
Semua mata tertuju ke arah Ibu Mirna dan beralih ke Fisha.Pasalnya mereka semua tau Fisha sangat mencintai Hafidz, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan dari pria itu.
" Dengarin tuh fish." daripada yaa" kamu ngarapin terus ,ama orang yang enggak sama sekali ngarepin kamu!!." ya mending sama anaknya Ibu Kades aja." Seru Nana memberi kode melirik ke arah hafids
Sementara Hanan, Zaki dan yang lainnya tercengang mendengar kalimat yang dilontarkan Nana dan beralih menatap ke arah Hafids yang hanya diam membisu
" Hmmmm boleh juga tuh Fish." udah nyerah aja dech." dengar2 ya..Ustad yang loe kejar2 , udah punya Calon lain lho."!! ucap sinta diseberang meja ikut menimpali
" Ukhuuk..ukhuuk" Hafids yang mendengar penuturan Sinta kembali tersedak dan ditatap tajam oleh Fisha
"Ooh yaa masak sih."??? tanya Fisha tidak percaya
" wajar aja sih."!! mungkin aku nggak sepadan sama dia," dia kan Ustad, mana mungkin mau sama aku yang kayak gini." ucap Fisha menahan perasaanya menatap nanar ke arah Hafids yang masih terdiam
"Mungkin maksudnya bukan kayak gitu."ada sesuatu yang dee Fisha tidak pahami."ucap Hafids angkat bicara.Dia tidak mau Fisha salah paham terhadapnya
"Belum tentu yang kita anggap baik, baik juga bagi Allah.semuanya serahkan kepada Allah.." kita hanya mampu berencana tapi Ingat Allah yang Kuasa memegang kendali kehidupan kita." ucap Hafids mengingatkan
Semua mendengarkan dengan serius bertanda setuju dengan perkataan Hafids...
__ADS_1
"Iya bener sekali, apa yang disampaikan Nak Hafids." kita manusia hanya berencana." tapi Allah yang memutuskan."!! ucap Pak Kades ikut memberikan kata2 bijaknya
" Apalagi Nak Fisha." sapa tau jodohnya , ada disini,entah itu Nak Hanan, Zaki atau malah Hafids kaponakannya Bapak bukannya Ustad yang dikejar2 itu"!! ucap Pak Kades yang memang tidak mengetahui siapa Ustad yang dimaksud oleh mereka itu
Hanan, Zaki Nana dan Hana hanya tersenyum mendengar perkataan pak Kades
" Eekheeem si Bapak nii." orangnya sama kalii paaak." seru Zaki senyum2
" Maksudnya."?? tanya Pak Kades tidak paham
"Enggak pak..salah ngomong tadi." heheehe" ucap Zaki yang ditatap oleh Hafids memberi kode
Setelah makan siang, mereka istirahat sebentar. kemudian mereka berangkat kemesjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur bersama
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai melaksanakan sholat dzuhur.. teman2 mereka lainnya telah pulang lebih dulu
" Lucu juga tuh pak Kades..Haaaahaa." masa katanya kali aja jodohnya bukan ustad tapi hafids, padahal orangnya sama aja.." seru Zaki tertawa mengingat perkataan Pak Kades
" Aaah kamu nii." gitu aja tertawa." tapi Fids gimana kalau perkataan Budee kamu benar." tanya Hanan
__ADS_1
" Perkataan yang mana"?? tanya Hafids yang memang sudah lupa perkataan Budeenya tadi
" Soal Fisha yang mau di jodohin sama anak Budee kamu." ucap Hanan
" Ooh Bang Mirza."!! ya mau gimana." jodoh ditangan Allah." kalau Fisha jodohnya Bang Mirza, terus aku bisa apa."?? ucap Hafids memasrahkan diri
" Jawab jujur Fids, sebenarnya kamu ada rasa nggak sama dia."?? tanya Hanan penasaran dengan isi hati Sahabatnya itu
" Cukup Hati aku yang tau, enggak perlu di umbar kali Naan." ucap Hafids lagi
" Yaa penasaran aja." kamu nih tertarik ama cewek nggak sih."!! ucap Hanan asal
" Aku bukan malaikat Naan." aku juga manusia biasa kayak kamu." pasti ada juga namanya jatuh cinta." tapi mau gimana."?? ucap Hafids menjelaskan
"Udah jujur." sebenarnya kamu nyimpan perasaankan buat gadis satu itu."jujur aku lihat,dia sangat mencintai kamu fids." cuma tingkahnya aja kayak gitu" ucap Hanan
" Cukup nyebut namanya disetiap doa- doaku aja" udah cukup buat aku mengharapkan dia jadi pendamping hidupku" ucap Hafids terus terang
"Woooww berarti ustad suka juga sama Fisha."?? beruntung bangeet bisa dicintai oleh gadis kayak dia." udah cantik, baik pula." ucap Zaki kagum
__ADS_1
" Untung kamu yang dikejar2 Fids." kalau aku mah langsung taa bawa kepengghulu aja." ucap Hanan sumringah