
Setelah membaca pesan tersebut Hafids hanya terdiam, bingung entah apa yang harus dilakukannya
" Calon Istrinya nunggu di luar kali Ustad." seru Zaki cengengesan menggoda Hafids
" Jadi Ustad maah enak." masih jam segini sudah disamperin bidadari." ucap Zaki lagi
" Ngomong apaan sih Zak." ucap Hafids dingin
" Udah Fids." samperin aja." siapa tau ada yang penting."Ucap Hanan yang melihat Hafids tampak ragu2
" Huuuummm, Dia sebenarnya mau ngapain sih."?? gumam Hafids pelan
" Aku keluar dulu." ucap Hafids
" Nggak diganti dulu nih sarungnya."?? ntar Pikiran Calon istrinya ngerees lho." ucap Zaki menjahili Hafids
" Aaah kamu." jangan2 pikiran kamu aja nih yang ngenees."!! ucap Hafids mengganti sarung dan beralih menggunakan celana panjangnya
" Heeeheee Ustad maah tau aja pikiran anak muda." Ucap Zaki yang masih cengengesan
" Emangnya saya Sudah tua apa."?? tanya Hafids berlalu berjalan keluar dan menemui Fisha
Zaki dan Hanan hanya tertawa melihat Hafids yang Nampak ragu2.
" Haaaaii Ustad." sapa Fisha tersenyum setelah melihat wajah Hafids yang sudah berdiri dibalik pintu
" Ekheeem." biasain ngucapin salam kali dee Fisha." ucap Hafids yang masih berdiri ditempatnya
__ADS_1
" Hmmmm ya elaah Ustad." keluh Fisha berbalik berjalan keluar pagar dan membuat Hafids tersenyum geli melihat tingkah Fisha
" Assalamualaikum calon suami Fisha yang ganteng." Ucap Fisha kembali berjalan ke arah hafids.
" Waalaikum salaam." jawab Hafids salah tingkah dengan ucapan salam Fisha yang menggunakan embel2 calon suami dibelakangnya
" Cckkckk kurang lengkap kalii Ustadku sayang." protes Fisha yang sengaja menggoda Hafids
" Astaga gadis ini." bisa2nya dia ngomong kayak gini." gumam Hafids dalam Hati berusaha menyembunyikan senyumnya yang sedari tadi ditahannya
"Ada apa kesini Dee Fisha."??nggak baik lho kesini sendirian."?? apalagi disini nggak ada perempuannya."!! ucap Hafids Pelan agar gadis itu tidak tersinggung dengan ucapannya
" Yaa pengen ketemu Ustad laah." masak ketemu Pak Jamal,, kan Aneh."!!ntar dibilang Pelakor lagi."!! seru Fisha tampa memperdulikan pertanyaan Hafids
" Yaa terus ada apa dee Fisha mau ketemu saya."?? tanya Hafids bersikap dingin
" Yaa saya nggak tau."!! ucap Hafids merasa tidak nyaman dengan ucapan2 Fisha
" Kangenlah, masa gitu aja Ustadnya nggak tau." seru Fisha Tiba2 dan berhasil membuat wajah Hafids berubah
" Hmmmmm." jangan seperti ini dee Fisha nggak baik lho kalau didengar oleh orang lain."ucap Hafids mengingatkan
" Kan nggak ada orang juga." cuma Ustad doank kok yang dengar." seru Fisha tampa menghiraukan ucapan Hafids
" Iya nggak baik lho kamu ngomong kayak gitu." jangan berlebihan merindui seseorang yang bukan muhrimnya." ucap Hafids lagi
" Emangnya Ustad sendiri nggak kangen sama saya."?? Tanya Fisha sarkas dan berhasil membuat mata Hafids terbelalak keget mendengar pertanyaan Fisha yang semakin ngasal
__ADS_1
"Astagafirullah gadis ini."gumam Hafids dalam hati bingung dengan tingkah gadis yang ada didepannya itu
"Saya hanya kangen sama Sang Pencipta." Orang tua dan keluarga yang halal buat saya." dee Fisha kan belum halal." jadinya haram kalau saya kangen sama dee Fisha." ucap Hafids hati2 takut gadis itu tersinggung seperti tempo hari
" Owaaalaah." sakitnya tuh disini ya Allah." ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan." nyeseek bangeet nih Hati yaa." seru Fisha menyaput Dadanya berusaha menghibur dirinya sendiri
" Jangan seperti itu dee Fisha." maafkan saya."!! dan jangan buang waktu dee Fisha hanya untuk mengukir cinta untuk saya." ucap Hafids merasa tidak enak
" Ustad sih enak ngomong kayak gitu." karena Ustad nggak rasain apa yang saya rasain." Menghapus cinta yang sudah setinggi gunung tuh nggak gampang kali Ustad.
"Ustad kan nggak cinta sama saya, makanya bisa ngomong kayak gitu." Huuuuum apalah daya." cintaku ditolak lagi." ucap Fisha menahan perasaannya agar tidak hanyut dalam kesedihan
Hati Hafids berasa sesak, sakit yang mendalam mendengar segala keluh kesah Fisha."sesungguhnya dia sendiri bingung dengan apa yang dirasakannya terhadap gadis itu."
"Astagafirullah dee Fisha." janganlah mencintai aku seperti ini." itu semua hanya akan menyakiti hati dee Fisha sendiri." ucap Hafids mencoba menasehati Fisha
" Udah deh Ustad." Hati ini punya aku kalii." jangan paksa buat nggak cinta sama Ustad lagi."seru Fisha berusaha menghibur dirinya sendiri
" Oh iya, sebenarnya aku kesini mau ngembaliin ponsel ini." ucap Fisha memberikan ponsel ke arah Hafids
" Ini ponsel punya dee Fisha juga." sambil mengeluarkan ponsel dari kantong celananya dan memberikannya ke Fisha
" Tapi sebelumnya saya minta maaf." sudah lancang baca inbox nya." ucap Hafids meminta maaf
" Nggak pp kok Ustad." kalau begitu saya permisi." Assalamualaikum calon suami ku." ucap Fisha tersenyum
" Waalaikum salaam." hati2 di jalan." seru Hafids ikut tersenyum geli mendengar ucapan Fisha
__ADS_1