Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 77


__ADS_3

Setelah saling melempar candaan akhirnya mereka berempat pulang, karena hari itu Dosen yang mengajar pada jam berikutnya ada kegiatan mendadak di luar


Sementara dirumah, Orang tua Fisha sedang menunggu kedatangan anaknya yang sudah berbulan- bulan tidak ada kabar sedikitpun.


" Paak, kok ibu kangen banget sama anak kita, sudah setengah tahun lho, tapi dia belum memberi kabar juga."!!


" Ibu kasihan sama dia, dia pergi dengan membawa luka hatinya, ibu tau dia sangat kecewa, meskipun kelihatan tegar diluar, tapi ibu bisa merasakan apa yang dirasakannya


**Flash back ON....**


" Maa, kalau Fisha nggak balik rumah sampai malam, itu tandanya Fisha sudah pergi, Mama ikhlasin Fisha ya." ucap Fisha sebelum pergi kekampus


" Kenapa harus pergi sih sayang."?? tanya Ibunya


" Maa..bukannya Fisha sudah bilang, Hari ini apabila Ustadz masih berpaling ketika lihat Fisha, Maka Fisha akan pergi buat menjauh, dan akan kembali, ketika Fisha sudah merasa Pantas buat Ustadz..


" Tungguin Fisha Maa, Fisha pasti pulang kok.!! ucap Fisha memeluk Mamanya


" Masih banyak laki- laki diluar sana Nak yang cinta sama kamu, kenapa kamu harus seperti ini."?? tanya Mamanya lagi


"Maa,, lelaki tampan, kaya, sukses diluar sana banyak, tapi Hanya Ustadz yang ada disini." ucap Fisha tersenyum menunjuk Dadanya sendiri


" Terserah kamu saja, semua keputusan ada ditangan Kamu, mama hanya mendukung."!! ucap Mamanya Pasrah

__ADS_1


**Flash back Off**


" Kita bisa apa Buk, anak kita sudah dewasa, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri, kita hanya mendukung dan berdoa buat Dia..


" Mungkin sebentar lagi dia Pulang, kita tunggu aja."!! ucap Papanya


Sementara Dipesantren Fisha sudah bersiap- siap untuk pulang, sebelum itu dirinya berpamitan kepada Kepada Ibu mariati dan juga kepada Ustadz dan Ustadzah yang ada ditempat itu, yang selama ini mengajari dirinya..


" Dek Fisha, setelah sampai disana dihilangin dikit tuh tingkahnya yang aneh- aneh."!! ucap Ustadzah Tania tersenyum


" Insya Allah kalau nggak lupa ya Ustadzah." hehee"!! ucap Fisha tertawa..


Meskipun sudah berbulan- bulan hidup dipesantren tapi tingkahnya yang nyeleneh masih belum bisa dihilangkannya


" Susah dihilangin Ustadz." soalnya dah melekat mendarah daging nih." heehe"!! ucap Fisha tertawa


" Ya sudah tapi ingat, dijaga tuh pandangannya."!! ucap Ibu mariati tersenyum


" Siip deh Buk."!! kalau nggak khilaf."!! seru Fisha


" Kamu pergi gih, sudah sore ntar kemalaman dijalan."!! ucap Ibu Mariati


" Nanti kesini Lagi yaa, aku siap kok dengar curhatannya." ucap Ustadzah Tania yang memang hampir seumuran dengan dirinya

__ADS_1


Setelah Pamit Fisha meluncurkan Mobilnya dijalan raya, meninggalkan Pesantren yang selama ini menjadi tempatnya untuk menenangkan Hatinya dan memperbaiki dirinya


Tapi bukan Fisha Namanya, kalau bisa menghilangkan Tingkahnya yang Bar- bar itu..


gadis yang memiliki sifat kayak bunglon, bisa berubah kapan saja tergantung situasi dan kondisi


" Yiiihuuiiii... Ustaadzzzz akuu dataaaang" seru Fisha berhenti sebentar untuk sholat magrib, kini dirinya berada jauh ditengah kota dan Mengaktifkan semua akses media sosialnya



" Kira- kira Ustadz masih ganteng nggak sih" atau sudah punya calon istri baru ya."?? kan calon istri tuanya kabur kemaren."!! hadeeuh gimana dong."!! telpon nggak yaa.?? ucap Fisha bergumam sendiri


" Nggak Aah, biarin aja."!! tapi.??dia mikirin aku nggak sih."?? atau hanya aku aja nih yang mikirin dia melulu."!! Hadeuuuh susah sih jatuh cinta sama cowok Es balok kayak gitu." cinta nggak cinta sama aja ekspresinya, datar kayak tembok."!! seru Fisha bertanya- tanya Pada dirinya sendiri membayangkan Hafidz


Dirumah Hafidz juga tengah melaksanakan Sholat Magrib dikamarnya, akhir- akhir ini dirinya memang suka menyendiri, lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar apabila tidak ada kegiatan Keagamaan,


Dirinya menenangkan Hati dengan cara memperbanyak membaca Al- Quran yang kemana- kemana sering dibawanya itu..


" Yaa Allah tidak pernah berhenti kutitipkan Nama ini disetiap Doaku, sesungguhnya Engkaulah Dzat yang telah menitipkan perasaan cinta ini kepadaku,Jagalah selalu perasaan cinta ini meskipun dijarak puluhan kilo meter yang telah menjadi pemisah antara aku dan dirinya.." ucap Hafidz disela- sela doanya setelah selesai membaca Al - Quran


"Apakah kamu sekecewa dan semarah ini kepadaku Dek Fisha, sehingga kamu tak kembali lagi setelah pergi sekian lamanya.??baru sekarang aku menyadari, betapa dirimu begitu berharga, dan kini aku sungguh menyesal telah menutup mata dan hatiku selama ini...


"Kesakitan yang aku rasakan setelah kamu pergi membuat aku tau, "betapa sakitnya Hatimu ketika aku tak memperdulikan dirimu selama ini..Maafkan aku Dek Fisha."!! lirih Hafidz duduk termenung bersandar ditepi ranjang

__ADS_1


__ADS_2