
Zaki yang sedari tadi duduk bersama mereka, hanya bisa menyimak dan memperhatikan Hafidz secara diam-diam tampa sekalipun ikut berkomentar
"Kasihan tuh si Ustadz, pasti sakit bangeet tuh hatinya,,hmmm aku aja nyesek rasanya.. si Ustadz sih, nggak jujur aja sama si Fisha, Unggkapin cinta bukan berarti harus pacaran kan."?? Ini nih akibatnya..nyeseek sendirikan?kelihatan tenang aja tuh muka., padahal hatinya nggak tau tuh gimana."gumam Zaki dalam Hati memperhatikan wajah Hafidz Yang bersikap tenang
"Liat apa Zak."?? ada yang aneh diwajah aku ini."?? tanya Hafidz yang sadar dirinya diperhatikan sejak tadi oleh Zaki
" Nggak aja Ustadz, aku penasaran aja sama Ustadz." kok tenang bangeet disaat seperti ini." ucap Zaki bingung dengan sifat yang dimiliki Ustadz yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri itu
" Maksud kamu."?? tanya Hafidz yang tidak paham dengan apa yang dikatakan Zaki
" Ya maksudnya" Ustadz nggak cemburu ya kalau si Fisha dijodohin tuh sama Bang Mirza."?? ucap Zaki menatap Hafidz dan Mirza bergantian.Sementara yang lainnya hanya melongo mendengar penuturan Zaki
" Maksud Nak Zaki apa."?? tanya Ibu Marni tidak mengerti dengan perkataan Zaki
" Jadi Ibu nggak tau yaa, kalau Fisha itu cintanya sama Ustadz Hafidz." ucap Zaki spontan dan berhasil membuat Ibu Marni kaget bukan kepalang..sedangkan Hafidz hanya diam tampa bersuara
" Ya elaah si Zaki..main nyeletuk aja.nggak tau apa suasananya masih tegang gini." gumam Hanan dalam hati
__ADS_1
" Beneran Fidz."?? kenapa nggak bilang- bilang sih."??terus kamu sebenarnya suka juga nggak sama dia."?? tanya Ibu Marni meminta kepastian
"Saya nggak tau Budee." saya sendiri bingung dengan perasaan ini." ucap Hafidz datar
" Kalau kamu memang nggak suka sama dia, terus terang aja Nak." jangan kasih dia harapan." ucap Ibu Marni lagi
" Jujur... Bude pengen banget dia jadi anak mantunya Bude. tapi kalau memang Fisha cintanya sama kamu doang, Bude bisa apa." ucap Ibu Marni pasrah
" Iya Meer, kasihan anak orang." Kalau kamu memang nggak cinta sama dia, tolong beri tahu aku."!! ucap Mirza mantap
" Maksud Abang."?? tanya Hafidz dengan wajah dinginnya
Hafidz kaget bukan kepalang,;ternyata kakak sepupunya juga mencintai Fisha
"Sebegitu spesialnya kah dirimu dek Fisha, sehingga hampir semua lelaki ingin memiliki dirimu." dan aku...??? kenapa musti harus sakit sebegini rupanya, mengetahui Abang Mirza juga mencintaimu." gumam Hafidz dalam hati yang masih berkecamuk melawan perasaannya sendiri
" Kalau Fisha memang jodoh Abang". aku bisa apa."?? tak mungkin aku harus memaksakan kehendak hati." apa yang Allah beri ke kita, Insya Allah itu adalah yang terbaik" ucap Hafidz pasrah melawan sendiri kehendak hatinya
__ADS_1
" Mungkin Iya Hatiku berkata lain., tapi demi Allah, sekiranyan dia jodoh Abang saya ikhlas."!! ucap Hafidz pasrah
"Berarti kamu cinta juga kan sama dia."?? tanya Mirza penuh selidik
" Saya nggak tau bang."!!saya sendiripun bingung dengan perasaan ini." ucap Hafidz datar yang memang tidak mengerti dengan perasaannya sendiri
" Kamu hanya perlu memahami sendiri apa yang diinginkan oleh hatimu itu" agar kamu tau, yang kamu rasakan saat ini apa, cinta atau apa."?? ucap Mirza lagi
" Kalau memang hatimu nggak menginginkan dia." ada aku disini yang siap memeluknya dan menjadikan dia istriku." ucap Mirza serius
Hafidz hanya terdiam kaku, bagai disulut api panas kewajahnya." mendengar ucapan Mirza, dia bingung tidak tau apalagi yang harus dijawabnya perasaannya kini berkecamuk..sakit..kecewa dan entah apalagi
" Ya Allah..perasaan apakah yang aku rasakan saat ini." kenapa seakan sesak rongga dada ini, sakit sekali rasanya." kenapa musti Bang Mirza ."?????Gumam Hafidz dalam hati berusaha menahan perasaannya sendiri yang kian mengamuk minta diluapkan
" Astagafirullah hal adzim, kenapa sesakit ini ya Allah..sakiit tolong hamba Ya Allah, hilangkan sakit ini." Astagafirullah hal adzim"2×" gumam Hafidz dalam hati yang sesungguhnya tidak tahan lagi berlama- lama ditempat itu
" Kamu hanya perlu membuka hatimu Fidz. agar kau tau apa yang diingkan oleh hatimu itu."?? ucap Hanan ikut buka suara dan menatap raut Wajah hafidz yang sudah berubah drastis
__ADS_1
" Kamu terlalu menyiksa dirimu sendiri Fidz." kenapa kau tidak jujur dengan hatimu sendri." bukankah sakit yang kau rasa kini." tapi aku bisa apa."?? gumam Hanan dalam hati melihat ekpsresi wajah Hafidz yang tidak biasanya dan Hanan tau apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu
^ Hayy Guyss like, koment dan vote ya.. dukungan kalian sangat berarti buat tulisanku^