Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 23


__ADS_3

" Maafkan saya dee Fisha,"saya enggak ada niat buat nyinggung perasaan kamu." ucap Hafids merasa bersalah dan menatap Fisha yang tertunduk lesu


" engga pp kok Ustad." saya sadar kalau saya bukanlah gadis yang Ustad harapkan." tapi saya mohon," biarkan saya tetap mencintai Ustad." ucap Fisha memohon


" Saya enggak pantas buat kamu cintai seperti ini dee Fisha." masih banyak laki- laki diluar sana yang lebih pantas buat kamu." ucap Hafids memberikan nasehatnya


" Ustad yang enggak pantas buat saya, atau saya yang nggak pantas buat Ustad."??tanya Fisha dengan dengan nada kecewanya


" Saya yang nggak pantas buat kamu Fisha."!! lirih Hafids menahan perasaannya


" Ustad ngga usah ngelak." sejujurnya saya kan yang enggak pantas buat Ustad".?? karena saya bukan seorang ustazah yang sesuai dengan keinginanan Ustad untuk dijadikan seorang Istri."!! ucap Fisha tampa sadar air mata yang berusaha dibendungnya keluar dengan sendirinya


" Dee Fisha maafkan saya."!!ucap Hafids tidak tega melihat air mata yang menetes membasahi wajah Fisha


" Enggak apa- apa Ustad." tapi ijinkan saya tetap mencintaimu Ustad."lirih Fisha menyapuh air matanya


" Saya enggak mau, perasaan cinta kamu kesaya akan menyakiti hati kamu." lebih baik buanglah rasa cinta kamu untuk saya.." agar kamu tidak tersakiti lebih jauh lagi."!!ucap Hafids merasa sangat bersalah terhadap Fisha


" Biarin saya sendiri juga kok yang nikmatin rasa cintanya, sakitnya." ucap Fisha mulai menalisir hatinya


" terserah dee Fisha aja" ucap Hafids pasrah sesungguhnya dirinya juga bingung kenapa dirinya merasa nyaman aja memanggil Fisha dengan embel - embel dee didepannya


Hanan, Zaki dan Hana yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya masing2 datang menghampiri Hafids dan Fisha

__ADS_1


" Duduk berdua aja nih." ganggu ngga yaah."?? tanya Zaki yang memang sudah mengetahui hubungan Keduanya


" Enggak kok, santai aja."!! ucap Fisha


" Kamu habis nangis yah Fish."?? tanya Zaki melihat air bening yang masih menempel di ujung mata Fisha


" Enggak kok." ini nggak sengaja tadi terkena ujung kertasnya yang dipegang Ustad." ucap Fisha berbohong


" Ooh gitu." ucap Zaki yang masih tidak percaya dengan ucapan Fisha


"Sudah setengah 12 nih."kita siap2 sholat dzuhur dulu." ucap Hanan melirik jam tangannya


" Ooh iyaa tadi." disuruh mampir dulu dirumahnya pak Kades."ucap Fisha


" Ya udah kalau gitu." kita mampir dulu bentar," terus kita ke mesjid." ucap Hafids berdiri dari tempatnya


" Ayo sini semua masuk." kita makan siang dulu." ucap pak jamal


" terimah kasih pak atas semuanya." ucap Hanan


mereka duduk didepan meja yang sudah penuh dengan segala macam makanan..dua meja yang sudah tersedia ditempat itu..


masing- masing tiap meja diduduki sepuluh orang, kecuali dimeja tempat pak Kades dan Bu Kades duduk, hanya diduduki oleh Hafids, Hanan , Zaki, Nana, Hana dan Fisha

__ADS_1


" Ayo dimakan" ucap Ibu Marni mempersilahkan


" Makasih Budee atas semuanya." ucap Hafids


" Ahh kamu nih kayak sama siapa aja." ucap Ibu Marni


" Kok panggilnya Budee sih Ustad." tanya Fisha penasaran


" Yaa terus panggilnya apa."?? inikan emang budee saya."!! ucap Hafids tersenyum


" Iya Naak Fisha." Hafids ini kaponakan dari pak Jamal." jelas Ibu Marni


" Enak dong punya sodara dimana- mana." seru Fisha


" Naak Fisha juga bisa kok punya sodara disini, asal mau sama anaknya Ibu".!! ucap Ibu Mirna menggoda Fisha


" uuhuuk..uhuuuk " Hafids tersedak mendengar pernyataan Budeenya semua mata tertuju kearahnya dengan tatapan curiga


" Kamu kenapa Fids."?? tanya Hanan


" enggak papa hanya keselek dikit kok." udah lanjutin makannya." ucap hafids


" Bagaimana Nak Fisha, mau nggak."?? katanya tadi pagi belum punya calon dan mau jadi anaknya Ibu." ucap Ibu Mirna lagi dan berhasil membuat Fisha salah tinggkah

__ADS_1


" heeehee" gimana yaah." punya cowok yang ditaksir sih Buu, tapi sayang bangeet cowoknya nggak suka sama Fisha." ucap fisha menekan kata2nya


" Waduuh, masak cantik gini nggak ada yang suka sih."?? kalau anak Ibu pasti suka." ucap Ibu Marni serius dengan ucapannya


__ADS_2