
Hafids yang ikut mendengarkan Fisha bernyanyi seakan2 Bagai di hujam ratusan Jarum dihatinya
" Maafkan aku dek Fisha." gumam Hafids yang masih menatap ke arah Fisha
" Duuuh Si Fisha benar2 galau rupanya." ngena banget lagunya." seru Zaki yang memang duduk disamping Hafids dan Hanan serta yang lainnya
" Yaa mau gimana" orang yang dicintainya nggak ngelirik sedikitpun." padahal masih banyak cowok2 ganteng disini." ucap Hanan seakan menyindir dan hanya mendapatkan tatapan tajam dari Hafids
Sementara Fisha masih berdiri ditempatnya, semua mata masih tertuju ke arahnya..
" Buat seseorang yang aku Cintai...
"Laukanaal hubbu kalimat tuktabun lantahat aqlami..walakinal hubbu riehun tahub" jadi nggak akan pernah Habis" ucap Fisha tersenyum menatap ke arah Hafids
"Uhibbuki fie kulli lahzotin tamuruu fie hayati" ucap Fisha lagi menyambung kalimatnya dan terus menatap ke arah Hafids
Sementara semua orang yang mendengar kata2 berbahasa arab itu hanya tercengang, karena tidak mengetahui apa artinya tersebut, terkecuali Hafids dan Hanan yang tau arti dari kalimat tersebut
" Astagafirullah hal aziim." Ya Allah sebegitu cintanya kah dia pada Hamba." Gumam Hafids mendengar kalimat yang di ucapkan Fisha
" Nekaat bangeet Fids" dia segitu cintanya sama kamu." bayangin aja tuh udara." widiih." seru Hanan bergidik
" Terus aku harus apa Naan." Lirih Hafids yang bingung dengan perasaannya sendiri
" Hanya kamu yang tau jawabannya Fids." Renungkanlah."!! minta jawabannya kepada Allah melalui sholat malam yang sering kamu lakuin." Ucap Hanan menasehati
" Mungkin nanti belum sekarang." aku takut jawaban yang Allah berikan akan menyakitkan." keluh Hafids
" Yaa kita bisa apa." kita hanya bisa memohon yang terbaik." ucap Hanan lagi
" Iih si Fisha bisa aja" pake kata arab lagi." Apa sih artinya Ustad"?? tanya Zaki penasaran
__ADS_1
" Aah jangan kepo."!! makanya yang rajin belajar bahasa arabnya." ucap Hanan
" Haaah k Hanan ini, aku pengen tau apa sih yang di ucapin." ucap Zaki lagi
" Dicari tuh dikamus." pasti tau artinya." ucap Hanan lagi
Ditempat Fisha berdiri terlihat Evan datang menghampirinya dengan membawa Bunga ditangannya
" Suara kamu bagus"!! nih buat kamu."!! ucap Evan memberikan bunga ke arah Fisha
" Makasih Van baik banget sih." ucap Fisha tersenyum menerima bunga dari Evan
" Kita duduk disana yuuk." ajak Evan menunjuk ke arah Hafids dan lainnya duduk
Sementara Hafids yang melihat kejadian itu berusaha menahan perasaannya, wajahnya terasa panas." mengetahui Evan memang sengaja mendekati Fisha karena ingin memiliki gadis itu."
Keduanya duduk dibawah pohon yang sangat dekat dengan keberadaan Hafids serta lainnya
" Boleh juga" ayo." seru Fisha
"Ustadku sayang titip yaa." ucap Fisha tersenyum pelan ,membuka kaca mata dan topi yang sedari tadi masih menempel ke arah Hafids
" Astaga gadiis ini."!!nggak ngira2 kalau ngomong." lirih hafids yang kaget dengan tingkah Fisha yang sengaja menggodanya
" Yakiinn Dek mandinya pake baju seperti itu." tanya Hafids yang merasa khawatir dengan kaos putih yang digunakan Fisha
" Hmmmm apa aku ganti pake bikini aja yaaa." seru Fisha pura2 berpikir
" Pake itu aja." !! ucap Hafids spontan tampa melihat ke arah Fisha
" Ustad nggak mandi."?? jarang2 lho kita kepantai." tanya Fisha
__ADS_1
" Nggak kalian aja." seru Hafids dingin
" Ayo Fish " ajak Evan menarik tangan Fisha dan menggandengnya dan itu berhasil membuat wajah Hafids memerah menahan perasaannya yang hampir meledak
"Buugh..hh door..r" Kompornya meledak." panasss." seru Zaki yang memang sedari tadi memperhatikan wajah Hafids memanas- manasi
"Apanya yang meledak Zak."?? tanya Hanan pura2
"Hati seseorang yang sedang Panass akhirnya meledak." jadi gerah nih." ucap Zaki melirik Hafids
"Suka benar ngomongnya Zak."ucap Hanan menimpali dan membuat Hafids menatap tajam ke arah keduanya
Fisha dan yang lainnya sedang asyik berenang di laut.tampa menyadari pakaian yang dia gunakan tembus pandangan. sehingga lekuk tubuhnya nampak kelihatan
" Astagafirullah hal aziim." dek Fisha kenapa kau biarkan tubuhmu dibiarkan begitu saja dilihat orang." gumam Hafids sekilas melihat Fisha
" Fish.. baju kamu tembus pandang." seru Nana mendekati Fisha
" Jangan berdiri ." berendam aja dulu" ucap Nana
" Terus gimana donk." udah dingin banget nih." ucap Fisha merangkul Nana
Hafids yang sedari memperhatikan mereka, bergerak berjalan ketepi pantai dan membuka seragam olah raga yang masih menempel ditubuhnya
"Nana berikan ke Fisha" ucap Hafids melempar baju ke arah Nana
Setelah menerima baju tersebut, bukannya lansung dipake" Fisha masih mencium- cium baju tersebut
" Iiih keringatnya aja wangi" apalagi kalau sudah mandi yaa." bikin ngileer aja." seru Fisha masih menikmati bau yang menempel di baju tesebut
" Astaga nih anak." nggak malu tuh masih dilihatin sama Ustad."seru Nana yang jengkel dengan tingkah Fisha..
__ADS_1