
Hampir 20 menit Hafidz berdiam diri dalam mobilnya, setelah puas dengan pikirannya sendiri, akhirnya Hafidz memutuskan untuk masuk kedalam rumah, membersihkan dirinya dan segera melaksanakan sholat Ashar.
Ibu Rania yang lewat didepan kamar Anaknya yang tidak terkunci itu tertegun,!! melihat Anaknya tengah duduk dan menyandarkan tubuhnya ditepi ranjang sambil menutup matanya..
" Ada apa dengan dia"??, tidak biasanya dia seperti itu".Ucap Ibu Rania Lirih berdiri didepan pintu kamar HafidZ
" Ada apa Buk."?? Kok berdiri di depan kamar si Abang."?? tanya Pak Dani yang melihat istrinya berdiri didepan pintu
" Liat tuh Pak,nggak biasanya Anak kita seperti itu."?? tunjuk Ibu Rania ke arah Hafidz yang masih dengan posisinya
" Coba kita Hampirin dan kita tanya, mungkin ada yang sedang mengganggu pikirannya." ucap Pak Dani melangkah masuk kedalam kamar Anaknya di ikuti Ibu Rania disampingnya
" Ekheeem"!! Pak Dani Hanya berdehem ketika sudah berdiri di samping Hafidz
" Eeh Maa Paa." ada apa."?? tanya Hafidz kaget setelah mendengar deheman Papanya
" Apa ada yang kamu pikirkan."?? jujur sama Papa dan Mama
" Nggak ada kok Maa Paa." ucap Hafidz singkat
" Apa ada seseorang yang mengganggu pikiran kamu ."?? tanya Pak Dani tiba- tiba
" Maksud papa ."?? tanya Hafidz singkat
__ADS_1
" Yaa, Papa perhatikan sejak sepulang dari Desa kemarin, Abang kok lebih banyak termenung"!! ucap Pak Dani yang sudah mendengar cerita dari Hanan tempo Hari
" Jujur aja sama Papa dan Mama, apalagi tadi kata si Adek, Abang liat teman ceweknya lagi mau pedekate sama cowok lain."?? ucap Ibunya berusaha mengorek informasi
" Aah si Adek, bisa- bisanya dia ngomong kayak gitu." ucap Hafidz dingin
" Kamu punya perasaan sama cewek itu."?? tanya Pak Dani
" Hafidz bingung Paa." ucap Hafidz datar
" Kalau kamu suka cewek itu, Papa sama Mama akan lamarin Dia buat kamu."!! dari pada setiap Hari pikirannya kacau ya Kan."?? ucap Papanya meledek Anaknya
" Nanti kalau sudah waktunya, Hafidz sendiri yang akan minta Papa sama Mama buat lamarin dia."!! ucap Hafidz tampa ekspresi
" Ya sudah kalau begitu, Papa sama Mama keluar dulu." ucap Pak Dani melangkah keluar di ikuti Ibu Rania
"Tapi gimana caranya, aku memulai semuanya."?? bukankah tadi dia pergi berkencan."?? lirih Hafidz gusar dengan pikirannya sendiri
"Huff, apa aku tanya si adek aja yach."??Nggak Aah, entar diledekin lagi sama si adek." gumam Hafidz berpikir dengan kerasnya
Hampir setengah jam waktu yang digunakan Hafidz untuk berpikir namun tidak juga mendapatkan ide. Tanpa disadari waktu magrib telah tiba dan dia memutuskan untuk sholat di mesjid
" Deek..ikut Abang nggak sholat dimesjid."?? tanya Hafidz yang telah siap berangkat kemesjid
__ADS_1
" Nggak Bang." Adek sholat dirumah aja bareng Mama sama Papa." ucap Hafidzah
" Ya sudah Abang pergi dulu." Assalamualaikum"!! ucap Hafidz memberi salam
" Waalaikum salaam." hati- hati Baang." ucap Hafidzah sembari menatap ke arah Kakaknya yang berjalan ke arah Mobil
Tidak berapa lama, Hafidz pun telah sampai di mesjid yang menjadi tujuannya kini.. Setelah selesai sholat dirinya berpapasan dengan Nana yang kebetulan sedang sholat ditempat itu juga
" Assalamu'alaikum Ustadz." sapa Nana yang baru keluar dari mesjid
" Waalaikum salaam Naa."ucap Hafidz sembari matanya nampak mencari- cari seseorang
"Nyariin siapa Ustadz."?? tanya Nana yang memperhatikan Hafidz
" Ooh enggak kok"!! ucap Hafidz salah tingkah
" Eekheeem, nyariin Fisha yaa."?? dia masih didalam mesjid kok."!! ucap Nana tersenyum menggoda Hafidz yang wajahnya telah memerah
" Ngomong sama siapa sih Naa."?? tanya Fisha yang tidak mengetahui siapa yang sedang berbicara dengan Nana itu berjalan mendekati keduanya.
Hafidz yang tengah berdiri membelakangi Fisha itupun berbalik, dan menatap Fisha takjub dengan kecantikan gadis yang tengah mendekati mereka itu
" Assalamualaikum Ustadz." sapa Fisha namun tidak mendapatkan respon dari Hafidz yang terlihat bengong menatap ke arahnya
__ADS_1
" Segala puji BagiMu ya Allah,Sesungguhnya Engkau sebaik- baiknya Maha pembentuk rupa, Engkau menciptakan wajah Gadis didepanku ini begitu sempurna,Hidung yang mancung, kening yang tertapa rapi dan bibirnya yang begitu tipis."!! Astagafirullah3× apa yang aku pikirkan."!!ampuni Hamba ya Allah." gumam Hafidz dalam Hati mengusap wajahnya tersadar dari lamunannya
** Tinggalin jejak yaa, Like, koment dan.vote yaa***