Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 111


__ADS_3

Tiga bulan kemudian kini Fisha sudah mulai merasakan sakit bagian perutnya serasa seluruh tubuhnya tak kuat lagi


" Abiee perut Fisha sakit Biee." teriak Fisha dari arah kamar, Hafidz yang berada dilantai bawah bergegas kekamar dan mendapati Fisha telah bersandar disisi ranjang dengan wajah pucat dan dipenuhi keringat


" Ada apa sayang."?? tanya Hafidz setelah sampai didepan kamar mereka


" Perut Fisha sakit Biee." ucap Fisha


" Hmmm apa sayang mau makan ?? dari semalam Sayang nggak makan lho.!! ucap Hafidz tenang


" Haaiiisss Abiee nih.." orang sakit perut juga masa disuruh makan." Disuruh makan tuh kalau Fisha bilangnya lapar." ucap Fisha kesal


" Maafin Abee sayang." Abee bingung mau ngapain."


" Hmmm Kita kerumah sakit aja sayang." mungkin sayang dah waktunya lahiran." ucap Hafidz yang begitu khawatir namun masih bersikap tenang


" Cepetan donk Biee." sakit nih." dari tadi kek dibawah kerumah sakit bukannya disuruh makan." ucap Fisha yang masih kesal


" Iya Abee kabarin Mama dulu ya." biar nyusul kita kerumah sakit." ucap Hafidz sambil menghubungi kedua orang tuanya dan mengabari perihal Fisha


" Ayoo donk Bieee." sakit bangeet biee." nggak kuat nih.' Fisha mau pingsan nih rasanya." entar kalau Fisha pingsan Abie nggak kuat lho ngangkat Fisha." cerocos Fisha kesakitan namun masih bisa mebuat Hafidz geleng- geleng kepala


Setelah mengendong Fisha kemobil Hafidz buru- buru Menjalankan mobilnya dengan perlahan, karena khawatir kalau mobil dijalankan dengan laju akan membuat perut istrinya terguncang


" Lebih cepat donk Biee." keburu lahiran Di mobil Nih."Untung Fisha nggak sekarat Biee." coba kalau sekarat mungkin Fisha dah Mati kalii dari tadi." cerocos Fisha


" Abiee khawatir sayang" nanti perutnya terguncang." ucap Hafidz tenang

__ADS_1


" terguncang iya, tapi nggak mungkin meledak kan bie." ini perut Fisha jadi Bundar dan meleduk gini kan karena Abiee."!! ucap Fisha sekenanya


" Astagafirullah hal adzim." nggak boleh ngomong gitu Aah." ucap Hafidz mengingatkan


" Emang benar kok." emangnya Perut Fisha bisa meleduk sendiri apa."?? ucap Fisha cuek


" Iyaa- iyaa." ucap Hafidz mengalah


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit kini keduanya telah sampai dirumah sakit dan langsung disambut oleh Dokter serta perawat dan langsung membawa Fisha keruang Persalinan


" Dokteer sakit banget Dok." Ucap Fisha mengeluh


" Yang sabar ya Buk." Tarik nafas dan buang perlahan." masih pembukaan Lima." yang sabar yaa." ucap Dokter tersebut


" Gimana mau sabar Dokteer." ini sakit bangeet tauuu."coba kalau dokter yang diposisi saya." pasti teriak- teriak tuh." ucap Fisha kesal


Beberapa menit kemudian Keluarga Mama Rania dan Mama Nia telah berkumpul semuanya dan berdiri dengan panik Didepan pintu ruang persalinan, Hanya Hafidz yang setia menunggu dirinya diruang persalinan


" Sakiit Bieee." Ucap Fisha meneteskan air matanya


" Yang sabar sayang." Maafkan Abee ya" karena sudah buat sayang kesakitan seperti Ini." ucap Hafidz mengecup Kening Fisha karena hanya mereka berdualah diruangan tersebut


" Yaa Allah lindungilah Anak Hamba, berikan dia kekuatan dan kesabaran ya Allah." ucap Mama Nia dalam Kepanikannya, dirinya sungguh khawatir kepada Anaknya yang dalam perjuangan antara hidup dan Mati untuk melahirkan kehidupan baru


Terlihat Fidzah, Nana dan juga Hanan yang baru datang secara bersamaan dengan wajah panik


Nana Dan Hanan telah menikah sebulan yang lalu dan kini telah mengandung buah cinta mereka, Fidzah masih menunggu hadirnya pasangan Halaal yang mungkin masih dalam kandungan Ibunya

__ADS_1


" Maaa...Tantee gimana dengan Fisha."??? tanya.Fidzah dan Nana secara bersamaan dengan wajah penuh Kekawatiran


" Masih diruang persalinan, Kita berdoa bersama- sama yah" semoga persalinanya lancar." Aamiin" ucap Mama Rania


" Aamiin." seluruh anggota keluarga yang telah hadir menunggu hadirnya anggota baru dikeluarga mereka


Satu jam kemudian Sudah terdengar suara Tangisan Bayi dari ruang persalinan dan disambut ucapan syukur dari semua keluarga


" Alhamdulillah Ibu dan Kedua bayinya telah lahir dalam keaadaan yang sehat." ucap Dokter sembari tersenyum


" Maksud dokter."?? tanya Hafidz yang kebetulan berada diluar ruangan ketika proses lahiran


" Anak bapak kembar" sepasang laki- laki dan perempuan." ucap Dokter tersenyum


" Alhamdulillah terimah kasih ya Allah." Apa saya sudah bisa masuk dokter."?? tanya Hafidz yang sudah tidak bisa lagi membendung rasa bahagianya


" Iya silahkan." kalau begitu saya tinggal dulu." ucap dokter berlalu dan meninggalkan mereka


Hafidz dan keluarganya telah berkumpul dalam ruangan dengan penuh suka cita menyambuat sepasang kehidupan baru. Hafidz telah selesai mengazani kedua anaknya dan mencium Fisha dengan rasa bahagia


" Terimah kasih sayang " Telah kuat melahirkan anak kita." ucap Hafidz yang sudah tidak malu- malu lagi mesra kepada Fisha dan disambut teriakan bahagia dari keluarganya


" Terimah kasih juga Biee." telah menjadi Ustadzku, Murabbi ku." yang mengajarkan Fisha kebaikan dan membuat Fisha menjadi lebih baik." terimah kasih telah mencintai Fisha." dan buat keluarga Mengejar cinta sang Ustadz." terimah kasih karena telah setia dengan kisah cintaku


" Makasih juga yah buat Author karena telah menjadikan Ustadz Hafidz jadi jodohku."


\*\*\*\*\*\*\***TAMAT**\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


"Terimah kasih buat pembaca setia telah sudi membaca kisah Kami." Mengejar Cinta Sang Ustadz." Mohon dukungannya yaah." agar bisa ketemu lagi dengan judul yang berbeda..


__ADS_2