Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 46


__ADS_3

Hanan hanya menghenduskan nafasnya kasar, dia bingung sendiri harus bagaimana menghadapi jalan pikiran sahabatnya itu..


" Terserah kamu aja dech Fidz, Semoga dirimu senantiasa diberikan Petunjuk oleh Allah SWT." ucap Hanan pasrah


"Terimah kasih karena kamu sudah mau peduli denganku." ucap Hafidz masih dengan wajah datarnya tampa ekspresi. sementara Hanan hanya tersenyum mendengar ucapannya...


" Assalamua'alaikum." Sapa Sinta yang tiba-tiba telah berada didepan mereka berdua


" Wa'alaikum salaam" jawab Hafidz dan Hanan secara bersamaan


" Ada apa Sin."?? tanya Hanan


" Itu lho Ustadz, k Hanan, ada yang mencari kalian berdua."!! jawab Sinta


" Siapa."?? tanya Hanan penasaran sementara Hafids hanya diam tampa menanggapi


" Itu lho K" anaknya Pak Kades sih kalau nggak salah."!! ucap Sinta


" Maksud kamu" Bang Mirza."?? tanya Hafidz menanggapi


" Yaa kurang tau sih." Pokoknya orangnya ganteng"ucap sinta centil


" Eekheeem" Hafidz hanya berdehem kecil menanggapi ucapan Sinta


"Makasih infonya yah." ucap Hanan tersenyum melihat ekspresi Hafidz yang sangat dingin


" Ya sudah saya pergi dulu." Assalamu' alaikum" ucap Sinta berjalan meninggalkan mereka

__ADS_1


"Aku heran sama kamu Fidz, kok ekspresi wajah kamu itu nggak pernah berubah sedari dulu."masih saja datar, kaku kayak begini."!! ucap Hanan menatap Hafidz


" Dan yang aku bingung, kenapa yach para gadis- gadis malah gencar ngejar kamu." padahal mereka tau, kamu tuh kayak gimana."!!ucap Hanan penuh keheranan


" Yaa nggak tau." pada Nutup mata kali pas liat aku." ucap Hafidz dingin


" Mungkin sih." buktinya Fisha ngejar- ngejar kamu, padahal sudah tau" orang yang dikejar nggak ada cinta buat dia." ucap Hanan menyentil nama Fisha


" Taulah" aku juga bingung."!! ucap Hafidz menarik nafas sesekali melirik ke arah Fisha yang sedang berlarian ditepi pantai bersama Nana


"Biasa aja kali ngeliriknya:" jangan sampai tertawanya itu mendek dihati, susah dikeluarin lho." ucap Hanan ikut memperhatikan apa yang dilakukan Fisha dan Nana ditepi pantai


" Menurut kamu Nana pantas nggak sih buat aku."?? tanya Hanan tiba- tiba


" Mana bisa aku menilai orang lain pantas atau tidaknya." sementara aku sendiri juga bingung dengan diriku sendiri."!! ucap Hafidz tenang


"Iya sih, tapi menurut kamu Nana gimana selama ini, sesuai penglihatan kamu." tanya Hanan lagi


" Huummmm, okelah." aku nilai sendiri aja." ucap Hanan pasrah


" Dia pantas kok buat kamu" sama- sama sahabat yang setia." yang sangat perduli dengan sahabatnya." ucap Hafidz tersenyum


" Kita pulang yuuk." sudah mau dzuhur."ucap Hafidz beranjak dari duduknya di ikuti Hanan dan yang lainnya termasuk Fisha dan Nana yang sudah berlari mengekori mereka dari belakang


Malampun tiba setelah sholat isya, Hafidz ,Hanan dan Zaki pergi kerumah Pak Kades


" Assalamua' alaikum" ucap Hafidz di ikuti Hanan dan Zaki setelah sampai didepan rumah Pak Kades

__ADS_1


" Waalaikum salam" Jawab Nana yang sedang duduk diruang tamu


" Masuk Ustadz.. eeh ada k Hanan sama Zaki juga."ucap Nana salah tingkah saat tampa sengaja pandangan keduanya bertemu


"Haai Meer, apa kabar kamu."?? sapa Mirza yang beru keluar dari kamarnya


" Alhamdulillah seperti yang Abang liat sekarang ini." ucap Hafidz datar


" Heei Naan apa kabar kamu."?? lama ya kita nggak ketemu." tanya Mirza yang juga menyapa Hanan


" Alhamdulillah belum ada yang berubah." ucap Hanan tersenyum


" Duduk yuuk." ajak Mirza sambil duduk di ikuti mereka bertiga


" Si.apa Naa."?? tanya Fisha keluar dari kamar


" Eeeh Ustadz, mau ngapelin aku yaa."?? tanya Fisha jahil dan ikut duduk disamping Mirza


" Astagafirullah Gadis ini". Gumam Hafidz dalam hati sementara Hanan dan yang lainnya di buat kaget dengan ocehan Fisha


" Hmmmm, nggak kok" saya hanya pengen ketemu Bang Mirza aja." ucap Hafidz dingin


" Haaaeee, tega banget sih Ustadz." bohong dikit kenapa sih, jujur banget jawabnya." ucap Fisha mencibir


Mereka yang melihat Fisha, Hanya tersenyum geli dengan tingkahnya yang Sedikit usil.


" Ya sabar Fisha, Almeer itu emang kayak gitu orangnya." dari dulu emang nggak pernah berubah, "

__ADS_1


" Liat tuh ekspresinya." dingin, kaku kayak es balok." ucap Mirza melirik ke arah Hafidz yang hanya diam


" Hmmm berarti bukan nanti sekarang toh, pantesan."!! ucap Fisha ikut melirik ke arah Hafidz yang hanya diam tampa berkomentar


__ADS_2