ucap Ibu Mariati yang sengaja mendekati mereka


" Waalaikum salam" sahut mereka bertiga bersamaan dan Fisha langsung menjabat tangan serta memeluk Ibu mariati


" Bagaimana kabar kamu Nak."?? tanya Ibu Mariati setelah melepaskan pelukan Fisha


" Alhamdulillah Bu sehat aja kok." sahut Fisha


" Oh iya suami kamu mana."?? Maaf ibu nggak sempat datang kemarin soalnya jagain Anak dirumah sakit, Itupun Ibu dapat info dari pesantren kalau kamu mau nikah." ucap Ibu Mariati panjang lebar

__ADS_1


" Oh it..u suami Fisha yang ini Bu." ucap Fisha menunjuk Hafidz yang berdiri disampingnya


" Loh Kok Almeer."?? jadi kamu nggak nikah tuh sama Ustadz yang kemarin diceritain." sayang banget padahal kamu sekarang sudah pantas buat dia," entar dia nyesal tuh karena cuek sama kamu." ucap Ibu Mariati yang selama ini tidak mengetahui Siapa Ustadz yang dimaksud Fisha selama ini


" Nyesal lah Buk pastinya, apalagi sekarang Fisha dah cantik gini, dan Ibu tau nggak pas Fisha ketemu Dia lagi, masa mandangin Fisha sampe nggak berkedip kayak gitu,terpesona kayak gitu dech


" Dan katanya juga Dia kangen banget sama Fisha." seru Fisha menahan tawanya melihat ekspresi Hafidz


" Rasain tuh, kok jadi Ustadz nggak peka banget."orang kayak gitu musti di hempaskan."!! nggak tau apa , selama ini kamu rela mantaskan diri buat dia."!!


" Tapii kenapa kamu nikah sama Almeer dan bukan Ustadz itu."?? tanya Ibu Mariati penasaran


" Ekheeem..,"!!Ustadz nggak peka yang harus dihempaskan yang di Maksud Fisha itu saya Bu."!! ucap Hafidz menatap Fisha kesal karena sedari tadi mencibir dirinya


" Iya Buu." Heheeehee."!! ucap Fisha terkekeh diujung kalimatnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Maafin Ibu ya Nak Almeer." Ibu hanya terbawa suasana, Habisnya Ibu Kasihan sama Nak Fisha, selama disini itu orangnya suka melamun sendiri sambil menatap layar ponsel."kalau berdoa lamaa bangeet." kadang nangiis."ucap Ibu Mariati menyesal menceritakan keadaan Fisha selama di Pesantren


" Haiiss si Ibu, nggak usah buka kartu kali Buu." entar orangnya terbang lho." lagian Fisha nggak nangis buat Ustadz kok, Fisha Nangis tuh gegara kangen sama Rumah." seru Fisha menyangkal mendengar ucapan Fisha, Hafidz hanya tersenyum

__ADS_1


" Kasihan sekali kamu sayang, selama ini. berusaha memantaskan dirimu biar bersama Abee." maafin Abee sayang." Abee janji nggak akan pernah nyakitin hati kamu lagi." ucap Hafidz dalam hati


Hampir setengah jam lamanya mereka berbincang- bincang hingga akhirnya terdengar suara microfon dari arah tempat kegiatan menandakan kegiatan malam itu akan dimulai


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, acarapun telah selesai para tamu undangan telah kembali kerumah mereka masing- masing, kini tinggalah mereka berlima sedang berdiri didepan Mesjid sambil memandang menara mesjid tersebut


" Bie ingat nggak sewaktu kita pulang dari desa dan mampir ditempat ini."?? tanya Fisha yang masih memandang menara mesjid tersebut


" Iya Abee ingat, kalau nggak salah sayang liatin terus tuh menara."!! ucap Hafidz ikut berdiri disamping Fisha


" Tepat disini Bie, Fisha berharap dan menaruh harapan, bahwa suatu saat Fisha akan kesini lagi bersama dengan orang yang Fisha cintai, hampir saja Fisha putus harapan saat terakhir kali kita bertemu dan Abee untuk kesekian kalinya Menolak Fisha dan enggan menatap Fisha."


" Tapi Fisha sekarang bersyukur, cinta Fisha selama ini tidak bertepuk sebelah tangan, andaikan waktu itu Abie nggak melamar Fisha, mungkin sekarang bukan Abie yang disini tapi Orang lain."dan mesjid ini menjadi saksi harapan- harapan Fisha yang hanya akan tersisa kenangan."ucap Fisha kilas balik masa yang lalu


" Dan itu akan menjadi penyesalan yang tiada akhir buat Abee, karena telah menyia- nyiakan wanita yang sangat berharga seperti kamu sayang, Abee bukanlah Pria yang romantis seperti Aktor Korea kamu itu sayang, tapi untuk Kasih sayang dan cinta Abee itu kekamu nggak ada orang yang bisa menandingi kecuali Hanya Allah, Karena Allah telah menitipkan cinta Abee ini buat kamu."


" Cinta Abee kekamu sangat besar tapi Maaf Cinta Abee ke Allah lebih besar sayang, sayang juga harus gitu, nggak boleh mencintai Abee melebihi cinta kepada Allah." seru Hafidz tersenyum


" Haiiiss siapa juga yang cinta sama Abee"jangan Ge' er dech." Fisha itu lebih cinta kepada Allah dari pada Abie yaa." ucap Fisha jutek menyembunyikan rasa bahagianya mendengar ucapan Hafidz barusan

__ADS_1


" Iya nggak cinta sama Abee tapi kok nulis surat cinta buat Abee yaa,? hmmm atau jangan- jangan salah orang kali yaa." gumam Hafidz pura- pura berpikir


" Hmmmm yang nulis surat cintakan bukan hanya Fisha doank." tapi tuh tadi perawan tua tadi nulis surat cinta juga buat Abee." jangan- jangan yang dibaca bukan surat Fisha tapi surat Si Nenek sihir itu."!! sahut Fisha datar sehingga membuat Hanan dan juga Lainnya bergidik menatap kedua orang itu yang sedang beradu mulut meskipun tidak bertengkar


__ADS_2