Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 87


__ADS_3

Fisha yang berada didalam selimut merasa was- was sendiri, dirinya sekarang begitu takut kalau tiba- tiba nanti suaminya akan mendekatinya dan meminta Haknya


Terdengar suara langkah kaki berjalan mendekati dirinya,dan itu berhasil membuat Fisha berkeringat dingin


"Deek."!! panggil Hafidz pelan


" Hummmm." jawab Fisha hanya bergumam dari balik selimut


" Deek sudah ngantuk kah."?? tanya Hafidz lagi


" Hummm." jawab Fisha yang masih bergumam


" Boleh temanin saya ngombrol."?? tanya Hafidz lagi


" Emangnya Ustadz belum ngantuk."?? tanya Fisha bangun dari tidurnya dan duduk ditempat tidur



" Belum."!! saya pengen ditemanin sama kamu duduk disini."!! saya pengen ngobrol."!!ucap Hafidz yang telah duduk melantai dan bersandar ditepi ranjang



" Tapi saya dah ngantuk nih." ucap Fisha pura-pura untuk menghindari suaminya, karena dirinya begitu takut sekarang


" Apakah Deek takut dekat dengan saya."??tanya Hafidz tersenyum


" Siapa juga yang takut."!! enggak kok."!! ucap Fisha menyangkal menyembunyikan senyumnya


" Kalau nggak takut sini dong." duduk disamping saya."!! ucap Hafidz menggoda Istrinya


" Hmmmm Ustadz mau ngomong apa sih."?? tanya Fisha mendekati suaminya itu

__ADS_1


Hafidz menatap Istrinya dengan seksama, memperhatikan satu persatu Pahatan yang begitu sempurna diwajah Istrinya itu,.


"Subbhanallah, alangkah cantiknya ciptaanMu ya Allah, Terimah kasih ya.Allah Engkau telah jadikan Dia jodoh Hamba." ucap Hafidz dalam hati


Sementara Fisha yang ditatap seperti itu merasa canggung, berusaha menyembunyikan wajahnya, karena merasa malu ditatap seperti itu


Hafidz menyentuh tangan Istrinya dan menggenggamnya Erat


" Terimah kasih Deek sudah mau terima saya."!! ucap hafidz mencium perlahan tangan Istrinya tersebut sehingga membuat Fisha seperti patung diam tak berkutik


" Sama- sama Ustadz."!! ucap Fisha singkat


" Kenapa Hijabnya nggak dibuka?? kan mau tidur."!! tanya Hafidz yang melihat Fisha masih mengenakan Hijabnya


" Bukannya Kemarin, Ustadz Enggan liat saya, karena nggak pake hijab."?? ucap Fisha mengingat kembali kejadian- kejadian sebelum mereka menikah


" Beda dong Deek." kemarin- kemarin Dek sendiri belum Halal buat saya,.sekarang Kan beda, jangankan rambut semua yang tersembunyi dalam diri Dek Fisha ini semuanya sudah halal buat saya." ucap Hafidz tersenyum menatap ke arah Fisha yang menunduk karena malu


" Iya semuanya punya saya tanpa terkecuali, jadi malam ini bolehkan.."?? "!! ucap Hafidz terpotong sehingga membuat wajah Fisha merah padam


" Tapi saya belum.."?? ucap Fisha terpotong


" belum bolehin saya tidur bareng sama Dek Fisha, masa iya suaminya dibiarin tidur disofa." ucap Hafidz memotong kalimat Istrinya itu


" Jadi maksud Ustadz."?? tanya Fisha salah tingkah


" Iyaa, saya nggak akan maksa Deek Fisha buat ngasih Hak saya sebagai Suami sekarang, saya tau hari ini sangat melelahkan, jadi Deek Fisha Bobo gih." ucap Hafidz menyentuh wajah Istrinya penuh kelembutan


Sesungguhnya sekarang,kelakiannya sedang di uji kesabarannya, bagaimana tidak sekarang dirinya harus menahan Hasrat Hatinya ketika berduaan dengan seorang wanita, apalagi kini wanita itu telah menjadi Istrinya


" Emangnya Ustadz nggak pp."??. tanya Fisha merasa bersalah

__ADS_1


" Nggak pp kok" sekarang Dek Fisha tidur." ucap Hafidz


" Baiklah saya tidur dulu Ya Ustadz." ucap Fisha mengecup sekilas bibir suaminya itu,lalu bergegas naik ketempat tidur


Hafidz kaget bukan kepalang, bagaimana tidak, saat dirinya bersusah payah menahan Hasratnya, istrinya sendiri malah menggodanya seperti itu


" Deek Fisha." jangan seperti ini donk." saya sudah berusaha Nahan sedari tadi lho."!!ucap Hafidz kesal


"Apa Deek Fisha sudah siap."?? tanya Hafidz


" Belum lah." hanya penasaran aja." habisnya bibir Ustadz bikin saya Salfok." hehhee" ucap.Fisha menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut



"Hmmmm kamu nih, ada- ada aja."!! tidur gih." ucap Hafidz naik ketempat tidur dan menatap wajah istrinya dengan seksama


"Duuuh kok jadi deg- deg kan gini sih,jangan- jangan dianya mau balas dendam lagi." gumam Fisha dalam hati


setelah menatap Istrinya, Hafidz perlahan mengecup Hidung dan kening Istrinya, sehingga membuat Fisha lansung berpikiran yang Aneh- aneh



" Met tidur Istriku."!! ucap.Hafidz berbaring disamping Istrinya dan memeluk Istrinya dengan mesra


" Met tidur juga Ustadzku sayang." ucap Fisha tersenyum,


Tidak lama kemudian keduanya tertidur dengan nyenyak, Namun Hafidz masih saja terjaga disepertiga malamnya untuk melaksanakan sholat tahajjudnya dan sholat Subuh


" Deek bangun gih." kita sholat dulu." ucap Hafidz menarik hidung Istrinya pelan


"Haaaa masih ngantuk banget Ustadz." peluuk."!!ucap Fisha agak manja,malas untuk bangun sehingga membuat Hafidz tersenyum dirinya tidak pernah tau kalau gadis yang Narsisnya minta ampun itu ternyata bisa manja juga

__ADS_1


__ADS_2