Mengejar Cinta Sang Ustad

Mengejar Cinta Sang Ustad
BAB 73


__ADS_3

Hafidz terdiam sejenak mendengar ucapan Fisha


" Dek Fisha yakin mau lamar saya."?? tanya Hafidz yang belum juga menatap Fisha


" Iya, karena saya cinta sama Ustadz." ucap Fisha jujur


" Terimah kasih karena Dek Fisha sudah mencintai saya, tapi apakah Dek Fisha sudah mencintai diri Dek Fisha sendiri."?? tanya Hafidz lagi


" Dek Fisha jujur, saya Ingin Dek Fisha bisa menghargai diri sendiri,sebelum mencintai saya." ucap Hafidz lagi


" Maksudnya aku nggak ngerti lho Ustadz." ?? coba Ustadz jelaskan biar saya faham."!! tanya Fisha tidak paham


" Saya harap Dek Fisha tidak tersinggung," apakah Dek Fisha merasa nyaman dengan pakaian seperti ini."?? tanya Hafidz


" Hmmm jadi maksud Ustadz, Ustadz lebih suka saya pakai Hijab."?? Pantas saja Ustadz nggak mau lihat saya, karena saya nggak pantas buat Ustadz."!! ucap Fisha dengan wajah memerah


" Bukan begitu" setiap lelaki yang melihat Dek Fisha pasti menyukai Dek Fisha dan.." ucap Hafidz terhenti


" Dan terkecuali Ustadz kan."?? Ternyata yang dikatakan mama benar" ternyata Ustadz nggak pernah menyukai saya." makanya Ustadz pengen saya yang ngelamar."!!! ucap Fisha panjang lebar


" Kamu salah paham Dek Fisha, bukan seperti itu maksud saya." saya hanya ingin.." ucapan Hafidz terpotong


" Sudahlah Ustadz saya tau Kok," Ustadz nggak mau kan punya Istri yang penampilannya kayak gini


__ADS_1


"Kamu salah sangka Dek Fisha."!!ucap Hafidz melirik Fisha sekilas


" Ustadz ingin punya Istri yang menutup Aurat kan.?? saya tau kok, makanya setiap ketemu Ustadz saya memakai Hijab, karena saya ingin Ustadz liat saya."


" Saya nggak mau berubah hanya.karena ingin dapat perhatian Ustadz, makanya hari ini aku pakai kayak gini, aku pengen tau gimana reaksi Ustadz sebenarnya, ternyata Ustadz malah berpaling muka, nggak mau liat aku." ucap Fisha dengan wajah sendu


" Kamu salah paham Dek Fisha,saya ini lelaki Normal Dek Fisha ,Saya hanya ingin dan menikmati apa.yang ada pada dirimu setelah kamu halal buat saya, suatu saat nanti" ucap Hafidz dalam hati


" Saya nggak ada niat buat nyakitin kamu Dek Fisha,"!! ucap Hafidz pelan


" Iya tapi nyatanya Ustadz dengan bersikap kaya gini itu sudah nyakitin saya." Ucap Fisha dengan Nada kecewa


" Saya minta Maaf Dek Fisha."!! ucap Hafidz singkat


" Bolehkan Hari ini, Ustadz pandangin saya .Saya Janji Ustadz, setelah ini saya nggak akan lagi muncul dihadapan Ustadz."!! ucap Fisha berusaha menahan air matanya biar tidak jatuh


" Whaat nggak salah dengar nih Fisha."?? tanya Nana kaget yang kebetulan mendengar semua percakapannya dengan Hafidz


" Hmmmm iya mungkin hanya dengan kayak gitu, Ustadz akan merasa senang."!! percuma saja saya berdiri dihadapannya kayak gini tapi nggak akan pernah dilirik sedikitpun sama Ustadz" ucap Fisha berusaha menghibur dirinya sendiri


" Jadi sekarang kamu nyerah nih."?? tanya Hanan ikut menimpali


" Nggak lah."Aku tetap cinta kok sama Ustadz." mungkin dengan berjauhan Ustadz akan kangen sama Aku." iyakan Ustadz."?? tanya Fisha tiba- tiba


Hafidz hanya terdiam mendengar perkataan Fisha, Hatinya begitu sakit dan berusaha menenangkan hatinya

__ADS_1


" Kamu mau kemana Dek Fisha" kenapa harus terjadi seperti ini." Astagafirullah hal adzim" ucap hafidz dalam hati


" Emangnya Kak Fisha mau kemana."?? tanya Hafidzah ikut bertanya


" Ada dech"!! yang jelas kalian semua akan rindukan Aku."Ucap Fisha Berusaha tenang


"Lama nggak perginya."?? terus kapan perginya tanya Hafidzah yang menatap Fisha sedih


" Nggak tau sih."!! Insya Allah sebentar" ini mau keRuang Dekan."


" Ustadz nggak mau lihat kesaya nih 10menit aja"?? saya sudah janji lho" setelah ini Ustadz nggak akan lihat saya lagi, " seru Fisha menatap ke arah Hafidz


" Kenapa Dek Fisha berbicara seperti ini."?? tanya Hafdz menatap kearah Fisha. ada kesedihan disana yang berusaha dia sembunyikan


" Ya nggak pp, terimah kasih sudah mau lihat saya." Ustadz tambah ganteng aja dech, jadi tambah berat nih buat ninggalin Ustadz." Heheehe" ucap Fisha berusaha menghibur diri


" Kenapa harus seperti ini dek Fisha, sesungguhnya saya tidak ingin kamu menjauhi saya, hati ini sakit mendengar kamu berkata seperti itu." Hati ini tidak bisa lagi memungkiri bahwa raga ini menginginkan dirimu, hanya aku tak tau, bagaimana memulainya." batin Hafidz menatap dalam kemata Fisha


" Hmmmm aku permisi dulu." Assalamualaikum." ucap Fisha melangkah


" Fisha tungguin dong."!! seru Nana ikut melangkah mengikuti Fisha keruang Dekan


Hafidzah dan Hanan hanya diam mematung, sementara Hafidz sibuk dengan pikirannya sendiri melihat ke arah Fisha dan Nana yang telah berjalan meninggalkan mereka


__ADS_1


" K Fisha mau kemana sih sebenarnya mendadak banget dech." ini semua gara- gara Abang,. jadi cowok kok nggak ada peka nya."!! ucap Hafidzah menyalahkan Kakaknya


__ADS_2