
Sudah seminggu lamanya, sejak kejadian pada malam itu, Fisha sudah jarang terlihat bersama mereka.
Dia lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri di kamar, mengerjakan tugas yang dibawa nya dari kampus.keluar kamar pun hanya ketika membantu Ibu Marni memasak dan jika ada pertemuan bersama warga setempat.
" Semarah itukah kamu pada saya Afisha."?? lirih Hafids disela2 lamunannya."
Ada yang menganjal dihatinya yang paling dalam." membayangkan tingkah agresif Fisha padanya, membuat dirinya merasa kehilangan manakalah gadis itu berusaha menghindariny
Hari- harinya sudah terbiasa di isi dengan suara Fisha yang setiap Hari datang menggodanya
Tapi, sudah seminggu ini, gadis itu nampak dingin dan enggan menyapa dirinya seperti yang biasa dia lakukan selama ini
"Assalamualaikum."!! Ngelamun aja Ustad."?? mikirin apa."?? tanya Hana yang datang menemui dirinya dirumah Pak Jamal
" Waalaikum' Salaam."ada apa Hana kesini".?? tanya Hafids
" Ini lho Ustad, malam ini di lapangan desa Ada kegiatan lomba keagamaan gitu." terus gimana nih."??? kita ikut partisipasi atau gimana."??? tanya Hana
" Ntar sore kita ngumpul dulu, ntar aja bahasnya sekalian sama yang lainnya." ucap Hafids
" Baiklah kalau seperti itu."!!
" Hmmm Ustad, boleh nanya nggak."?? tanya Hana hati- hati
__ADS_1
" Yaa ditanya aja." emangnya Hana mau nanya apa."?? tanya Hafids
" Tapi ini bersifat pribadi sih." tapi ngga usah aja aah." ngga jadi."!! ucap Hana
" Selama saya bisa jawab, saya jawab."!! apa emangnya yang mau ditanyain."??? tanya Hafids memberi kesempatan
"Ustad pengen punya istri yang seperti apa."?? maksud saya kriteria calon istri gituu "!! ucap Hana mencari tau
" Intinya harus seiman".wanita yang sholehah yang bisa dibimbing kejalan yang benar." ucap Hafids
"Kamu sendiri sudah punya calon."?? tanya Hafids tiba2
" Sudah dong Ustad," rencananya sepulang dari sini adain acara lamaran gitu." emangnya kenapa Ustad."??? tanya Hana penasaran
" Ustaad.."!! punya rasa yang lain ya sama Fisha."?? tanya Hana hati- hati
" Maksudnya."?? tanya Hafids yang tidak ngeeh dengan pertanyaan Hana
" Ustad Jatuh Cinta ya sama Fisha."?? tanya Hana lagi
" Ngga boleh nyimpulin sendiri lho."!! ucap Hafids yang enggan menjawab pertanyaan Hana
" Bukan cuma saya sendiri aja lho Ustad." tapi semua teman pada tau." kalau ustad memang cinta sama dia."!! jujur Hana
__ADS_1
" Lho kenapa kalian mikirnya kayak gitu."!! tanya Hafids dingin
" Semua tau kalii ustad." Marahnya Ustad ke Dia itu seperti marah kepada seorang kekasih." bukan pada seorang teman atau apalah."
" Buktinya Ustad begitu khawatir pada dia." padahal malam itu Dia pergi berdua sama nana." tapi Ustad lebih khawatir kedia." jelas Hana
" Itu hanya perasaan kalian aja." kalian semua sama." kalau ada diantara kalian juga seperti itu saya akan lakuin hal yang sama pula."!! ucap Hafids mengelak
"Yakiiin ustad."? apa ustad akan lamunin kita juga nih, bila kita dah hampir seminggu ngga negur Ustad."??? tanya Hana mengoda dirinya
Sontak wajah Hafids memerah." mendengar candaan Hana yang jelas- jelas menyindir dirinya
" Yaa kenapa saya harus lamunin kalian semua."?? pikiran saya belum cukup mikirin kalian." ucap Hafids menahan tawa
" Ooh berarti sekarang, masih fokus mikirin seseorang yach."?? tanya Hana menggoda dirinya
" Enggaklah."!! ucap Hafids singkat
" Tapi saran saya Ustad." daripada cintanya dipendam sendiri." lebih baik di ungkapin dengan membawa lamaran segera." awas lho ntar jodohnya direbut orang."!! canda Hana
" Kalau direbut orang, berarti bukan jodoh saya." ucap Hafids lagi
" Terserah Ustad ajalah." tapi dengar2 si evan malam ini mau unggapin perasaanya sama Fisha ." Dah kalah selangkah lho."!! siapa cepat dia dapat."!! ucap Hana memprovokasi hati Hafids
__ADS_1
" Ya mau gimana lagi." semua sudah di atur. kita serahin aja semua kepada Allah." apa yang Allah beri maka itu yang terbaik bagi kita semua."