Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 107


__ADS_3

Hafidz menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menatap Fisha dengan seksama dan bisa melihat ada kecemburuan yang terlukis disana, yang berusaha disembunyikan oleh Istrinya itu dan dapat terbaca melalui sorotan matanya


" Sayang cemburu."??? tanya Hafidz tiba- tiba


" Idiiih siapa yang cemburu." Abie merasa cakep gitu."?? tanya Fisha mendelik


"Iya.donk.".kalau Abee nggak cakep, apa mungkin sayang suka sama Abee.?? tanya Hafidz


" Nggak usah Ge' er dech." Fisha suka sama Abee itu karena Abie Duitnya banyak." ucap Fisha pura- pura sehingga membuat Fidzah dan Nana langsung melototkan matanya tidak percaya dengan ucapannya


" Kenapa kalian berdua." keberatan ya."?? ucap Fisha lagi


" Haasiisss." punya kakak Ipar gini amat kelakuannya yach." ckckcck."!! seru Fidzah bergidik ngeri


" Hmmmm serius amat." bercanda aja kok dzah." aku takut nih." entar dicopot lagi dari daftar mantu Idaman." seru Fisha tersenyum


" Emang sejak kapan kamu ngomong serius."?? seru Fidzah


" Kali aja."!! ucap Fisha singkat


" Sudah nggak usah debat lagi, kita pulang yuuk." oh iya sayang." kamu pulang sama Abee ya." mobil kamu biar di bawa sama Hanan." ucap Hafidz


" Nggak mau."!! ucap Fisha singkat


" Kok nggak mau sayang." masih marah sama Abee.?? tanya Hafidz yang masih menganggap istrinya masih marah kepadanya

__ADS_1


" Nggak mauuu nolak sayangku..cintaku." Fisha mau naik berdua sama Abie." seru Fisha bergelayut manja dilengan suaminya


" Ekheeem kayaknya Adek salah tempat nih, kok cantik- cantik gini jadi obat nyamuk ya. satunya suamin-istri dan satunya lagi pasangan mau menikah."!! lah Adek sendiri jadi obat nyamuk doang."!!.seru Fidzah.kesal sendiri


" Laah salah sendiri, makanya cepetan tuh minta dicariin jodoh sama MaPa, biar nggak keseringan jadi obat nyamuk," seru Fisha nyengir


" Emangnya Adek dah mau nikah."?? entar Abang cariin jodoh buat kamu." ucap Hafidz


" Nggak Aaah." entar dapatnya mirip Abang lagi, mukanya kayak tembok." seru Fidzah mencibir


" Enak aja." gini- gini wajah ini limite edition yach, hanya diproduksi satu didalam dunia, nggak ada yang lain." makanya aku suka."iyakan Bie."?? ucap Fisha membela karena tak ingin suaminya jadi bahan ledekan oleh Adiknya sendiri


" Iya sayang." sahut Hafidz tersenyum


Setelah Hampir setengah jam berdebat akhirnya mereka memutuskan untuk pulang Fisha Yang membawa mobilnya sendiri itu harus ikut dengan suaminya sementara Hanan, Nana dana.Fidza menaiki mobil Fisha


" Kamu pasti lelah ya sayang." maafin Abee ya tadi sudah buat kamu emosi." ucap Hafidz membelai rambut istrinya sembari tersenyum


" Terimah kasih ya sayang, karena telah hadir dalam kehidupan Abee selama ini, tingkah kamu yang nyelenah itu bikin Abee sangat merindukanmu, serasa ada yang hilang bila sehari saja tidak melihat tingkahmu yang Aneh itu." ucap Hafidz perlahan yang masih mengelus rambut istrinya


" Fisha juga terimah kasih Bie." karena selama ini mau mengerti dan menerima segala kekurangan Fisha." I Love you Abie." Aku mencintaimu Hari ini, esok dan selamanya., jangan pernah cari Istri baru ya." plasee." ucap Fisha antara sadar dan tidak namun masih menutup rapat matanya


"Iya nggaklah sayang, hanya kamu wanita yang akan selalu menjadi istri Abee."!!Loooh sayang nggak tidur toh."!!?? Abee pikir tidur tadi." seru Hafidz tanpa sadar kaget mendengar ocehan Istrinya


" Fisha tidur kok." Abienya aja yang ganggu." ucap Fisha membuka matanya meskipun dirasanya berat untuk membuka kelopak matanya

__ADS_1


" Maafin Abee ya." sudah sayang tidur aja lagi." entar kalau sudah sampai Abee bangunin." seru Hafidz Mengelus pipi istrinya


Tidak lama kemudian mobil mereka berhenti didepan rumah yang megah, yang merupakan tempat tinggal mereka berdua,dinding rumah bernuansa cerah hasil perpaduan yang sempurna menambah kemewahan rumah itu, halaman rumah yang luas terdapat taman yang dipenuhi aneka macam bunga, sehingga membuat betah siapa saja yang datang kerumah itu


Hafidz menggendong tubuh Fisha masuk kedalam rumah dan membaringkannya ketempat tidur mengamati satu demi satu pahatan yang terukir indah diwajah istrinya dan tersenyum tipis


" Badan kamu kecil sayang, kok berat ya."?? ucap Hafidz yang masih memperhatikan wajah istrinya


" Tapi kalau dilihat - lihat wajah kamu sedikit beda sayang." ucap Hafidz lagi yang masih memperhatikan wajah Fisha yang terlelap dan enggan beranjak dari tempatnya


Keesokan Harinya Fisha bangun dan buru- buru kedapur membuka tudung saji dan melahap makanan yang tersedia di meja seperti orang yang seminggu tidak pernah makan sehingga membuat Hafidz yang sedang membuat sarapan di buatnya kaget bercampur heran


" Itu makanan semalam lho sayang." kok dimakan."?? tanya Hafidz semakin heran dengan tingkah istrinya yang tidak biasanya


" Fisha lapar banget Bie, nggak tahan." ucap Fisha cuek dan masih mengunyah makanannya


" Lapar sih lapar sayang, tapi itu belum cuci muka sama kumur lho."!!! ucap Hafidz menuangkan segelas teh dan menatap Istrinya Aneh


" Entar aja dech Bie, tanggung nih." ucap Fisha yang meminun teh yang dituangkan suaminya


" Iya habis makan mandi tuh." liat tuh ilernya." masih melekat tuh dekat bibir." ucap Hafidz sembari menyaput pinggiran bibir istrinya


" Heeehee maaf ya Bie" seharusnya Fisha yang buatin sarapan buat Abie." ini malah kebalik." ucap Fisha salah tingkah


" Nggak pp kok sayang" Abee nggak kemana- mana juga kok, sekali- kali lah gantiin sayang masak." ucap Hafidz

__ADS_1


" Makasih ya Biee." ucap Fisha memonyongkan bibirnya


" Nggak aah." sana mandi." ucap Hafidz menjauhi Fisha sambil tersenyum


__ADS_2