Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 48


__ADS_3

Cukup lama mereka terdiam membisu.sibuk dengan pikirannya masing- masing tampa menyadari ke hadiran Ibu Marni


" Kalian ada juga disini."??Ibu pikir hanya Fisha sama Nana yang mengobrol, nggak taunya ada kalian juga." Sapa Ibu Marni tiba- tiba sehingga membuyarkan lamunan mereka


" Oh iya Buu, kita pengen ngobrol sama Mirza, soalnya sudah lama nggak ketemu dia." ucap Hanan memperbaiki duduknya


" Kalian sudah saling mengenal."?? tanya Ibu Marni duduk disamping anaknya sambil menatap Hanan


" Iya Buk".!! kita kital sewaktu masih sama- sama dipesantren". ucap Hanan lagi


" Oh begitu rupanya." berarti sama Hafidz juga ya."?? tanya Ibu Marni menatap Kaponakannya itu yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya sendiri


" i-ya Budee." kita bertiga satu pesantren dulu." ucap Hafidz terbata menatap sekilas ke arah Ibu Marni


" Hmmm Zaa" menurut Kamu Fisha bagimana Nak."?? cantik nggak."?? tanya Ibu Marni tiba- tiba menatap Mirza yang duduk disampingnya


" Bukan lagi cantik Ma' tapi cantiknya pake bangeet." Kenapa sih Maa."? tanya Mirza Heran


" Mama kasihan aja sama dia."Mama dengar kemarin katanya dia suka sama Ustadz gitu, tapi nggak direspon katanya." ucap Ibu Marni yang memang tidak tau siapa Ustadz yang di maksud Fisha tempo Hari


Mendengar penuturan Ibu Marni,Hanan, Mirza dan Zaki masing- masing menatap ke arah Hafidz yang tampak bersikap dingin tampa mau berkomentar


" Emangnya Mama sedekat itu sama Fisha, padahal baru kenal lho.' masak hal begitu dia cerita sama Mama." ucap Mirza heran


" Yaa nggak cerita." Mama nanya waktu itu, kalau punya pacar apa tidak." ucap Ibu Marni menjelaskan

__ADS_1


" Mama pengen Dia jadi anak Mama." orangnya cantik, suka bantuin Mama lagi didapur, anaknya ceria banget." ucap Ibu Marni yang sangat kagum dengan sifat Fisha


" Laah anak orang, mana mau dia jadi anak Mama" kasihan orang tuanya." kalau dia ganti Mama." ucap Mirza yang tidak menyangka Fisha bisa merebut hati Mamanya


" Yaa Gampang aja sih, kamu mau nggak, dia mama lamarin buat kamu."?? tanya Ibu Marni spontan sehingga membuat Hafidz yang sedari tadi diam mulai terlihat gelisah


" Ekheem." tapi dia punya calon lain Maa." ucap Mirza melirik ke arah Hafidz yang terlihat gelisah


"Iya Mama tau." tapi cowok yang dia suka itu kan nggak suka sama dia." ucap Ibu Marni lagi


" Nggak tau juga sih." mungkin itu cowok hatinya dibuat dari Es balok,.eh salah dari batu tambang kali Maa." ucap Mirza meledek melirik ke arah Hafidz


Hanan dan Zaki hanya saling tatap sembari tersenyum kecil, sementara Hafidz menahan perasaan kesalnya karena diledek sedemikian rupa oleh sepupunya sendiri


" Tapi ini soal hati Meer, Bakalan sakit rasanya kalau dipendam, kalau aku nggak mau kayak gitu." kalau memang suka seseorang, tinggal gampang doank." ajak mama sama papa kerumahnya." beres dech." ucap Mirza lagi


" Kalau kamu sendiri gimana."?? mau nggak sama Fisha biar besok sebelum mereka balik, Mama ngomong sama Fisha." ucap Ibu Marni semangat


" Semua cowok pasti sukalah sama Fisha, apalagi aku Maa, udah orangnya cantik, mudah bergaul lagi. ucap Mirza


Flash back on


Fisha dan Nana baru pulang dari pantai tampa sengaja berpapasan dengannya didapur


" Heeii kok baru liat kalian." dari mana."??,tanya Mirza akrab dan menatap Fisha intens

__ADS_1


" Ya allah cantik banget nih cewek," seandainya dia belum ada yang punya, bolehlah aku melangkah maju." Gumam Mirza dalam hati


" Ekheem." nanti juling tuh matanya." ucap Fisha Tersenyum


" Kenalan dulu dong." saya Mirza." ucap Mirza memperkenalkan diri


" Sudah tau kok" sepupunya Ustadz Hafidz kan."?? ucap Fisha tersenyum


" Saya Fisha dan ini Nana" ucap Fisha memperkenalkan dirinya


" Kok tau saya Sepupunya Almeer."?? ucap Mirza


" Wajahnya aja hampir mirip." tapi gantengan Ustadz aku yaa."ucap Fisha nyengir berlalu meninggalkan Mirza


Flash back off


"Jujur sih, waktu liat Dia pertama kali sempat jatuh cinta"tapi Maa dia mencintai laki- laki lain." ucap Mirza melirik kearah Hafidz yang bersusah payah menahan perasaannya


"Astagafirullah hal adziim" kenapa bisa sampai sesakit ini." ikhlaskan hamba ya Allah menerima semuanya andaikan dia memang bukan untukku." gumam Hafidz dalam hati


" Kamu kenapa Meer wajahnya kayak begitu."?? tanya Mirza yang melihat wajah Hafidz tampak gelisah


" Nggak pp kok." ucap Hafidz singkat, Hanan yang sangat mengerti sahabatnya itu faham dengan perasaan yang dirasakannya sekarang ini


" Aku tau kamu Fidz, kamu berusaha bersikap tenang, namun sesungguhnya dalam hatimu yang paling dalam, ada luka yang menganga." kamu menyiksa dirimu sendiri Fidz," gumam Hanan dalam Hati memperhatikan Hafidz yang berusaha bersikap santai

__ADS_1


__ADS_2