
Setelah kepergian Fisha beberapa menit yang lalu, Hafids kembali masuk kedalam kamar melanjutkan pekerjaannya
" Fisha sudah pulang yaa."?? dia ngapain kesini."?? tanya Hanan yang melihat Hafids masuk kedalam kamar
" Iyaa." ngantar Ponsel aja." jawab Hafids singkat dan meletakkan ponsel di atas ranjang
" Ooh iya Ustad punya data nggak."?? nebeng donk." lagi sekarat nich." tanya Zaki buka suara
" Iya ada." aktifin aja."ucap Hafids fokus pada layar laptopnya
" Okey dech."!! seru Zaki girang mengambil ponsel milik Hafids
Seketika Wajah Zaki berubah, menautkan kedua keningnya sembari tersenyum
" K hanan liat dech." bisik Zaki sembari menyodorkan Ponsel kearah Hanan
Keduanya nampak tersenyum geli setelah melihat gambar yang ada di layar ponsel milik Hafids
" Kayaknya si Fisha Nekat bangeet." kira2 gunung Es milik Ustad bakalan cair nggak yaa." bisik Zaki lagi
" Nggak Tau sih." kita liat aja entar kayak gimana".ucap Hanan lagi
" Kira2 Ustad sudah liat gambar ini apa belum yach."?? kalau belum pasti kaget tuh." ucap Zaki masih berbisik
" Hmmm si Fisha niat banget rupanya." Waduuh fotonya banyak banget." ucap Hanan Kaget melihat isi galeri ponsel milik Hafids
" Nggak tau nih, gimana reaksi Ustad entar pas lihat isi galerinya." ucap Zaki masih berbisik tersenyum melirik Hafids yang tetap fokus dengan laptopnya
" Kalian kenapa "?? tanya Hafids yang curiga dengan kedua temannya itu
__ADS_1
" Nggak pp kok Ustad." Oh iyaa Ustad ini siapa yaa."?? cantik banget." sodaranya yach."?? tanya Zaki usil sambil memperlihatkan Foto dilayar ponsel yang sebelumya sudah di edit oleh Fisha
" Lho kok foto ini...."?? siapa yang buat."?? tanya Hafids kaget melihat Foto dirinya dan juga Fisha yang saling memegang tangan satu sama lain." foto yang sebelumnya sudah di edit.
"Fisha lah Ustad siapa lagi." tapi cocok kok Ustad." ledek Zaki tersenyum
" Cckckk gadis itu." ada2 aja." gumam Hafids geleng2 kepala
" Ustad kita sebentar malam jalan yuuk."!! ajak Zaki
" Emangnya mau kemana."?? tanya Hafids
" Yaa kemana kek." bosan nih." sudah seminggu lebih kita disini, tapi nggak pernah jalan2." Keluh Zaki berharap Hafids mau mengabulkan permintaannya
" Benar juga Fids." bosan juga sih." gimana kalau kita Ke Ujung Jalan Desa ini aja." ucap Hanan turut menberikan idenya
" Okelah." sehabis isya kita berangkat." ucap Hafids
" Naa entar malam kamu ikut nggak."?? si evan ngajak jalan nich ."?? tanya Fisha
" Lagi malees aah." lagi ada tamu nggak di Undang nich." seru Nana yang terlihat malas2an
" Nggak enak aah perginya berdua doank." ucap Fisha
" Yaa nggak pp." asal pulangnya nggak kemalaman aja." ucap Nana memperingati
" Yaa iyalah." aku nggak gila kalii." ucap Fisha
Setelah mengobrol panjang lebar keduanya tertidur dengan nyenyaknya." tampa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore
__ADS_1
Keduanya bergegas bangun dan membantu Ibu Marni menyiapkan makan malam untuk rekan2nya.
Setelah sholat Isya Fisha di jemput oleh Evan menuju rumah makan yang berada diUjung Jalan Desa tersebut
" Fisha kamu mau pesan apa."?? tanya Evan setelah keduanya sampai
" Hmmmm Nasi Goreng aja dech." ucap Fisha
" Kamu tunggu disini yaa." aku pesan dulu." ucap Evan menuju tempat pemesanan makan
" Okey dech."!! sahut Fisha
Tidak lama kemudian Hafids, Hanan dan Zaki masuk juga kedalam warung makan tersebut dan kaget melihat Fisha yang tengah duduk sendiri
" Haii Fish." kamu disini juga."?? sapa Zaki sambil mendekati Fisha di ikuti Hafids dan Hanan
" I- iya." ucap Fisha sedikit gugup karena melihat Hafids yang tengah menatap dingin kearahnya
" Kamu sendirian aja."?? tanya Zaki lagi
" Sama saya."!! jawab Evan dari arah samping
dan berhasil membuat ketiganya kaget, terutama Hafids.wajahnya nampak memerah menahan gejolak dihati yang sulit dipahaminya
"Nana nggak di ajak yaa."?? tanya Hafids buka suara
" Duuuuuh gawaat ." !!bisa2 Ustad tambah infil nich." gumam Fisha dalam hati
" Hmmmm ituu. Na..na nggak mau diajak." ucap Fisha gugup serba salah karena sedari tadi Hafids bersikap dingin kepadanya
__ADS_1
" Ayo duduk." sini gabung aja di meja kita." ucap Evan sambil duduk disamping Fisha sementara Hanan dan Zaki saling memandang dan saling sikut melirik ke arah Hafids yang Nampak dingin.