
Acara telah berlangsung beberapa waktu yang lalu."Hampir semua warga turut hadir ke acara itu Mereka ingin menyaksikan sendiri kepulangan Hafidz dan juga kawan- kawannya
Vanya dan juga gadis - gadis lainnya yang memang ingin mengantarkan cowok tampan idola mereka itu.siapa lagi kalau bukan Hafidz, cowok yang menjadi tranding topic selama dua minggu ini dikalangan para gadis turut hadir pula
Evan pun ikut hadir di acara itu. dia ingin sebelum berpisah nanti, dia bisa meminta jawaban kepada Fisha, tentang Ungkapan cintanya tempo Hari
Kini kegiatan tersebut sudah berada dipenghujung Acara
" Kepada Bapak dan Ibu serta semua warga yang berada di desa ini, karena telah sudi menerima kami dengan tangan terbuka dengan ini kami.mengucapakan Banyak terimah kasih yang tak terhingga..
" Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakkatuh." ucap Hafidz menutup kalimatnya
Setelah menutup acara mereka semua masing- masing saling berjabat tangan.. kecuali Hafidz yang memberi salam tampa menyentuh orang yang ingin bersalaman dengan perempuan..karena notebenya kebanyakan yang hadir adalah dari kaum wanita
Berbeda dengan sesama Pria, dirinya senantiasa bersikap hangat bahkan sesekali memeluk mereka.
Setelah berpamitan mereka semua menuju mobil mereka masing- masing.yang lainnya menaiki bus yang mereka gunakan sewaktu datang
__ADS_1
" Ustadz sebentar.." panggil Vanya berjalan mendekati Hafidz yang berada tidak jauh dari Fisha yang tengah memperhatikan mereka
" Ada apa.'?? tanya Hafidz
" Ustadz bakalan kesini lagi kan."?? aku tunggu kehadiran Ustadz disini."!! ucap Vanya tersenyum
" Insya Allah, tapi saya tidak janji."!! ucap Hafidz datar tampa ekspresi...
" Ini buat Ustadz." ambilah, sebagai kenang- kenangan." ucap Vanya sambil memberikan Gelang tangan berbentuk tasbih ke arah Hafidz..
" Dasar Ustadz plin- plan.Mau- mau aja tuh digodain sama si Vanya." gumam Fisha kesal
" Heeyy Fisha." sebelum kamu pergi aku ingin kepastian soal ucapanku tempo Hari." aku ingin kamu menjawab jujur." tanya Evan menyentuh jari Fisha yang berhasil membuat Fisha gugup
" Hmmmm Maafkan aku Van." aku belum bisa menjawab pertanyaan kamu"
"Tapi kalau kamu memang benar mencintai aku, beri aku waktu dua tahun sampai kuliahku selesai dan aku ingin masih memastikan bahwa orang yang aku cintai mengharapkan aku atau tidak." ucap Fisha menatap Hafidz yang sedang menatap ke arahnya juga
__ADS_1
" Maksud kamu."?? tanya Evan bingung
" Kasih aku waktu dua tahun, bila orang yang aku cintai, tidak mencintai aku, maka datanglah dan bawalah orang tuamu untuk melamar diriku." ucap Fisha menatap dalam ke arah Hafidz
Hafidz yang mendengar pernyataan Fisha, Nampak kaku tidak bergeming" Dadanya sesak" kakinya tempat dia berpijak seakan tidak mampu lagi menopang tubuhnya.. hatinya sekarang luluh lantah, hancur berkeping- keping
" Ya Allah.. apa semua ini."?? beri hamba jawaban ya Allah." kenapa rasa ini sedemikian rumitnya..kenapa hati ini sakit mendengar dia memasrahkan dirinya untuk dinikahi orang lain..."gumam Hafidz dalam hati tidak tahan mendengar ucapan Fisha
" Ustadz kok bengong sih."?? tanya Vanya membuyarkan pikiran Hafidz
" Ooh nggak kok." kami permisi dulu" ucap Hafidz
Fisha terlihat kesal sendiri melihat Hafidz yang tengah mengobrol dengan Vanya..lalu dirinya membanting keras pintu mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan Desa tersebut.
Sikap Fisha yang seperti itu,membuat Hafidz yang sedari memperhatikan dirinya dibuat bingung bercampur kaget
" Ada apa dengan gadis itu."?? apakah dia marah melihat aku bersama gadis lain."?? segitu rumitnya kah perasaan ini.. Astagafirullah hal adziim..kenapa aku sekarang memperhatikannya..." hmmm pusing kepala jadinya." ucap Hafidz masuk kedalam mobil menyusul mobil Fisha yang sedari tadi meluncur dengan laju
__ADS_1